Ormas Keagamaan Dapat Lampu Hijau Kelola Tambang, Ini Penjelasan Bahlil 

- Penulis

Senin, 29 April 2024 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,Jakarta – Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara soal rencana pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Ormas Keagamaan. Pada bulan lalu, Bahlil menyebut IUP yang sudah dicabut dan memenuhi syarat diserahkan ke beberapa pihak, salah satunya Ormas Keagamaan.

Menurutnya, tokoh keagamaan layak mendapat apresiasi, khususnya atas kontribusi mereka di masa lalu. Saat Indonesia sudah merdeka, Bahlil menyebut, pemerintah perlu memberikan perhatian.

“Di saat agresi militer tahun 1948 yang membuat fatwa jihad emang siapa, konglomerat? Emang perusahaan? Yang buat tokoh-tokoh agama. Di saat Indonesia sudah merdeka masa nggak boleh kita memberikan mereka perhatian,” katanya dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I-2024 di kantornya, Jakarta Selatan,dikutib dari detikfinance,Senin (29/4/2024).

“Terus di saat Indonesia lagi katakanlah ada musibah, ada masalah, nanti tokoh-tokoh agama ini yang kita panggil untuk mereka menyelesaikan masalah. Dari mana sih hati kita ini?,” tanyanya.

Baca Juga:  Debat Publik Tahap Pertama, Polres Morowali Utara laksanakan Sterilisasi Gedung Morokoa

Yang terpenting, kata dia, proses pemberian IUP dilakukan dengan baik sesuai aturan. Ia juga membenarkan bahwa dalam hal ini tidak boleh ada konflik kepentingan dan harus dikelola secara profesional.

“Dikelola secara profesional, dicarikan partner yang baik. Kalau ada yang mengatakan organisasi keagamaan nggak punya spesialisasi untuk mengelola itu, emang perusahaan-perusahaan yang punya IUP itu semua mengelola sendiri? Dia juga butuh kontraktor. Jadi, mbok ya kita bijaksana gitu,” tuturnya.

Sebelumnya, Bahlil menjelaskan IUP yang sudah dicabut dan memenuhi syarat dapat diserahkan ke pelaku usaha lokal, Badan Usaha Milik Desa, hingga kelompok organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan.

“IUP-IUP itu ada di Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua. Masa IUP ini hanya dirasakan segelintir orang, masa dinikmati orang Jakarta aja,” jelasnya.(***)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BKN, Prof. Zudan: Suksesi Pejabat Bisa Lebih Cepat dengan Manajemen Talenta
IMIP Fasilitasi Magang Dosen, Kuatkan Kolaborasi Industri–Akademisi
Didampingi BKN, Pemkab  Bolsel dan Haltim Segera Terapkan Manajemen Talenta 
Morowali Jadi Satu-satunya Perwakilan Sulawesi Tengah di HUT ke-66 Konawe
Pangkormar Pimpin Serah Terima  Jabatan Kepala Dinas Hukum Korps Marinir 
Gelar Buka Puasa Bersama, Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan Bangsa dan Antisipasi Dampak Perang Iran Bagi Perekonomian Rakyat
Panglima TNI, Pimpin Upacara Penyerahan Jenazah dan Ikuti Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI
Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:16 WIB

Kepala BKN, Prof. Zudan: Suksesi Pejabat Bisa Lebih Cepat dengan Manajemen Talenta

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:03 WIB

IMIP Fasilitasi Magang Dosen, Kuatkan Kolaborasi Industri–Akademisi

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:07 WIB

Didampingi BKN, Pemkab  Bolsel dan Haltim Segera Terapkan Manajemen Talenta 

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:06 WIB

Morowali Jadi Satu-satunya Perwakilan Sulawesi Tengah di HUT ke-66 Konawe

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:28 WIB

Pangkormar Pimpin Serah Terima  Jabatan Kepala Dinas Hukum Korps Marinir 

Berita Terbaru