Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partisipasi PT Vale dalam pameran ini selaras dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan visi Indonesia Emas 2045 dalam koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,(FOTO: Vale)


dteksinews,Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk berpartisipasi dalam Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Bertema “Green Solution Technology for Climate Action”, pameran ini menjadi momentum bagi PT Vale untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah dijalankan di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto turut hadir menyambut Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat di booth pameran.Kamis(11/6/2026)

Di booth bersama MIND ID dan anggota holding lainnya, PT Vale berpartisipasi dalam mendukung penyampaian berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan grup MIND ID. Bagi PT Vale, partisipasi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya perusahaan mendorong ekonomi sirkular dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Salah satunya adalah inovasi pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah diimplementasikan di komunitas sekitar area operasi perusahaan di Sorowako.

Di tingkat rumah tangga, perusahaan mendorong program Emberisasi — pemilahan sampah organik langsung dari sumber yang diluncurkan pada Desember 2024. Dimulai dari 100 rumah karyawan di Perumahan Pontada, program ini berhasil mengumpulkan rata-rata 100 kilogram sampah organik per hari. Ember-ember berisi sisa makanan diletakkan di luar rumah setiap malam dan diangkut tim pengelola untuk diolah lebih lanjut. Ke depan, pendekatan ini direncanakan untuk direplikasi kepada masyarakat umum di sekitar Sorowako.

Baca Juga:  Sampaikan Update Proyek dan Hilirisasi dalam RDP DPR KomisI XII, PT Vale Indonesia Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional

Sampah yang terkumpul kemudian diolah melalui fasilitas pemilahan (Segregation Plant) yang menangani 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik per hari. Sebanyak 500 hingga 700 kilogram per hari diolah menjadi kompos, sementara sebagian lain dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF yang menguraikan sisa organik secara efektif. Maggot yang telah dewasa kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan, menciptakan siklus ekonomi sirkular dari sampah. Sampah anorganik bernilai seperti plastik, botol kaca, dan scrap besi disalurkan ke bank sampah dan BUMDes. Total donasi mencapai empat ton sampah terpilah per tahun. Untuk mendukung keseluruhan ekosistem ini, perusahaan mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp 700 juta per tahun.

Kehadiran PT Vale di forum ini merupakan cerminan dari apa yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun di Sorowako: sebuah ekosistem pengelolaan sampah terpadu yang menghubungkan tiga kelompok, yaitu karyawan, komunitas, dan pemerintah daerah. “Apa yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar konsep — ini adalah apa yang nyata terjadi di Sorowako. Dari rumah karyawan, ke fasilitas pengomposan, hingga warung yang memasak menggunakan gas dari sampah. Kami percaya bahwa perusahaan tambang bisa dan harus menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan ini adalah bukti kami,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur PT Vale Indonesia.

Partisipasi PT Vale dalam pameran ini selaras dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan visi Indonesia Emas 2045 dalam koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagai perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale berkomitmen untuk terus menjadikan operasionalnya sebagai rujukan praktik keberlanjutan, dengan target nol sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) pada 2050.(***)

Sumber;Vanda Kusumaningrum(Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk)

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat
JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia
Hadiri Peresmian  Fasilitas Polres Morowali, Ini Pesan Bupati Iksan
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Fasilitas Polres Morowali  
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:43 WIB

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun

Sabtu, 19 September 2026 - 12:33 WIB

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Berita Terbaru