Ikhtiar Ketua Umum IP2MM Kota Palu,(FOTO:IST)
dteksinews, Morowali- Banjir yang melanda Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali pada Jumat, 08 Mei 2026, bukan sekadar peristiwa musiman yang dapat dipandang sebagai bencana alam biasa. Peristiwa ini menjadi alarm serius atas kondisi lingkungan yang semakin rentan di tengah masifnya aktivitas industri dan eksploitasi sumber daya alam di wilayah Morowali.Minggu(10/5/2026)
Ikhtiar, selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali (IP2MM ) kota Palu memandang bahwa banjir yang terjadi harus menjadi perhatian bersama, terutama karena masyarakat setempat menilai kejadian seperti ini sebelumnya jarang bahkan tidak pernah terjadi dalam skala yang begitu besar. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar “Apakah perubahan bentang alam akibat aktivitas perusahaan turut berkontribusi terhadap menurunnya daya dukung lingkungan?”
Perlu diingat, pada 04 Agustus 2025 Pemerintah Provinsi mendukung pihak perusahaan dalam merealisasikan pembangunan kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), yang disebut-sebut akan ditransformasi menjadi kawasan industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Narasi pembangunan hijau tersebut tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat bahwa kehadiran industri tidak akan merusak ekosistem dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Namun, banjir yang kini terjadi justru menimbulkan keresahan dan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai sejauh mana komitmen terhadap konsep “industri hijau” benar-benar dijalankan di lapangan.katanya.
Ikhtiar menegaskan, bahwa bencana banjir tidak boleh hanya disikapi sebagai akibat curah hujan semata. Pemerintah daerah bersama perusahaan terkait perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas industri yang berada di sekitar kawasan terdampak. Transparansi terhadap dokumen lingkungan, pengawasan tata kelola lahan, serta pemulihan ekosistem harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain itu, keberadaan perusahaan di Morowali seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat sekitar. Jangan sampai pembangunan yang dibanggakan sebagai simbol kemajuan justru menghadirkan ancaman baru bagi kehidupan warga.
Melalui peristiwa ini, Ikhtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di Morowali. Pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekologi. Sebab ketika alam mulai kehilangan keseimbangannya, masyarakat kecil akan menjadi pihak yang paling merasakan akibatnya.pungkas Ikhtiar.
Ditempat lain, Kabid Badan Penggulangan Bencana Daerah Kabupaten Morowali H Gunawan saat di konfirmasi terkait banjir di Sambalai , belum ada jawaban hingga berita naik tayang. (pri)














