Parigi Moutong Tak Mampu PSU Pilkada 2025

- Penulis

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Pari Moutong- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan bahwa terdapat 18 daerah yang belum sanggup menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah 2024.

Ke-18 daerah tersebut terdiri dari 16 daerah yang gugatannya dikabulkan oleh MK dan dua daerah yang memerlukan PSU akibat kemenangan kotak kosong.

Adapun 18 daerah yang dimaksud di antaranya Provinsi Papua, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Buru, Kabupaten Pulau Taliabu, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, terdapat pula Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Banjarbaru, Kota Palopo, dan Kota Sabang yang menghadapi kondisi serupa.

Sementara itu, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka masuk dalam daftar karena kotak kosong memenangkan Pilkada di wilayah tersebut.

Alasan utama ketidaksiapan 18 daerah tersebut dalam melaksanakan PSU adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh masing-masing pemerintah daerah.

Kekurangan dana ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan PSU.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan bahwa apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mencukupi untuk menggelar PSU Pilkada 2024, maka dimungkinkan untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Itu dimungkinkan oleh amanat undang-undang,” jelas Ribka di Jakarta, Kamis 27 Februari 2025.

Baca Juga:  Brigjen TNI Deni Gunawan Tinjau Langsung PSU di Parigi Moutong, Pastikan Keamanan dan Netralitas TNI

Pernyataan Ribka merujuk pada Pasal 166 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada).

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pendanaan kegiatan pemilihan memang dibebankan kepada APBD, namun dapat didukung oleh APBN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan adanya ketentuan dalam UU Pilkada, pelaksanaan PSU Pilkada 2024 dipastikan tidak akan terhambat oleh kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah.

Hal ini menjadi solusi bagi daerah-daerah yang mengalami kesulitan dalam mengalokasikan dana PSU dari APBD mereka.

Meskipun demikian, mekanisme pembiayaan PSU menggunakan APBN masih perlu melalui beberapa tahapan sebelum dapat diterapkan secara resmi.

Ribka menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu dalam kurun waktu 10 hari kerja, terhitung sejak rapat dengan Komisi II DPR RI yang berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2025.

“Jadi nanti kami cek dulu selama 10 hari ini mekanismenya seperti apa, kalau memang enggak bisa (APBD) ya baru lah kami akan menempuh mekanisme sumber pembiayaannya dari APBN,” ujar Ribka.

Dengan adanya rencana ini, diharapkan PSU Pilkada 2024 dapat tetap berjalan sesuai dengan keputusan MK tanpa terkendala faktor anggaran.

Kejelasan mengenai sumber dana juga akan memberikan kepastian bagi daerah-daerah yang masih menunggu kepastian teknis terkait pembiayaan PSU. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean
PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia
Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:55 WIB

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Senin, 21 September 2026 - 13:38 WIB

World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean

Senin, 21 September 2026 - 13:28 WIB

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 13:19 WIB

Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Berita Terbaru

Berita

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 Sep 2026 - 13:28 WIB