Mayjen TNI Farid Makruf Raih Gelar Doktor Cumlaude dari Universitas Tadulako

- Penulis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Palu- Prestasi gemilang berhasil diraih oleh Mayjen TNI Farid Makruf yang berhasil lulus ujian doktor dengan predikat cumlaude dengan nilai IPK 3,99 di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, dikutib dari timesindonesia,Senin, (5/8/2024).

Dengan penuh kegembiraan, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf menerima gelar doktor dengan predikat cumlaude atas kerja keras dan dedikasinya selama menyelesaikan disertasinya.

Disertasinya yang berjudul “Analisis Sistem Budaya Ketadulakoan dalam Perspektif Ketahanan Nasional” program studi Farid Makuf mendapat pujian dari para penguji dan dosen pembimbingnya.

 

Salah satu pujian datang dari Prof. Dr. H. Muh. Akbar, M.Si dari Universitas Hasanudin. Menurutnya hasil penelitian Mayjen TNI Dr Farid Makruf tentang Ketadulakoan itu sangat luar biasa.

 

Menurut Prof Akbar, Promovendus dalam penelitiannya mengungkap banyak hal, yang mungkin belum pernah diketahui olehnya dan kawan-kawannya sekalipun lahir dan besar di tanah Tadulako.

“Ini adalah hal yang baru, menandakan keluasan dan kedalaman ilmu intelejen dari promovendus. Saya sangat mengapresiasi karena temuannya ini sangat orisinil,” ungkapnya di ruang sidang ujian terbuka promosi Doktor Farid Makruf di Universitas Tadulako.

Tidak hanya itu, Farid Makruf juga dinilai banyak memberikan saran dan solusi terkait mengapa budaya Ketadulakoan ini harus diangkat kembali.

“Hal tersebut menandakan bahwa penguasaan promovendus terhadap apa yang diajukannya sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan doktor itu sangat layak dipertimbangkan,” tegasnya.

Hal yang tidak kalah menariknya, sambungnya, disertasi ini menunjukan kemampuan, kepedulian, kejelian dan kosentrasi Farid Makruf untuk memadukan teori dengan pengalamannya dalam pengembangan ilmu dan tugas sehari-harinya sebagai penjaga ketahanan nasional.

Terhadap prestasi Mayjen TNI Dr. Farid Makruf dalam meraih gelar doktor cumlaude dari Universitas Tadulako juga dinilai sangat positif oleh Prof. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si

Ia mengapresiasi kedalaman penelitian Farid Makruf yang berhasil mengungkap banyak hal baru terkait Sistem Budaya Ketadulakoan dalam Perspektif Ketahanan Nasional.

“Karya ilmiah Mayjen TNI Dr. Farid Makruf menunjukkan keahlian dan kepedulian yang luar biasa dalam memadukan teori dengan pengalaman praktisnya,” ucapnya.

“Prestasi ini tidak hanya memperlihatkan keunggulan akademisnya, tetapi juga kontribusi yang berharga dalam pengembangan ilmu dan pemahaman tentang budaya lokal terkait ketahanan nasional,” tambahnya.

Dalam konteks penelitian yang dilakukan oleh Farid Makruf, Nur Ali juga menyoroti nilai orisinalitas temuan yang disampaikan oleh promovendus.

Ia meyakini bahwa sumbangan ilmiah dari disertasi tersebut memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan pengetahuan tentang budaya Ketadulakoan dan relevansinya terhadap ketahanan nasional.

Dengan demikian, melalui kerja keras, dedikasi, dan kecemerlangan akademisnya, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf telah menunjukkan bahwa ia layak untuk dihormati atas pencapaiannya dalam meraih gelar doktor cumlaude dan kontribusinya yang berarti dalam dunia akademis serta pertahanan negara.

Baca Juga:  Program PT Vale di Pomalaa, Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar ST, MT., IPU., ASEAN Eng yang memimpin langsung sidang ujian terbuka promosi doktor Farid Makruf di Universitas Tadulako itu mengapresiasi prestasi gemilang Farid Makruf dalam meraih gelar doktor cumlaude dari Universitas Tadulako.

Menurutnya, disertasi Farid Makruf yang berjudul ‘Analisis Sistem Budaya Ketadulakoan dalam Perspektif Ketahanan Nasional’ telah menunjukkan kedalaman ilmu, keahlian, dan kontribusi yang luar biasa dalam memajukan pengetahuan tentang budaya lokal dan kaitannya dengan ketahanan nasional.

“Saya bangga dan mengapresiasi serta mengucapkan selamat kepada Mayjen TNI Dr. Farid Makruf atas prestasinya yang luar biasa,” ucapnya.

Menurutnya, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Tadulako, namun juga sekaligus menyemangati semua pihak untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Selamat atas pencapaian gemilang ini, semoga gelar doktor yang diraih menjadi bekal berharga untuk terus berkontribusi dalam dunia akademis dan pertahanan negara,” ucapnya.

“Teruslah menginspirasi generasi muda dan memberikan sumbangan yang berarti dalam menjaga keberlanjutan keilmuan dan kebudayaan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional. Selamat dan sukses selalu!” Tambahnya.

Mayjen TNI Dr Farid Makruf sendiri mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama proses pendidikan doktoral ini.

Ucapan terima kasih yang pertama ditujukan kepada para pembimbingnya masing-masing Prof. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si dan Dr. Ahmad Herman, M.Si, yang telah memberikan bimbingan, nasihat, dan dorongan tanpa henti selama proses penelitian ini.

Mantan Pangdam V Brawijaya, Jawa Timur ini juga berterima kasih kepada seluruh tim penguji yang terdiri dari Prof. Amar, Prof. Adam Malik, Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si, MH, Dr. Hasan Muhammad, Prof. Dr. H. Muh. Akbar, M.Si, CWM, Dr. Ir. Benny Hutahayan, S.H, M.H, M.P.A, Prof. Slamet, dan Dr. Sitti Chaeriah Ahsan, M.Si.

“Ujian ini menjadi lebih bermakna dengan masukan dan pertanyaan kritis yang diberikan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.

Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarganya yang selalu memberikan dukungan moral dan motivasi tanpa henti. “Tanpa mereka, saya tidak akan bisa mencapai titik ini,” ucapnya.

Terakhir, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh teman, rekan kerja, dan staf Universitas Tadulako yang telah memberikan dukungan serta bantuan teknis dan administratif selama proses studinya.

Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berusaha dan berprestasi di bidang akademis maupun profesi.

Dengan kelulusanya, Mayjen TNI Dr Farid Makruf telah menorehkan sejarah baru dalam kariernya serta memberikan motivasi bagi banyak orang untuk terus mengembangkan diri dan mencapai prestasi yang lebih tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup
Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi
Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan
Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?
Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali
Perkuat  Kemitraan ,PWI  Silaturahmi  dengan Polda Sulawesi Tengah 
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Pastikan Operasional dan Investasi Berlanjut
Jaga Keamanan  Tetap Kondusif, Babinsa Pererat Silaturahmi  Dengan Warga Binaan 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:22 WIB

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:02 WIB

Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:55 WIB

Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:32 WIB

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:02 WIB

Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali

Berita Terbaru

Berita

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Jan 2026 - 15:22 WIB

Berita

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Jumat, 16 Jan 2026 - 02:32 WIB