Misteri Mita, Wanita Asal Wajo yang Hilang 2 Tahun Terungkap, Polisi Tangkap Sopir Travel

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JASAD:Personel Polres Morowali temukan jasad  Mita,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Morowali – Misteri hilangnya Paramita Titania Angelina alias Mita, perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.

Setelah dua tahun berlalu, polisi berhasil mengungkap dugaan kasus pembunuhan yang terjadi di Jalur Seba-Seba, Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama, Polres Wajo, Polres Mamuju dan Polres Morowali.

Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial A alias LMP (37), yang diduga sebagai pelaku sekaligus sopir mobil travel yang membawa korban dari Kabupaten Wajo menuju Morowali.

Terduga pelaku diamankan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 21.30 WITA, di Dusun Mau, Desa Battuada, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Wawan Kurnadi, S.Tr.K., S.I.K. mengungkapkan, kasus tersebut terjadi pada 22 Juli 2024 sekitar pukul 16.30 WITA.

Saat itu, korban berangkat dari Kabupaten Wajo menuju Kabupaten Morowali menggunakan jasa mobil travel yang dikemudikan oleh terduga pelaku. Di dalam kendaraan tersebut hanya terdapat korban dan terduga pelaku.

Menurut keterangan Polisi, dalam perjalanan terjadi peristiwa yang dipicu oleh rasa sakit hati terduga pelaku terhadap ucapan korban saat sedang berbicara melalui telepon.

“Saat itu di dalam mobil hanya ada Mita dan terduga pelaku. Terduga pelaku sakit hati dengan kata-kata Mita yang sedang mengobrol melalui telepon, sehingga terduga pelaku menghantam korban menggunakan kunci roda di bagian belakang leher sebanyak satu kali,” ujar AKP Wawan, Senin (10/8/2026).

Usai memukul korban, terduga pelaku melihat Mita sudah tidak bergerak. Ia kemudian menghentikan kendaraan dan menurunkan korban dari dalam mobil.

Setelah memastikan korban tidak lagi bernapas, terduga pelaku diduga membungkus tubuh Mita menggunakan hammock atau buaian gantung berwarna biru, kemudian memasukkannya ke dalam karung berwarna putih.

Baca Juga:  Polres Morowali Ungkap Kasus Narkotika di Desa Kolono, Dua terduga Pelaku Ditahan

Jenazah korban selanjutnya dibuang ke sebuah jurang di kawasan Jalur Seba-Seba untuk menghilangkan jejak.

“Untuk menghilangkan jejak, terduga pelaku mengambil dua unit handphone Android dan satu buah dompet berisi ATM BRI dan ATM BNI. Selanjutnya pria tersebut melanjutkan perjalanan,” ungkap AKP Wawan.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian aparat kepolisian. Melalui serangkaian penyelidikan dan pendalaman terhadap sejumlah petunjuk, Polres Morowali bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Wajo dan Polres Mamuju akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku.

Meski sempat melarikan diri, Polisi akhirnya berhasil mengamankan A alias LMP di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“Walaupun sempat melarikan diri, pihak kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku. Ia juga menyatakan keinginannya untuk menyerahkan diri dan mengakui telah menghilangkan nyawa Mita,” bebernya.

Tak berhenti pada penangkapan terduga pelaku, Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap keberadaan korban berdasarkan keterangan dan hasil penyelidikan yang diperoleh.

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, Jenazah Mita akhirnya ditemukan di kawasan Jalur Seba-Seba, Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses autopsi guna kepentingan penyidikan serta memastikan penyebab kematian.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjawab misteri keberadaan Mita yang telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

Polisi kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk melengkapi alat bukti dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Sementara terduga pelaku selanjutnya akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBM Lokal Sambalagi Minta Kepastian Usaha, Dorong Persoalan Bongkar Muat IGIP Diselesaikan Lewat Forum Resmi
Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026
Diduga Tidak Komitmen, PT.BTIIG & PT.IHIP di Demo Warga Topogaro
Pengurus PWI Morowali Priode 2026-2029 Resmi Dikukuhkan , Ini Strukturnya 
Hilirisasi kebijakan Pertambangan Sulawesi Tengah: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi dan Resentralisasi Tatakelola
Mengukuhkan ‘Pers Kebangsaan’ di Tengah Pusaran Magnet Ekonomi Morowali
Tanggapi Kritikan FORBES Morowali, PT Rezky Utama Jaya Tegaskan Fokus Benahi Penanganan Debu
Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:01 WIB

PBM Lokal Sambalagi Minta Kepastian Usaha, Dorong Persoalan Bongkar Muat IGIP Diselesaikan Lewat Forum Resmi

Minggu, 27 September 2026 - 08:29 WIB

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

Minggu, 27 September 2026 - 07:52 WIB

Diduga Tidak Komitmen, PT.BTIIG & PT.IHIP di Demo Warga Topogaro

Minggu, 27 September 2026 - 07:01 WIB

Pengurus PWI Morowali Priode 2026-2029 Resmi Dikukuhkan , Ini Strukturnya 

Minggu, 27 September 2026 - 06:28 WIB

Hilirisasi kebijakan Pertambangan Sulawesi Tengah: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi dan Resentralisasi Tatakelola

Berita Terbaru