Temu Sutrisno,(FOTO:IST)
*Rakyat yang Taat*
Oleh: Temu Sutrisno
Kami rakyat Indonesia,warga yang selalu taat,membayar retribusi dan pajak tanpa cela,hanya untuk menafkahi para pejabat, menteri, dan anggota dewan yang menyebut dirinya mulia.
Kami rakyat Indonesia,warga yang senantiasa patuh,menyetor kewajiban tanpa mengeluh,hanya untuk mengenyangkan kantong keruh para pemangku kuasa pemetik korupsi yang tertawa angkuh.
Kami rakyat Indonesia,warga yang menjunjung tinggi negeri,rela menahan lapar dalam sepi,hidup terhimpit tanpa lapangan kerja,asalkan pejabat bergelimang harta.
Kami rakyat Indonesia,rela berkorban jiwa dan raga,sudi mendudukkan mereka di singgasana,meski tanah leluhur digusur paksa,dirampas serakah para pengusaha.
Kami rakyat Indonesia,berbaik hati menelan sengsara,membiarkan anak-anak kami kurang gizi,demi membiayai kemewahan keluarga politisi yang gemar pamer gaya hidup setiap hari.
Kami rakyat Indonesia,pemilik suara yang sabar menanti,dibuai janji-janji manis saat pemilu,lalu dilupakan usai pesta berlalu,ditinggalkan dalam kegelapan yang sama tanpa lampu.
Kami rakyat Indonesia,penjaga setia hukum yang keras,tunduk pada undang-undang yang tumpul ke atas,tajam meremas yang bawah,menghukum ketidakberdayaan tanpa ampun dalam pongah .
Kami rakyat Indonesia,penonton setia di panggung sendiri,melihat aset bangsa dijual murah,atas nama investasi dan kemajuan palsu,sementara kami asing di tanah kelahiran ibu pertiwi.
Kami rakyat Indonesia,pemikul beban utang yang kian menggelembung,dituntut mengencangkan ikat pinggang,saat tunjangan penguasa melambung,tanpa pernah tahu kapan penderitaan berujung.
Kami rakyat Indonesia,yang taat hingga batas ingatan,menatap masa depan dengan mata letih,masih bertanya dalam bisikan yang perih:sampai kapan kesetiaan ini dijadikan tumbal?
Hai rakyat Indonesia,sudah saatnya merapatkan barisan,angkat kepala bangun dari tidur panjang,kepalkan tangan kibarkan bendera:
Lawan!!! ***
Tana Kaili, 28 Juli 2026














