Gerak Cepat Kementan, Cegah Aksi Mogok Pedagang Daging Diapresiasi Komisi IV DPR RI

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,Jakarta, — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Dwita Ria Gunadi, mengapresiasi langkah cepat dan responsif Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani kenaikan harga daging sapi yang sempat memicu rencana aksi mogok pedagang.Jumat(6/2/2026)

Dwita menilai, kehadiran negara melalui Kementan berhasil meredam potensi gejolak di lapangan sekaligus melindungi kepentingan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Ramadhan dan Idulfitri 2026.

“Saya mengapresiasi cepat tanggapnya Kementerian Pertanian dalam menyikapi kenaikan harga daging. Langkah ini berhasil mencegah aksi mogok berjualan setelah bersama pemerintah menyepakati harga sapi bakalan ditimbang hidup dan ditimbang faktur di kisaran Rp55.000 per kilogram hingga Lebaran,” ujar Dwita.

Menurut Dwita, kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa dialog dan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menghasilkan solusi konkret tanpa harus merugikan masyarakat.

Aksi mogok pedagang daging sapi sebelumnya resmi berakhir setelah pemerintah bersama asosiasi pedagang dan pelaku usaha menyepakati stabilitas harga dan pasokan daging sapi. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi di Kementerian Pertanian yang melibatkan Kementan, Bapanas, Satgas Pangan, asosiasi pedagang, asosiasi pemotong, feedloter, hingga pelaku usaha impor sapi bakalan.

Dalam pertemuan tersebut disepakati harga sapi timbang hidup di tingkat feedlot sebesar Rp55.000 per kilogram, berlaku mulai 22 Januari 2026 hingga menjelang Idulfitri, tanpa kenaikan harga. Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama memastikan seluruh pedagang kembali berjualan dan RPH siap melakukan pemotongan sapi.

Langkah cepat tersebut sejalan dengan penegasan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026.

Baca Juga:  Praka Nikodemus, Babinsa Koramil 1311-06 Bungku Utara Latih PBB Anggota Linmas

“Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging. Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil, terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026,” tegas Mentan Amran.

Pemerintah telah menetapkan harga sapi siap potong dari feedloter tidak lebih dari Rp55.000 per kilogram dan diterima di RPH maksimal Rp56.000 per kilogram. Dengan ketentuan tersebut, harga karkas dan daging di tingkat pasar diharapkan tidak melebihi Rp130.000 per kilogram.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa kenaikan harga yang tidak wajar tidak akan ditoleransi, terlebih jika memanfaatkan momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat pada hari besar keagamaan. Untuk itu, Satgas Pangan Mabes Polri bersama instansi terkait diminta melakukan pengawasan ketat terhadap RPH yang diduga memainkan harga.

“Satgas Pangan kami minta turun langsung memeriksa RPH yang memainkan harga. Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penindakan tegas,” ujar Mentan.

Sebagai langkah penertiban rantai pasok, Mentan Amran juga menginstruksikan feedloter agar tidak menyalurkan sapi hidup kepada jagal atau RPH yang tidak patuh terhadap ketentuan harga karkas dan daging.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kondisi harga pangan nasional relatif terkendali. Komponen harga bergejolak (volatile food) tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar 1,96 persen, sementara secara tahunan inflasi berada di angka 1,14 persen, mengindikasikan tren stabilisasi harga pangan.

Dwita Ria Gunadi menegaskan, langkah tegas dan cepat seperti ini harus terus dijaga agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga dan distribusi pangan tetap berjalan lancar.(*/dteksinews)

Sumber: Humas Mentan

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Arahkan Optimalisasi Aset BUMN, Perbesar Ruang Kerja Sama dengan Dunia Usaha
52 Triliun Telah Diselamatkan untuk Negara
Bentuk Komitmen, Kapolres Morowali Jenguk Korban Kejadian Matarape di RSUD Morowali
Beri Pembekalan PPNK Lemhannas, Bamsoet Dorong Pemantapan Nilai Kebangsaan Jadi Agenda Strategis Nasional
Jam Sekolah Beberapa Pelajar SMP dan SMA , Asik Nongkrong di Taman Kota Fonuasingko Morowali
Luncurkan Film Berbasis Kecerdasan Buatan, Bamsoet Dorong Ekonomi Kreatif Cineas Indonesia Kuasai Era Baru Sinema AI
Gerak Cepat, Babinsa Bahodopi Berhasil  Padamkan Kebakaran Lahan 
Personel Polres Morowali Sigap, Bantu Korban Kecelakaan di Desa Buleleng
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Presiden Prabowo Arahkan Optimalisasi Aset BUMN, Perbesar Ruang Kerja Sama dengan Dunia Usaha

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:23 WIB

52 Triliun Telah Diselamatkan untuk Negara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Bentuk Komitmen, Kapolres Morowali Jenguk Korban Kejadian Matarape di RSUD Morowali

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Beri Pembekalan PPNK Lemhannas, Bamsoet Dorong Pemantapan Nilai Kebangsaan Jadi Agenda Strategis Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Jam Sekolah Beberapa Pelajar SMP dan SMA , Asik Nongkrong di Taman Kota Fonuasingko Morowali

Berita Terbaru

Berita

52 Triliun Telah Diselamatkan untuk Negara

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:23 WIB