Ada Apa? Kabid Pemdes Morowali, Enggan Beberkan Lima Kades Studi Banding ke China 

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- Lima (5) Kepala Desa di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah, hari ini telah berada di Negeri China,untuk melakukan studi banding.Namun sangat disayangkan Kabid Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PMDP3A)  Kabupaten Morowali Rustam Salim, enggan membeberkan dari ke lima Kades mana saja yang berangkat ke China, saat dikonfirmasi dteksinews.co.id, Rabu(25/6/2025).

Akan tetapi Rustam Salim membenarkan, “ada lima Kepala Desa di Kecamatan Bungku Barat yang melakukan studi banding ke China,bukan tiga,dan biaya ditangung dari kementrian desa,” Singkatnya

Namun sangat disayangkan,Rustam enggan membeberkan secara rinci nama – nama Desa,serta berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk biaya ikut studi banding ke China,dan hanya tiga nama- nama Kepada Desa yang disampaikan:

Kades Topogaro ,Kades Ambunu dan Kades Tondo.

Perlu diketahui, bahwa studi banding kepala desa ke luar negeri sudah tidak diperbolehkan. Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menghapus program studi banding kepala desa ke luar negeri. Hal ini dilakukan untuk efisiensi anggaran dan juga untuk menghindari masalah yang timbul akibat studi banding tersebut.

Baca Juga:  Satlantas Polres Morowali Diserang Hoaks di Media Sosial, KBO Lantas: Tidak Ada Pungli

Penghapusan Program: Kemendes PDTT secara resmi menghapus program studi banding kepala desa ke luar negeri.

Alasan Penghapusan: Penghapusan ini dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya:

Efisiensi Anggaran: Studi banding ke luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga pemerintah memutuskan untuk menghapusnya demi efisiensi anggaran.

Menghindari Masalah: Ada beberapa masalah yang timbul akibat studi banding ke luar negeri, seperti pemborosan anggaran dan kurangnya manfaat yang didapatkan.

Larangan Penggunaan Dana Desa: Selain itu, penggunaan dana desa untuk studi banding juga dilarang.

Meskipun studi banding ke luar negeri tidak diperbolehkan, kepala desa dan perangkat desa tetap dapat melakukan kegiatan serupa di dalam negeri dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait penyelenggaraan pemerintahan desa, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (PRI)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Morowali Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Masyarakat Desa Ipi   
Imigrasi Morowali Tegas dalam Penegakan Hukum, 55 WNA Telah Dideportasi
Bupati Iksan Apresiasi TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Ipi
Merah Putih Berkibar di Gunung Cycloop, TNI Bersama Warga Papua Perkuat Persatuan
Seskab Hadiri Rapat  Pleno Persiapan  Hut RI ke-81 
Terima Rektor Universitas Perwira Purbalingga, Bamsoet Dorong Kampus Selaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Kesbangpol Morowali Bagikan Bendera Merah Putih, Jelang HUT ke-81 RI
Lepas Kontingen Kwarcab Morowali Ke Jamnas XII, Bupati Iksan: Jaga Nama Baik Morowali  
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bupati Morowali Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Masyarakat Desa Ipi   

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Morowali Tegas dalam Penegakan Hukum, 55 WNA Telah Dideportasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:12 WIB

Bupati Iksan Apresiasi TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Ipi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Merah Putih Berkibar di Gunung Cycloop, TNI Bersama Warga Papua Perkuat Persatuan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Terima Rektor Universitas Perwira Purbalingga, Bamsoet Dorong Kampus Selaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Berita Terbaru