Sinergi Bersama Pemerintah, IMIP Wujudkan Kawasan Industri Berkelanjutan

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memerkuat sinergi strategis bersama pemerintah dalam mewujudkan kawasan manufaktur yang modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,(foto:ist)

 

dteksinews, Morowali – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memerkuat sinergi strategis bersama pemerintah dalam mewujudkan kawasan manufaktur yang modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Komitmen ini menjadi bagian penting dari penyelarasan kebijakan nasional serta upaya jangka panjang perusahaan dalam menerapkan tata kelola industri yang unggul.Jumat(27/3/2026)

Dalam penguatan pemantauan lingkungan secara real-time, IMIP sebagai pengelola kawasan secara proaktif mendorong seluruh tenant untuk meningkatkan standar pengawasan lingkungan melalui teknologi canggih. “Salah satunya dengan memasang instrumen Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS). Setiap cerobong asap tenant dilengkapi alat pemantau emisi secara kontinu dan real-time. Sistem ini mengukur parameter penting seperti SO₂, NOx, CO, partikulat, dan Hg, serta terintegrasi langsung dengan server milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” jelas Deputi Manager Environmental Department PT IMIP, Mardhika Lunaria Jenned, Jumat (27/03/2026).

IMIP juga telah memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SISPEK) yang dikelola langsung platform KLHK. “Sistem ini memantau kualitas serta debit air limbah secara otomatis dan akurat dari titik pembuangan,” sambung Mardhika.

Dalam aspek lain, secara berkala, IMIP rutin melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh karyawan. Hingga awal 2026 ini, sebanyak 37 tenant di kawasan IMIP telah menjalani audit eksternal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012. Audit dilakukan langsung oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan RI. Fokusnya pada 12 elemen utama, termasuk kebijakan K3, perencanaan, implementasi, serta pelaporan perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kesbangpol, TNI- Polri dan PWI Morowali Bagikan 10 Ribu Bendera Merah Putih

IMIP tidak hanya fokus pada aspek lingkungan dan keselamatan, tetapi juga aktif mengembangkan talenta lokal melalui program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang komprehensif. Salah satunya melalui pelatihan intensif penguasaan teknologi hilirisasi nikel, kerja sama vokasi dengan perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik ATI Makassar. “Ada program pengiriman karyawan untuk studi dan pelatihan ke Tiongkok, program magang bagi mahasiswa D3/D4/S1 (minimal semester 5) melalui skema Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kemendikbudristek serta magang mandiri,” kata Head of Media Department PT IMIP, Dedy Kurniawan.

Peserta magang mendapatkan fasilitas lengkap berupa uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta kesempatan direkrut sebagai karyawan tetap.

“Kami percaya bahwa tata kelola yang baik dan kepatuhan tinggi terhadap regulasi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan industri berkelanjutan. IMIP senantiasa memerkuat sinergi dengan pemerintah. Ini bukan hanya soal pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan kawasan industri kami memberikan manfaat optimal bagi industri nasional, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” tambah Dedy Kurniawan. (*/dteksinews)

 

Narahubung: Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Pemuda Bersatu:Diduga Akibat Aktivitas PT KDR dan PT ABM Sungai Menjadi Keruh 
PT.FMI Memakan korban, Karang Taruna Desa Bete-Bete  Soroti Minimnya  Penerapan K3 Perusahaan 
Tragedi Kecelakaan Kerja PT FMI, GRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Penerapan K3 
Buruan Daftar! Kuota M-Paspor April Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Kehabisan!
Pasca Libur , Pegawai Dishub Morowali Malas Masuk Kantor 
Usai Cuti Lebaran Idulfitri,Pegawai Kantor Bupati Morowali Malas Masuk Kantor 
Sepele Tapi Berisiko: Paspor Rusak Bisa Hambat Perjalanan Anda
CEO PT Vale Indonesia, Tinjau Progres Pembangunan Fasilitas HPAL Di Sambalagi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:08 WIB

Gerakan Pemuda Bersatu:Diduga Akibat Aktivitas PT KDR dan PT ABM Sungai Menjadi Keruh 

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58 WIB

Sinergi Bersama Pemerintah, IMIP Wujudkan Kawasan Industri Berkelanjutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:53 WIB

PT.FMI Memakan korban, Karang Taruna Desa Bete-Bete  Soroti Minimnya  Penerapan K3 Perusahaan 

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:00 WIB

Tragedi Kecelakaan Kerja PT FMI, GRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Penerapan K3 

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:08 WIB

Buruan Daftar! Kuota M-Paspor April Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Kehabisan!

Berita Terbaru