Kemenko Polkam Gelar Rakor Tata Kelola dan Pelaporan Konvensi Senjata Biologi,(foto:ist)
dteksinews, Bogor – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri melaksanakan Rapat Koordinasi Tata Kelola dan Pelaporan Confidence Building Measures (CBM) Konvensi Senjata Biologi (BWC) Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026) dan siaran pers NO. 93/SP/HM.01.02/POLKAM/3/2026
“Kita ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengikut dalam norma internasional, tetapi memiliki sistem pertahanan dan tata kelola keamanan hayati yang mandiri dan disegani,” ungkap Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso saat membuka acara.
Menurutnya, pertemuan tersebut bukanlah sebuah agenda yang berdiri sendiri. Rakor ini merupakan langkah konkret dan tindak lanjut strategis dari dua rangkaian kegiatan penting yang telah dilalui bersama pada bulan Februari lalu. “Dari kedua rangkaian sebelumnya, kita sampai pada satu kesimpulan penting: Indonesia perlu melakukan akselerasi dalam pemenuhan kewajiban internasionalnya,” tambahnya.
Adi Winarso menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan tata kelola yang mana baru memiliki National Contact Point (NCP). Padahal, dinamika ancaman biologi saat ini menuntut adanya Mekanisme Koordinasi Nasional yang lebih kokoh, integratif, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur pertahanan, kesehatan, pertanian, hingga riset dan industri.
“Rakor hari ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari Bapak dan Ibu sekalian, baik dari perspektif kebijakan luar negeri, teknis kesehatan, intelijen keamanan, hingga praktisi biorisk. Hasil dari diskusi kita hari ini akan kami jadikan dasar untuk menyusun Rekomendasi Kebijakan Menko Polkam kepada kementerian dan lembaga terkait,” jelasnya.
Indonesia memandang CBM sebagai instrumen transparansi internasional yang penting dalam membangun kepercayaan antarnegara pihak. Melalui simulasi Tabletop Exercise, Kemenko Polkam bersama K/L terkait mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam pengumpulan data teknis serta koordinasi administratif untuk penyusunan laporan CBM secara tepat waktu dan akurat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Indonesia Biorisk Association (IBA) Diah Iskandriati, Perwakilan PTRI Jenewa, Reski Kurnia Ilahi, Perwakilan Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional, Kementerian Luar Negeri Risha Jilian Chaniago, serta perwakilan dari K/L terkait Kemenlu, Kemenhan, Kemenkes, Kementan, KemenLH, Kemendikti Saintek, BRIN, BPOM, BIN, BSSN, TNI, Polri, PT Bio Farma, dan INDOHUN.(*/dteksinews)
Sumber: Polkam
Editor:Supriyono














