PT Vale gaet Kemenhut dan Pemkab Kolaka Edukasi Warga di Desa Totobo,(FOTO Humas Vale)
dteksinews,-PT Vale Indonesia Tbk menggandeng Kementerian Kehutanan dan Pemkab Kolaka untuk mengedukasi warga dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggandeng Kementerian Kehutanan, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menggelar sosialisasi penanganan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Project Director IGP Pomalaa PT Vale Indonesia Tbk, Mohammad Rifai mengatakan, langkah kolaboratif dengan pemerintah dan instansi terkait diperlukan untuk menyamakan persepsi serta memastikan upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini hingga tingkat tapak khususnya pada musim kemarau.
Ia menyampaikan bahwa pencegahan karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan sekaligus melindungi ekosistem dan masyarakat sekitar.
“Meski merupakan tanggung jawab lintas sektoral, kami mengambil peran aktif melalui mitigasi, penguatan kesiapsiagaan, dan koordinasi di seluruh wilayah konsesi. Kolaborasi ini penting agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin,” kata Rifai./melansir dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026).
Dia menyebutkan bahwa kegiatan edukasi ini juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka untuk memberikan pemahaman mengenai prosedur pelaporan dan mitigasi risiko.
Lebih lanjut ia mengatakan, langkah pencegahan ini sangat krusial mengingat intensitas penanganan kebakaran di wilayah Kolaka mengalami peningkatan. Sepanjang Agustus 2026, tim Emergency Response PT Vale telah melakukan hampir 30 kali aksi pemadaman di area hutan, lahan, dan permukiman warga.
Guna mendukung penanggulangan bencana di daerah, PT Vale juga menyiagakan personel terlatih serta armada pemadam kebakaran yang siap dikerahkan sewaktu-waktu berkoordinasi dengan instansi pemerintah setempat.
Selain di kawasan IGP Pomalaa, strategi edukasi dan pemetaan area rawan karhutla secara terintegrasi ini turut dijalankan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) milik perusahaan.(*/pri)














