Ungkapan Bijak Masyarakat Kaili Berbasis Kearifan Lokal

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. H. Suaib Djafar, M.Si (Maestro Budayawan Kaili),(FOTO:IST)

 

 

*Ungkapan Bijak Masyarakat Kaili Berbasis Kearifan Lokal*

 

Oleh: Dr. H. Suaib Djafar, M.Si (Maestro Budayawan Kaili)

Masyarakat Kaili mewariskan banyak ungkapan bijak yang mengandung nilai moral, etika, dan tuntunan hidup. Salah satu ungkapan yang sarat makna adalah:

“Da Napai Da Nekarapai” (Waktu sulit masih didekati).

“Nariapa Nekalingasimo” (Begitu berada, lupa segalanya).

Serta ungkapan:

“Da Naria Danipokono” (Saat memiliki harta dan kedudukan, banyak yang menyukai).

“Napakasipa Niporayumo” (Begitu jatuh miskin, sudah dicampakkan).

Ungkapan ini mengajarkan bahwa kehidupan manusia selalu berputar. Ketika seseorang berada dalam kesulitan, masih ada orang yang datang memberi semangat dan harapan.

Namun, ketika telah berhasil dan memperoleh kekayaan atau kedudukan, jangan sampai melupakan jasa, persaudaraan, dan orang-orang yang pernah menemani dalam masa sulit.

Sebaliknya, ungkapan ini juga menjadi cermin kehidupan sosial bahwa tidak semua hubungan dibangun atas dasar ketulusan.

Banyak orang datang ketika seseorang berada dalam keadaan berkecukupan, tetapi ketika kemiskinan atau musibah datang, tidak sedikit yang menjauh bahkan meninggalkan. Oleh karena itu, masyarakat Kaili mengajarkan agar manusia tidak menilai seseorang berdasarkan harta atau kedudukannya, melainkan berdasarkan akhlak, kejujuran, dan kemanusiaannya.

Baca Juga:  Buruan Daftar! Kuota M-Paspor April Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Kehabisan!

Nilai luhur yang terkandung dalam ungkapan ini adalah pentingnya kesetiaan, rasa syukur, rendah hati, menghargai persahabatan, serta menjaga solidaritas dalam suka maupun duka. Kearifan lokal Kaili mengingatkan bahwa kekayaan dan kemiskinan hanyalah titipan yang dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan budi pekerti dan kepedulian kepada sesama merupakan warisan yang akan dikenang sepanjang masa.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ungkapan ini menjadi pedoman agar setiap orang tetap memelihara nilai Nosipeili (saling peduli), Nosimpotove (saling mengasihi), dan Nosimpoasi (saling menghormati). Dengan demikian, hubungan sosial akan tetap harmonis, tidak dibangun atas kepentingan sesaat, tetapi atas dasar persaudaraan yang tulus. Inilah esensi kearifan lokal masyarakat Kaili yang terus relevan dalam membangun kehidupan yang adil, bermartabat, dan penuh kebersamaan menuju Sulteng Nambaso.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat
JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia
Hadiri Peresmian  Fasilitas Polres Morowali, Ini Pesan Bupati Iksan
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Fasilitas Polres Morowali  
Berita ini 46 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:43 WIB

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun

Sabtu, 19 September 2026 - 12:33 WIB

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Berita Terbaru