Diduga Pelayanan RSUD Morowali Tidak Maksimal, Keluarga Pasien  Mengeluh 

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali-Rumah sakit seharusnya menjadi tempat memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat, dengan dukungan tenaga medis profesional, fasilitas memadai, serta sistem layanan yang aman dan cepat. Namun, kasus terbaru yang terjadi di RSUD Morowali kembali memunculkan sorotan tajam terhadap kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut.

Selama kurang lebih lima hari menjalani perawatan di RSUD Morowali, seorang pasien rujukan dari Puskesmas Bahomotefe, Nur Azizah (Mama Ita), mengalami rangkaian pelayanan yang dinilai membingungkan, tidak konsisten, dan berpotensi menunjukkan adanya kelalaian serius.

Setibanya di ruang IGD RSUD Morowali, pasien menjalani observasi medis dan menurut dokter seharusnya segera ditempatkan di ruang ICU. Namun, keluarga mendapati pasien ditempatkan di ruang perawatan Lavender, dengan alasan ICU penuh.

“Menurut hasil observasi, pasien dinyatakan untuk dirawat di ICU. Tetapi kenyataannya pasien dititip di ruang Lavender karena ICU penuh,” ujar Masdam Latirima, Selasa (02/12/2025).

Dalam proses perawatan, tim medis menyatakan pasien membutuhkan tindakan operasi dan sempat disampaikan bahwa pasien akan dirujuk ke RS Kolonodale. Form persetujuan operasi pun telah ditandatangani pihak keluarga. Namun beberapa jam kemudian, rujukan dibatalkan dengan alasan dokter bedah tidak berada di tempat.

Baca Juga:  Air Mata Harapan: Kisah Ibu Indo Ogi dan Kehadiran Satgas TMMD Kodim 1311/Morowali

Keluarga kemudian diberi informasi bahwa dokter spesialis bedah RSUD Morowali akan tiba pada 30 November dan operasi akan dilakukan pada 1 Desember. Tetapi setelah dokter bedah berada di lokasi, keluarga justru menerima informasi berbeda: kondisi pasien disebut “tidak apa-apa”, bertolak belakang dengan tiga hasil rontgen serta penilaian medis sebelumnya yang menyatakan operasi mendesak diperlukan.

Sementara itu kondisi pasien terus memburuk akibat sumbatan cairan dalam sistem pernapasan meskipun telah diberikan oksigen.

Pada 1 Desember pagi, keluarga kembali mendapat informasi bahwa operasi akan segera dilakukan. Namun hingga pukul 17.00 WITA, dokter bedah justru meninggalkan ruang perawatan tanpa kejelasan. Kondisi pasien memburuk pada tengah malam dan sekitar pukul 05.00 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga menyatakan keberatan dan menilai dokter spesialis bedah RSUD Morowali telah bersikap abai dan tidak menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Kasus ini memperkuat desakan publik agar pemerintah daerah segera:

1. Mencopot Direktur RSUD Morowali,

2. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan,

3. Menindak tegas tenaga medis yang diduga lalai,

4. Memperbaiki standar operasional penanganan pasien gawat darurat,agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.(*/dteksinews)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM
Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik
Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Harapan Pelaku Sektor Riel Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal
Satresnarkoba Morowali Amankan Dua Pengedar Sabu 
Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel
TNI Hadir Membawa Manfaat Ekonomi, Bazar Murah Semarakkan HUT ke-81
Kecanduan Beli Sabu, Pelaku Curanmor Curi Motor Tetangga
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Rabu, 23 September 2026 - 10:39 WIB

Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 23 September 2026 - 10:26 WIB

Harapan Pelaku Sektor Riel Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal

Rabu, 23 September 2026 - 08:36 WIB

Satresnarkoba Morowali Amankan Dua Pengedar Sabu 

Berita Terbaru

Berita

Satresnarkoba Morowali Amankan Dua Pengedar Sabu 

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:36 WIB