Nelayan Asal Morowali, Diamankan Ditpolairud Polda Sulteng dan PSDKP

- Penulis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Palu– Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) bekerja sama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil mengamankan sebuah kapal penadah ikan hasil destructive fishing di perairan Kabupaten Banggai Laut, dikutip diksi.net.

Kapal dengan mesin 19 GT, KM. Mutiara Bulan 01, beserta empat awak kapal ditangkap pada Jumat (11/10/2024) di sekitar Pulau Tropot Kecil, Kecamatan Bokan Kepulauan, Banggai Laut.

Kabid Humas Polda Sulteng, melalui Kasubbid Penmas AKBP Sugeng Lestari, mengungkapkan bahwa kapal tersebut membawa ikan hasil penangkapan dengan metode destructive fishing, yang merusak ekosistem laut. “Penangkapan ini merupakan hasil sinergi antara Ditpolairud Polda Sulteng dan PSDKP, setelah mendapatkan laporan dari Kepala PSDKP Pangkalan Bitung,” ujar AKBP Sugeng Lestari pada Sabtu (12/10/2024) di Palu.

KM. Mutiara Bulan 01 diketahui berencana menjual ikan hasil tangkapan ilegal tersebut ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Empat awak kapal yang diamankan, semuanya warga Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, masing-masing berinisial S (45), Fa (20), Fd (22), dan A (25).

Baca Juga:  Mendagri Sebut Dirjen Keuda Sukses Jadi Pj Gubernur Papua: Terima Kasih Banyak Pak Fatoni

Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk kapal 19 GT, sekitar dua ton ikan hasil tangkapan, mesin Mitsubishi PS 120, mesin Yanmar 300, delapan keranjang plastik, dan sepuluh gabus berisi ikan.

Para pelaku kini diamankan di Markas Ditpolairud Polda Sulteng dan dijerat dengan Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, serta Pasal 480 KUHP dan/atau Pasal 55 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp 1 miliar.

“Ini adalah upaya tegas kami untuk menindak pelanggaran perikanan yang merusak ekosistem laut dan mengancam kelestarian sumber daya alam perairan,” pungkas AKBP Sugeng.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 
Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029
Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 
Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya
Bupati Morowali Sampaikan Pendapat Akhir KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026
Bupati Iksan Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Morowali Tahun 2026
DPRD dan Pemkab Morowali Gelar Rapat Paripurna Masa Persidangan III
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:08 WIB

MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya

Berita Terbaru

Berita

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:24 WIB