Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Mediasi Rencana Pembangunan Tower di Desa Keurea,(foto:ist)
dteksinews, Morowali – Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Kopka Dasaruddin bersama Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan pihak Kepolisian melaksanakan kegiatan mediasi antara PT. SCM dengan masyarakat terkait rencana pembangunan tower di Km 9 kawasan IMIP, Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan mediasi tersebut dihadiri oleh Plt. Camat Bahodopi Dahran Manan, S.Sos., M.M, Kepala Desa Keurea Husni Abd Wahab, Ketua BPD Desa Keurea Rizal, Babinsa Desa Keurea Kopka Dasaruddin, Bhabinkamtibmas Bripka Aryan Pratama, perwakilan PT. SCM Zubair selaku Superintendent Community Relations, perwakilan masyarakat, serta perwakilan PT. PMS Yustako.
Dalam pertemuan tersebut, Plt. Camat Bahodopi menyampaikan bahwa mediasi ini merupakan pertemuan awal antara pihak perusahaan dan masyarakat guna mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi. Sementara itu, Kepala Desa Keurea menegaskan bahwa tujuan mediasi adalah mencari jalan keluar bersama, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. Ia juga menyampaikan bahwa terkait aktivitas perusahaan di Km 9, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Perwakilan PT. PMS menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menentukan titik koordinat lahan milik masyarakat yang akan digunakan oleh PT. SCM untuk aktivitas perusahaan. Di sisi lain, perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa lahan yang saat ini digunakan merupakan lahan kebun milik warga yang masih terdapat tanaman tumbuh di dalamnya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT. SCM menjelaskan bahwa lokasi yang dikelola masyarakat termasuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. SCM sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa sebelum melakukan aktivitas, telah dilakukan proses kompensasi kepada masyarakat berdasarkan hasil pertemuan dengan pemilik lahan pada tahun 2024.
Adapun hasil mediasi hari ini belum menghasilkan kesepakatan antara pihak perusahaan dan masyarakat. Kedua belah pihak sepakat untuk menjadwalkan kembali pertemuan lanjutan dengan agenda peninjauan langsung ke lokasi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.(*/dteksinews)














