Mahasiswa Desak KPK Tahan Bupati Buol Terkait Kasus Kemnaker

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSM dan Mahasiswa  desak KPK tangkap Bupati Buol, terkait Rp150 Juta & Tiket BLACKPINK terungkap,(FOTO: IST)


 

dteksinews, Jakarta – Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan dan menangkap Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, M.M, dalam kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus menguat.

LSM dan Gabungan Mahasiswa Berantas Korupsi Indonesia meminta KPK bertindak tegas usai muncul fakta persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat terkait dugaan pemerasan pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Direktorat Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker RI.

Desakan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dibagikan kepada sejumlah media lokal di Palu oleh Moh. Fadly selaku Korlap LSM dan Gabungan Mahasiswa Berantas Korupsi Indonesia.

Dalam fakta persidangan, Risharyudi Triwibowo disebut mengakui menerima uang sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp150 juta dari terdakwa Haryanto, yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan RPTKA.

Tak hanya menerima uang, Bupati Buol juga mengakui menerima fasilitas berupa tiket konser BLACKPINK dari terdakwa. Bahkan, majelis hakim telah memerintahkan agar uang 10.000 dolar AS tersebut dirampas untuk negara karena dinilai berkaitan dengan perkara korupsi yang sedang disidangkan.

Kasus korupsi Kemnaker RI ini makin menjadi sorotan publik setelah KPK diketahui telah dua kali memeriksa Risharyudi Triwibowo.

Penyidik juga telah menyita satu unit motor gede (moge) yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan dan atau gratifikasi di lingkungan Ditjen Binapenta Kemnaker RI.

Saat ini kendaraan tersebut telah diamankan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur.

Koordinator aksi dari Gabungan Mahasiswa Berantas Korupsi Indonesia menilai fakta-fakta persidangan, pengakuan penerimaan uang dan fasilitas, serta adanya penyitaan aset sudah cukup menjadi dasar bagi KPK untuk meningkatkan status hukum pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga:  Pelantikan Askab PSSI, Bupati Iksan Tegaskan Komitmen Majukan Olahraga

“KPK jangan ragu dan jangan tebang pilih. Semua pihak yang diduga menerima aliran dana haram wajib diproses secara hukum tanpa pandang jabatan,” tegasnya.

Kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Kemnaker RI sendiri telah menyeret sedikitnya delapan tersangka.

Empat di antaranya telah ditahan KPK, yakni Suhartono, Haryanto, Wisnu Pramono, dan Devi Angraeni.

LSM dan Gabungan Mahasiswa Berantas Korupsi Indonesia juga meminta KPK mengusut seluruh aliran dana, aset, kendaraan, serta fasilitas yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dalam pengurusan RPTKA di Kemnaker RI.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar aksi damai di depan Gedung KPK RI sebagai bentuk dukungan publik terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan,” tutupnya.

Di tengah desakan mahasiswa dan LSM agar KPK segera menahan Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, M.M, terkait dugaan aliran dana pemerasan di Kemnaker RI, Bupati yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu belum memberikan tanggapan resmi.

Konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam, 25 Mei 2026.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Risharyudi Triwibowo belum menjawab pertanyaan terkait dugaan kasus yang tengah bergulir di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta dan menyeret namanya.

Kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan di lingkungan Kemnaker RI kini menjadi perhatian publik lantaran menyeret nama kepala daerah aktif.

Desakan kepada KPK untuk mengusut tuntas seluruh aliran dana dan pihak yang diduga terlibat pun terus menguat.

Publik kini menanti langkah lanjutan lembaga antirasuah tersebut di tengah proses persidangan yang masih berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panglima Korpasgat Terima Kunjungan Kehormatan dari Danlanud Sulaiman, Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI AU
Kasal Diangkat Menjadi warga Kehormatan Korpasgat 
TNI Kerahkan Pesawat Udara, Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
Curi Uang Nasabah  Bank  BRI Rp300 Juta , Polres Morowali Berhasil Bekuk  Pelaku  
Satreskrim Polres Morowali, Berhasil Amankan Pelaku Pencurian Nasabah Bank BRI 
Tegas Berantas Narkoba! Sembilan Orang Diamankan ke Mako Polres Morowali
AKBP Reza Khomeini Pimpinan  Patroli Gabungan, Berhasil Amankan Lima Pasangan Tanpa Status Perkawinan
Prof. Zudan Kepala BKN: Masyarakat Tidak Menilai Inovasinya, Tetapi Menilai Masalah Yang Diselesaikan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Panglima Korpasgat Terima Kunjungan Kehormatan dari Danlanud Sulaiman, Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI AU

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Kasal Diangkat Menjadi warga Kehormatan Korpasgat 

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:52 WIB

TNI Kerahkan Pesawat Udara, Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Curi Uang Nasabah  Bank  BRI Rp300 Juta , Polres Morowali Berhasil Bekuk  Pelaku  

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Satreskrim Polres Morowali, Berhasil Amankan Pelaku Pencurian Nasabah Bank BRI 

Berita Terbaru

Bandung

Panglima TNI Diangkat Jadi Warga Kehormatan Korpasgat

Senin, 26 Okt 2026 - 10:50 WIB

Berita

Kasal Diangkat Menjadi warga Kehormatan Korpasgat 

Senin, 26 Okt 2026 - 10:14 WIB