Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali, Amir Aminudin,(foto:ist)
dteksinews, Morowali- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali, Amir Aminudin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Bupati Morowali atas dukungan terhadap penguatan layanan ekspor-impor di daerah. Ia menyebutkan, capaian tersebut menjadi langkah strategis bagi kemajuan perdagangan Morowali.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar sepekan lalu tim dari kementerian terkait telah melakukan verifikasi dan monitoring langsung di Kabupaten Morowali. Kegiatan tersebut bertujuan untuk penilaian pemberian kewenangan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang sebagai syarat utama ekspor dan impor. Ungkap Amir saat ditemui diruang kerjanya pada Selasa (27/1/26).
Dengan adanya verifikasi tersebut lanjut Amir, penerbitan SKA bagi para pelaku usaha ekspor, khususnya tenant besar di kawasan industri IMIP dan BTIIG, nantinya akan dilakukan langsung oleh pemerintah daerah melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSK) Dinas Perindag Morowali.
Lebih lanjut, dirinya menyatakan bahwa sesuai jadwal, pada Februari mendatang Kementerian Perdagangan Republik Indonesia akan resmi mengeluarkan kewenangan penerbitan SKA tersebut. Kebijakan ini diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan bagi hasil daerah, mengingat selama ini proses ekspor tenant IMIP masih melalui IPSKA Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
“Dengan dialihkannya proses administrasi ekspor melalui IPSKA Kabupaten Morowali, pemerintah daerah optimistis seluruh kegiatan ekspor dapat terpusat di Morowali. Hal ini sekaligus menjadi dasar pembukaan penuh layanan administrasi ekspor-impor melalui pintu ekspor Kabupaten Morowali pada tahun 2026, sesuai ketentuan nasional,” Ujar Amir Aminudin.
Ditambahkan Amir Aminudin, selain itu, pada tahun 2026 pihaknya menjalankan sejumlah program strategis yang selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Morowali. Program tersebut difokuskan pada penguatan sektor perdagangan melalui revitalisasi pasar rakyat.
Amir menjelaskan, sejak tahun 2025 Dinas Perindag telah melakukan revitalisasi pasar-pasar pemerintah yang ada di Morowali. Revitalisasi dilakukan melalui penataan ulang desain dan pembangunan infrastruktur guna memperbaiki kondisi serta meningkatkan produktivitas perdagangan di pasar.
Salah satu pasar yang menjadi perhatian utama adalah Pasar Bahodopi yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Dari empat pasar secara nasional pada 2025, Pasar Bahodopi menjadi salah satunya dan direncanakan akan segera diresmikan oleh Menteri Perdagangan. Pasar ini akan menjadi pasar percontohan dengan penerapan sistem digitalisasi, termasuk penggunaan e-money untuk transaksi dan pengelolaan parkir.
Ia menambahkan, Pasar Bahodopi ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada Mei 2026 sebagai pasar tematik industri yang mendukung hilirisasi industri di Kabupaten Morowali. Saat ini pemerintah daerah berupaya merampungkan pembangunan pagar dan fasilitas pendukung lainnya agar operasional perdana dapat berjalan optimal.
Selain revitalisasi, pada awal 2026 Dinas Perindag juga mulai melakukan penertiban penggunaan pasar agar aktivitas jual beli tidak lagi berlangsung di bahu jalan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendorong peningkatan retribusi pasar serta menjaga stabilitas harga untuk menekan laju inflasi di Morowali. Ujar mantan Kadis Pendidikan Daerah Morowali tersebut.pungkas Amir Aminudin.(*/IKP)
Editor: Supriyono














