Wakil Presiden Direktur PT Vale Berbagi Cara Jitu Menjadi Tenaga Kerja yang Berkompeten dan Siap Kerja

- Penulis

Kamis, 5 September 2024 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Makassar-DI TENGAH tingginya gejolak ekonomi dunia dan tantangan dunia usaha, Indonesia mendapat bonus demografi yang besar. Dunia kerja pun semakin ketat, sehingga sumber daya manusia yang dibutuhkan bukan cuma mereka yang mengantongi ijazah sekolah atau sarjana. Bukti kompetensi juga sangat diperlukan.

Dalam Seminar Nasional Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Mendukung Penyiapan Tenaga Kerja Kompeten yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin, Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Operation and Infrastructure Officer (COIO) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Abu Ashar, mengungkapkan aspek lain yang tak kalah penting, yakni attitude atau sikap dan perilaku di dunia kerja.

“Sikap atau attitude ini sangat penting, karena ini yang men-drive kemampuan lain, baik itu knowledge dan skill untuk sukses di dunia kerja. Ini yang saya rasakan setelah 32 tahun berkarier di PT Vale,” ucap Abu Ashar, saat menjadi pemateri dalam seminar yang berlangsung di Hotel Unhas Makassar, Rabu 4 September 2024.

Abu Ashar, mewakili PT Vale sekaligus alumni Universitas Hasanuddin, diundang menjadi pemateri dalam seminar yang bertujuan mendorong semua lulusan universitas, untuk punya kompetensi yang siap kerja itu.

Terkait dunia industri dan pertambangan, Abu Ashar menyampaikan, PT Vale melakukan pengembangan kompetensi, dengan berdasarkan pada tujuan PT Vale yakni meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Dengan tujuan PT Vale ini, maka jika melihat learning model approach perusahaan, 70 persen program pengembangan karyawan kita melalui pendekatan pengalaman. Seperti memberi penugasan khusus, mengikuti proses rotasi. Sebanyak 20 persen melalui social learning dan mentoring, dan 10 persen pembelajaran formal ‘in-class session’,” paparnya.

Lebih lanjut, Abu Ashar mengungkapkan, attitude atau sikap adalah aspek yang paling penting, karena bisa mendrive kemampuan lain, seperti keterampilan, pengalaman dan pengetahuan.

“Dengan sikap dan perilaku yang baik, itu bisa memacu produktivitas, inovasi dan lebih kreatif. Perusahaan pun bisa bekerja lebih efisien, karena tenaga kerjanya lebih mandiri. Perusahaan juga punya daya saing tinggi, karena tenaga kerjanya bisa mewujudkan target-target perusahaan lebih baik,” ungkapnya.

Abu Ashar pun berharap, sharing materi yang dia bagikan sebagai praktisi di dunia pertambangan, bisa menjadi masukan bagi Universitas, sehingga mampu melahirkan sarjana-sarjana yang berkompeten di dunia industri.

Baca Juga:  Kapolres Morowali Safari Subuh di Masjid Al Istiqomah, Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial

Tak lupa, salah satu direksi PT Vale yang asli Sulsel itu menyampaikan, ada tiga proyek besar PT Vale Indonesia, yakni Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali yang akan memproduksi 73 ribu ton feronickel, proyek IGP Pomalaa yang akan memproduksi 120 ribu ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP), dan terakhir proyek Sorowako Limonite. Ketiga proyek besar tersebut tentunya akan menyerap tenaga kerja yang besar dan berkompeten.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K) menyampaikan apresiasi ke PT Vale karena selama ini menjadi perusahaan yang selalu berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

Lebih lanjut, menurut dia, LSP Universitas Hasanudddin yang berdiri sejak 2022, dibentuk atas tindak lanjut Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

“Lewat LSP ini, kita mendorong mahasiswa untuk tidak kuliah lama-lama. Kita mendesain program sarjana cuma 7 semester, tapi punya standar kompeten dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi,” ungkap dia.

Sehingga, LSP nantinya bertugas memberi sertifikasi kompetensi mahasiswa, berdasarkan hasil pengujian. Pemberian sertifikat kompetensi bisa dilakukan dengan melihat mata kuliah tertentu yang diikuti oleh mahasiswa tersebut, maupun melalui proses pelatihan dari Unhas dan diuji oleh LSP.

Adapun Kepala Pusat Sertifikasi Profesi/Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin, Ir Mukti Ali ST MT PhD IPU, menyampaikan, seminar nasional ini menghadirkan para pimpinan lembaga, fakultas, prodi, hingga para assessor eksternal sebagai peserta.

“Tujuannya supaya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten bisa tersosialisasi ke seluruh masyarakat. Sehingga, selain kemampuan umum, mahasiswa juga bisa memiliki skill yang sudah teruji oleh LSP, dan menjadi salah satu persyaratan untuk diterima di dunia kerja,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin yang juga Ketua Dewan Pengarah LSP Universitas Hasanuddin, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K) sekaligus memberi sambutan, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nurwijoyo Satrio Aji Martono, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Jayadi Nas SSos MSi, dan Praktisi DUDI Saleh ST MM, sebagai pemateri.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik
Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026
Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Berita Terbaru