Dahlan Sarwana Minta, Satgas PKH dan Dinas Terkait Periksa PT Lambang Agro Plantation 

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koperasi Moleo Safa Sejaterah Dahlan Sarwana( foto: dok pribadi)

 

dteksinews, Morowali- Ketua Koperasi Moleo Safa Sejaterah Dahlan Sarwana dan sekaligus Bendahara Partai Demokrat Kabupaten Morowali kecewa terhadap sikap pihak Manajemen  PT Lambang Agro Plantation (LAP) , karena PT LAP tidak ada kejelasan tentang pembagian plasma 20% kepada para penerima. Untuk itu meminta kepada  Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Dinas terkait turun langsung menindak tegas PT Lambang.

Perusahaan Perkebunan sawit PT Lambang Asro Plantation (LAP) , tersebut beroperasi di wilayah Kecamatan Bungku Tengah dan Bungku Barat,Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.Hal tersebut disampaikan Dahlan Sarwana kepada dteksinews.co.id ,Rabu(24/9/2025).

Menurut Dahlan, “Koperasi plasma perkebunan sawit adalah bentuk kemitraan antara perusahaan perkebunan besar (inti) dan masyarakat petani (plasma) dalam pengelolaan kebun sawit. Koperasi menjadi wadah bagi petani untuk mengelola lahan plasma yang disisihkan dari perusahaan, sehingga petani bisa mendapatkan pengelolaan yang lebih baik, upah kerja, dan pembagian keuntungan. Program ini mewajibkan perusahaan menyediakan 20% dari total luas HGU-nya sebagai lahan plasma untuk masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,akan tetapi  PT Lambang Asro Plantation (LAP) tidak menyediakan 20 % tersebut kepada warga diateal HGU PT  Lambang Asro Plantation (LAP”Ucap Dahlan.

Lanjut Dahlan, kejadian dilapangan untuk pencairan plasma tahap 1 yang di bayarkan pertiga bulan, untuk di ubah menjadi perbulan dan perhitungan untuk kita duduk bersama-sama , misalnya orang mempunyai dua hektar kebun sawit hanya menerima 300 ribu per bulan.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Komitmen Dukung Pemerintahan Bupati Iksan di Morowali

Untuk itu, saya juga meminta kepada Satgas PKH dan Dinas terkait untuk turun memeriksa batas batas HGU , serta lahan perkebunan mereka yang kurang jelas arealnya serta meminta perusahaan terkait kantor yang tetap dan fasilitas pendukung perkebunan yang tidak memadai.

Sementara itu, peserta plasma tahap 2 sebanyak 106 Peserta dengan luasan lahan 231.92 Ha, yang terdiri dari , dalam HGU : seluas 149.02 Ha dan di luar HGU : 82.90 Ha. Kata Dahlan

Dahlan menegaskan,” sebagai Ketua Koperasi Moleo Safa Sejaterah meminta kepada pihak satgas PKH RI untuk turun inspeksi HGU PT Lambang Asro Plantation (LAP) dan pertanyakan lahan HGU sesuai ketentuan aturan bahwa Perushaan harus menyediakan 20 persen dari luasan HGU tersebut, dan untuk plasma sampai saat ini tidak ada, dan segera di bagikan kepada masyarakat, dan hasilnya selama ini yang 20 persen di kemana?” Ungkap Dahlan.

Sudah jelas,” sesuai Permentan No 26 Tahun 2007 pasal 11 tentang kewajiban membangun kebun untuk masyarakat sekitar paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan. Di dalam Permentan disebutkan pembangunannya dapat dilakukan dengan pola kredit, hibah atau bagi hasil. Pembangunan kebun untuk masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan pembangunan kebun perusahaan dan rencana pembangunan kebun untuk masyarakat yang harus diketahui oleh bupati/kota,” Ujar Dahlan

Ditempat lain, redaksi mencoba konfirmasi terkait masalah ini,kesulitan mendapatkan kontak person dari PT Lambang Asro Plantation (LAP), hingga berita tayang,(pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru 8 Hari Dilantik Pejabat Bea Cukai Kena OTT KPK,Ini Penjelasan Purbaya 
KPK Berhasil, OTT Ketua dan Wakil Ketua  PN Depok 
JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 
Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra
Dukung Pengembangan Pariwisata Desa, IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete
Hadiri HUT ke-70, Bamsoet Apresiasi Peluncuran Delapan Buku Yusril Ihza Mahendra sebagai Warisan Intelektual Bangsa
Kecelakaan Kerja di Bungku Tengah, Polisi Imbau Penerapan K3
Pemeriksaan LKPD Morowali TA 2025 Dimulai, BPK Fokus pada SPI dan Tindak Lanjut Opini WDP
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:04 WIB

Baru 8 Hari Dilantik Pejabat Bea Cukai Kena OTT KPK,Ini Penjelasan Purbaya 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:46 WIB

KPK Berhasil, OTT Ketua dan Wakil Ketua  PN Depok 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:55 WIB

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:03 WIB

Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:00 WIB

Hadiri HUT ke-70, Bamsoet Apresiasi Peluncuran Delapan Buku Yusril Ihza Mahendra sebagai Warisan Intelektual Bangsa

Berita Terbaru

Jakarta

KPK Berhasil, OTT Ketua dan Wakil Ketua  PN Depok 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 15:46 WIB

Berita

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 13:55 WIB