dteksinews, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026). Pertemuan tertutup tersebut dihadiri langsung oleh Panglima TNI beserta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Angkatan Laut (KSAL), dan Angkatan Udara (KSAU).
Agenda utama pertemuan ini menyoroti evaluasi dan penajaman arah strategi pertahanan nasional untuk menghadapi tantangan masa depan. Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik regional, Presiden Prabowo menekankan urgensi transformasi militer yang lebih adaptif. Beliau secara khusus menggarisbawahi pentingnya transisi dari sekadar belanja alutsista menjadi penguatan kapasitas industri pertahanan domestik. Hal ini dinilai krusial untuk menjamin kemandirian operasional TNI agar tidak mudah didikte oleh dinamika rantai pasok global.
Selain modernisasi peralatan, pembahasan juga mencakup peningkatan kesejahteraan prajurit dan kesiapan menghadapi ancaman hibrida, termasuk peperangan siber yang kian nyata. Presiden menginstruksikan agar seluruh matra memperkuat sinergi inter-operabilitas dan menjaga kesiapsiagaan penuh di titik-titik vital perbatasan. Konsolidasi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun postur pertahanan yang tidak hanya memiliki daya gentar (deterrence) tinggi, tetapi juga mampu merespons dinamika keamanan global secara cepat dan efektif demi kedaulatan NKRI.(*/dteksinews)
Sumber: Suara














