PT Vale Terus Bertumbuh dan Melangkah Maju Menuju Fondasi yang Lebih Kuat

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik pengolahan Nikel PT Vale Indonesia Tbk,(FOTO:Humas Vale)


 

dteksinews, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, Kode Saham IDX: INCO) hari ini mengumumkan hasil produksi dan kinerja keuangan untuk triwulan kedua tahun 2026 (2T26). Perseroan membukukan kinerja operasional dan keuangan yang solid selama periode tersebut, yang mencerminkan kemajuan dalam membangun fondasi produksi yang lebih kuat.Rabu(29/7/2026)

Didukung oleh disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, PT Vale tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Pada 2T26, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton (ton) nikel dalam matte, meningkat sekitar 19% dibandingkan 13.620 ton pada 1T26. Dengan demikian, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.

Peningkatan ini mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif.

Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan.

Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel. Pada 2T26, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta wmt. Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 495.601 wet metric ton (wmt) pada 2T26*, sehingga volume penjualan kumulatif sepanjang semester pertama 2026 mencapai *584.584 wmt*. Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

PT Vale membukukan kinerja keuangan yang solid pada 2T26, didukung oleh peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin. Produksi nikel matte meningkat 19% secara triwulanan (QoQ) menjadi 16.153 ton, sementara volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton.

 

Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi AS$14.765 per ton, meningkat 4% QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai AS$290 juta, atau naik 15% dibandingkan 1T26.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level AS$10.005 per ton pada 2T26, membaik dibandingkan AS$10.382 per ton pada 1T26, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya.

 

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu AS$21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat Pada 2T26, konsumsi energi meningkat terutama sejalan dengan kenaikan produksi nikel dalam matte dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan konsumsi HSFO selama periode tersebut sebagian besar diimbangi oleh peningkatan volume penggunaan batu bara untuk mendukung kebutuhan operasional. Konsumsi diesel juga meningkat, mencerminkan bertambahnya aktivitas penambangan di operasi Sorowako. Sementara itu, harga energi menunjukkan tren kenaikan, dengan harga HSFO, diesel, dan batu bara masing-masing meningkat sekitar 25%, 40%, dan 12%.

Baca Juga:  Bagikan Bingkisan ke 500 Anak Yatim dan 100 Panti Asuhan, PT Vale Dukung Program Amaliah Ramadan

Kenaikan ini dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang berlangsung serta dampaknya terhadap pasar energi global.

EBITDA meningkat signifikan sebesar 45% secara triwulanan menjadi AS$116 juta, mencerminkan peningkatan operating leverage dan profitabilitas Perseroan. Laba bersih mencapai AS$61 juta, meningkat 39% dibandingkan AS$44 juta pada triwulan sebelumnya, yang menegaskan

pertumbuhan laba Perseroan yang kuat di tengah lingkungan harga yang lebih kondusif.

Selama triwulan tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sekitar AS$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan strategisnya.

Pada 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar AS$111 juta, dibandingkan AS$220 juta pada 31 Maret 2026, hal ini terutama mencerminkan aktivitas investasi yang terus berlangsung

selama periode tersebut. PT Vale tetap berkomitmen pada alokasi modal yang bijaksana dan manajemen likuiditas yang disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus terus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Industri hilirisasi nikel Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, yang ditandai dengan tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi, sebuah komponen utama dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale.

Bekerja sama dengan GEM Co., Ltd. dan EcoPro, PT Vale memperingati tonggak penting ini melalui acara BNSI Autoclave Delivery Ceremony yang diselenggarakan pada 22 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, yang menegaskan pentingnya proyek tersebut secara strategis. “Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale. Ke depan, Perseroan akan terus mempercepat pengembangan proyek- proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk antara yang sangat penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Perseroan. Pencapaian operasional dan hasil keuangan interim telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya – semua angka dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan pengirimannya yang dinyatakan dalam metrik ton.(***)

Sumber: Humas Vale

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat
JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia
Hadiri Peresmian  Fasilitas Polres Morowali, Ini Pesan Bupati Iksan
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Fasilitas Polres Morowali  
Pemkab Morowali Raih Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah Regional Sulawesi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:33 WIB

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Sabtu, 19 September 2026 - 05:23 WIB

Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia

Berita Terbaru