Tolak Tambang Batu Gamping di Desa Laroue dan Geresa

- Penulis

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Palu-Hadirnya WIUP Batuan Gamping di desa laroue dan geresa hari ini sangat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, dimana sebagian masyarakat menggantungkan hidup dan keluarganya dengan hasil bertani dan nelayan.Kata Risman perwakilan fraksi bersih- bersih sulteng melalui rilisnya.Selasa (9/7/2024).

Didesa Laroue terdapat empat izin konsesi tambang batuan gamping dengan status WIUP PT Celebes Mineral Investama luas 45,50 Ha, PT Denmark Jaya Mandiri luas 97,98 Ha, PT Gelar Mineral Abadi luas 99,00 Ha, dan PT Graha Adidaya Makmur luas 59,00 Ha, proyek ini bukan hanya berada diatas lahan-lahan pertanian, melainkan juga akan merencanakan pembangunan jeti di area pesisir pantai desa laroue, dimana pinggiran pantai desa laroue di tumbuhi ekosistem mangrove yang membentang panjang, di tambah lagi lautnya yang menyimpan terumbu karang yg sangat luas menjadi sarang bagi ikan dan menjadi penghidupan bagi para nelayan sekitar. Ucap Risman.

Lanjutnya, pada hari ini selasa, 9 juli 2024 pihak gubernur provinsi mengundang kepala desa dan masyarakat desa laroue untuk menghadiri mediasi terkait WIUP Batuan Gamping, tetapi hal yang sangat disayangkan adalah kepala desa laroue tidak menghadiri undangan tersebut, dan memilih pergi ke undangan pertemuan di jakarta bersama PJ Bupati Morowali, sementara mediasi ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakatnya….. Harusnya sebagai seorng pemimpin dia bertanggung jawab atas masyarakatnya, dan kami menduga hadirnya WIUP batuan gamping ini erat kaitanya dengan kepala desa laroue, kecurigaan kami dia telah kong kalikong dengan pihak perusahaan….

Mediasi ini pula adalah renspon terhadap surat yang di layangkan masyarakat sejak bulan janurai 2024,tetapi baru di tindak lanjuti oleh pihak gubernur sulawesi tengah, hemat pikiran kami bahwa selama ini gubernur sulawesi tengah tutup mata terhadap kondisi daerah kami, upaya demonstrasi di daerah dan di provinsi yang sudah berbulan-bulan masyarakat lakukan sama sekali tidak pernah di dengar oleh gubernur Rusdi mastura

Baca Juga:  Transformasi Komunitas Dorong Keberlanjutan: PT Vale Indonesia Raih Subroto Award 2024

Kami juga menemukan kejanggalan di daerah kabupaten morowali, di mana masyarakat telah bertemu dengan pihak pemda morowali dalam upaya penolakan, pihak Pj. Bupati Morowali mengatakan akan melakukan upaya pencabutan, dan akan mengirim surat ke pemerintah provinsi sulawesi tengah untuk mencabut 4 WIUP tersebut, tetapi malah pihak pemprov membantah tidak adanya surat masuk dari Pemda Morowali. Kata Risman

Masih Kata Risman, adapun hasil dari mediasi hari ini belum ada poin yang diputuskan sebab sebagian dari turut di undang tidak menghadiri mediasi tersebut, termasuk kepala desa laroue, dinas lingkungan hidup provinsi sulawesi tengah, dan gubernur itu sendiri tidak turut menghadiri.

Tetapi perwakilan masyarakat yang di utus “mengatakan tidak ada embel-embel lain, tidak ada pembahasan lain, dan tidak ada toleransi lain selain menolak dan membatalkan 4 WIUP di desa laroue”

Selanjutnya pihak biro hukum gubernur mengatakan akan mengadakan mediasi kembali dan akan mengundang semua yang terlibat, tetapi yang menjadi sorotan kami adalah dia tidak menentukan kapan waktunya, ketakutan kami ini upaya mengulur waktu supaya pihak perusahaan melengkapi syarat administrasinya…. Padahal dengan tegas masyarakat desa kami mengatakan “lengkap dengan tidak lengkapnya administrasi perusahaan tersebut kami tetap menolak adanya pertambangan di desa kami”.

Kami juga yang tergabung dalam fraksi bersih-bersih sulteng akan terus melakukan kampanye penolakan batuan gamping tersebut, kedepan akan ada pengerahan masa besar-besaran di salah satu dinas terkait, jika tuntutan kami ini tidak di tindak lanjuti, ujar Risman(***)

(Risman perwakilan fraksi bersih-bersih sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adaptasi dengan Perubahan Tatanan Global dan Evolusi Kecerdasan Buatan
Polres Morowali Utara, Tangkap Pelaku dan sita Shabu seberat 228,62 gram 
Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perubahan Perbup Tarif Tenaga Listrik Morowali
Wabup Iriane Iliyas, Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Morowali Menuju MTQ Tingkat Sulteng 
Ketua IPPMIM Makassar: Sengketa Tanah Milik Dg.Mapoji, Negara harus Hadir Memberikan Kepastian Hukum kepada Seluruh Pihak
Danrem 132/Tadulako Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Baina’a Barat
Presiden Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah
Susunan Terbaru Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Vale Indonesia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:59 WIB

Adaptasi dengan Perubahan Tatanan Global dan Evolusi Kecerdasan Buatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:50 WIB

Polres Morowali Utara, Tangkap Pelaku dan sita Shabu seberat 228,62 gram 

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perubahan Perbup Tarif Tenaga Listrik Morowali

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:39 WIB

Wabup Iriane Iliyas, Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Morowali Menuju MTQ Tingkat Sulteng 

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:11 WIB

Ketua IPPMIM Makassar: Sengketa Tanah Milik Dg.Mapoji, Negara harus Hadir Memberikan Kepastian Hukum kepada Seluruh Pihak

Berita Terbaru