Mantan Karyawan BI Sulteng Kembali Demo, Pimpinan BI Enggan Berkomentar

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Palu- Untuk ketiga kalinya, mantan karyawan outsourcing Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (27/2). Mereka menuntut keadilan atas pemecatan yang dinilai sepihak dan tidak adil.

Aksi ini berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan ketat Polresta Palu. Para demonstran turut didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garda Keadilan Nusantara (GKN).

Ketua GKN, Aceng Lahay, menegaskan kehadirannya sebagai bentuk pendampingan hukum terhadap para mantan karyawan yang merasa dizalimi.

“Saya hadir untuk memberikan pendampingan hukum dan menyuarakan aspirasi mereka. Para mantan karyawan BI Sulteng ini sedang mencari keadilan,” ungkap Aceng Lahay dalam orasinya.

Sementara itu, AKBP Pol (Purn) Soemantri Sudirman, yang memimpin aksi, kembali mempertanyakan keputusan pemecatan yang ia sebut sarat kejanggalan. Ia sendiri termasuk dalam daftar karyawan yang diberhentikan dan menganggap keputusan tersebut tidak adil.

Baca Juga:  FSPMI Demo di  Kantor Bupati Morowali, Sampaikan 9 Tuntutan  

“Saya hanya sekali kedapatan merokok, itu pun bersama salah satu pimpinan penyedia tenaga PKWT. Tapi saya langsung dipecat, sedangkan ada karyawan lain dengan pelanggaran lebih berat justru tetap dibiarkan bekerja,” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, Soemantri menuding adanya oknum tertentu yang berperan dalam pemecatan sejumlah karyawan, termasuk dirinya. Ia juga menyebut seorang karyawan berinisial R yang diduga terlibat dalam kasus pencurian namun tetap dipekerjakan oleh BI.

“Saya menduga oknum R ini punya hubungan dengan pejabat di BI, sehingga dia tetap bekerja sementara saya dipecat,” katanya.

Selain itu, Soemantri mengungkapkan bahwa dari sepuluh karyawan yang mendapat Surat Peringatan (SP), hanya dirinya dan seorang karyawan berinisial Y yang diberhentikan. Y sendiri diduga terlibat dalam kasus narkoba, sedangkan karyawan lainnya tetap bekerja tanpa konsekuensi serupa.(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Tuntutan SPIM-KPBI di DPRD Morowali, Ini Hasilnya 
SPI, Siap Perjuangkan Kaum Petani Morowali 
Skandal! Dugaan Laba Palsu Telkom Dengan Rp.5 Triliun Transaksi Fiktif
Bupati Morowali Dorong OPD Perkuat Visi dan Siapkan Program Nyata
Tenggelam Di Sungai Solonsa “Hikma Jayanti” Meninggal Dunia
Polsek Bahodopi Berhasil  Gagalkan Peyeludupan Rokok Ilegal 
Gerakan Pemuda Bersatu:Diduga Akibat Aktivitas PT KDR dan PT ABM Sungai Menjadi Keruh 
Sinergi Bersama Pemerintah, IMIP Wujudkan Kawasan Industri Berkelanjutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 11:47 WIB

Terkait Tuntutan SPIM-KPBI di DPRD Morowali, Ini Hasilnya 

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:25 WIB

SPI, Siap Perjuangkan Kaum Petani Morowali 

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:50 WIB

Skandal! Dugaan Laba Palsu Telkom Dengan Rp.5 Triliun Transaksi Fiktif

Senin, 30 Maret 2026 - 04:25 WIB

Bupati Morowali Dorong OPD Perkuat Visi dan Siapkan Program Nyata

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:51 WIB

Tenggelam Di Sungai Solonsa “Hikma Jayanti” Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Jakarta

Kaban BNPB Memberikan  Kuliah Umum Seskoad TNI AD

Rabu, 1 Apr 2026 - 14:18 WIB