Presiden Prabowo Umumkan Ekspor  Komoditas  Raksasa RI Senia Rp.1.100 Triliun 

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Jakarta-Ada yang berbeda di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu pagi 20 Mei 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Presiden Republik Indonesia duduk langsung di hadapan para anggota DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027. Bukan wakilnya, bukan pula menterinya  melainkan Presiden Prabowo Subianto sendiri, memilih momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk tampil di forum paling terhormat negeri ini.

Dan ternyata, ia tidak sekadar membawa angka. Ia membawa kabar besar.

Di hadapan para legislator, Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah yang mewajibkan penjualan komoditas ekspor sumber daya alam Indonesia dilakukan satu pintu melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Tiga komoditas pertama yang masuk dalam skema baru ini adalah minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi atau ferroalloys.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan kuat di baliknya. Tujuan utamanya adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, memberantas praktik underinvoicing, transfer pricing, serta dugaan pelarian devisa hasil ekspor (DHE) yang selama ini merugikan negara. Prabowo memastikan bahwa BUMN yang ditunjuk hanya berfungsi sebagai fasilitas pemasaran, dan hasil penjualan tetap diteruskan sepenuhnya kepada para pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut.

Lalu mengapa justru tiga komoditas ini yang dipilih? Jawabannya ada pada bobot ekonominya yang luar biasa.

Dalam paparannya, Prabowo menyebut Indonesia memiliki posisi kuat sebagai salah satu eksportir terbesar dunia untuk sejumlah komoditas strategis. Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia, dengan devisa dari ekspor sawit pada 2025 diperkirakan mencapai USD 23 miliar atau sekitar Rp391 triliun. Angka itu saja sudah setara dengan anggaran belanja beberapa provinsi besar digabungkan.

Baca Juga:  Pangdam XV/Pattimura, Berikan Penghargaan Kepada Sembilan Prajurit Berprestasi

Ekspor batu bara menyumbang USD 30 miliar atau setara Rp510 triliun, sementara ekspor ferroalloys  produk hilirisasi bijih nikel dan mineral lain mencapai USD 16 miliar atau setara Rp272 triliun. Tiga komoditas ini secara keseluruhan menyumbang total devisa lebih dari USD 65 miliar atau setara Rp1.100 triliun.

Angka ferroalloys itu menjadi yang paling menarik dicermati. Indonesia tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tetapi sudah naik kelas menjadi pengekspor produk olahan bernilai tinggi. Klaim sebagai eksportir ferroalloys terbesar dunia disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato resminya di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden sengaja memilih momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk menyampaikan langsung pidato ekonomi pemerintah, dengan tujuan mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.

Pesan yang ingin disampaikan Prabowo kiranya jelas: kekayaan alam Indonesia selama ini memang luar biasa besar, tetapi hasilnya belum sepenuhnya kembali ke kantong negara. Kini, pemerintah mengambil langkah konkret agar setiap dolar yang dihasilkan dari bumi Indonesia benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Pemkab Morowali Raih Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah Regional Sulawesi
Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
Presiden Prabowo  Menerima Kunker Wakil Petdana Menteri Malaysia 
Operasi Nila Jaya 2026, Satresnarkoba Polres Jakbar Amankan Dua Tersangka dan Ribuan Obat Keras serta Catridge Etomidate
Operasi Nila Jaya 2026, Polsek Cengkareng Ungkap Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G
Kemendagri Berikan Apresiasi Kepada Pemda Berprestasi Regional Maluku-Nusa Tenggara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Jumat, 18 September 2026 - 15:47 WIB

Pemkab Morowali Raih Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah Regional Sulawesi

Jumat, 18 September 2026 - 12:25 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo  Menerima Kunker Wakil Petdana Menteri Malaysia 

Berita Terbaru