Vale Morowali, Progres pembangunan HPAL mencapai 21,5% Dan Target Beroperasi pada Kuartal IV-2026.

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kegiatan usaha Vale Indonesia (INCO). (FOTO: INCO)

 

 

dteksinews, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan mengeksekusi opsi penambahan kepemilikan saham hingga 30% di proyek-proyek smelter berteknologi high pressure acid leach (HPAL), terutama pada JV Pomalaa dan Sorowako.

Rencana itu diungkapkan oleh manajemen Vale Indonesia (INCO) dalam earnings call bersama para pelaku pasar, Rabu (8/4/2026), seperti dikutip Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Kamis (9/4/2026).

“Opsi top up hingga 30% di JV Pomalaa dan Sorowako paling cepat dieksekusi pada 2027 dan sudah dimasukkan ke rencana capex,” ungkap Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin.

Adapun pertimbangan utama INCO mengeksekusi opsi kepemilikan di proyek-proyek HPAL bukan hanya terkait EBITDA positif, tetapi juga kualitas smelter HPAL saat beroperasi.

Saat ini, INCO merupakan pemilik minoritas di seluruh proyek HPAL dengan kepemilikan di Bahodopi sudah final, sedangkan di Pomalaa dan Sorowako masih berupa opsi yang belum dieksekusi.

Progres pembangunan tambang di Pomalaa telah mencapai 60% per Januari 2026, sedangkan progres pembangunan HPAL sekitar 53% dengan target beroperasi pada kuartal III-2026.

Baca Juga:  Peltu Sanyoris, Bantu Warga Terdapak Bencana Pergeseran Tanah di Kecamatan Bahodopi 

“Pengiriman bijih perdana dipercepat 2 bulan menjadi Februari 2026 untuk persiapan uji coba,” sebut Melvin.

Lalu, di Bahodopi, Kabupaten Morowali, progres pembangunan tambang hampir rampung, yaitu sekitar 99% per Januari 2026. Progres pembangunan HPAL mencapai 21,5% dengan target beroperasi pada kuartal IV-2026.

Sedangkan Sorowako limonit masih tahap awal dengan progres pembangunan tambang sekitar 37% per Januari 2026, sementara progres pembangunan HPAL mencapai 17% dengan target beroperasi pada kuartal II-2027.

Selain progres ekspansi, manajemen INCO juga mengungkapkan biaya tunai (cash cost) nikel matte di tengah ketegangan Timur Tengah. Manajemen INCO berupaya menjaga cash cost nikel matte di bawah US$ 10.000/ton selama 2026 dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar US$ 9.339/ton.

Manajemen menjelaskan bahwa inventory energi perseroan mencapai 2 bulan dengan sumber energi terdiversifikasi (air, diesel, batu bara) dan inventory sulfur berkisar 33-35 minggu (8-9 bulan) sebagai buffer.(***)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Morowali, Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Desa Wosu
IGP Morowali “Good Mining Practices”
IMIP Raih Nusantara CSR Awards 2026
Kejari Morowali Sebut, Pengguna Narkoba Banyak di Bahodopi 
IMIP Ramah Perempuan, Wujudkan Kesetaraan Gender
ABG dan Batas Waktu Pilihan Kewarganegaraan, Ini Penjelasannya
Polsek Bahodopi, Amankan Pelaku  Penganiayaan Karyawan Brilink
Awal Tahun 2026, Bea Cukai Morowali Raih Prestasi Mengesankan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 10:11 WIB

Wabup Morowali, Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Desa Wosu

Sabtu, 11 April 2026 - 09:19 WIB

Vale Morowali, Progres pembangunan HPAL mencapai 21,5% Dan Target Beroperasi pada Kuartal IV-2026.

Jumat, 10 April 2026 - 09:59 WIB

IGP Morowali “Good Mining Practices”

Jumat, 10 April 2026 - 08:45 WIB

IMIP Raih Nusantara CSR Awards 2026

Kamis, 9 April 2026 - 11:12 WIB

Kejari Morowali Sebut, Pengguna Narkoba Banyak di Bahodopi 

Berita Terbaru

Budaya

Wabup Morowali, Hadiri Haul ke-58 Guru Tua di Desa Wosu

Sabtu, 11 Apr 2026 - 10:11 WIB

Kriminal

Lagi ,KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Sabtu, 11 Apr 2026 - 06:05 WIB