Dinilai Komitmen dalam Pengelolaan Pertambangan, Forum KTT Ingin Wujudkan Good Mining Practices PT Vale Blok Sorowako di Sulteng

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,  Sorowako- Industri pertambangan saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan efisiensi operasional dengan tanggung jawab sosial. Di tengah perhatian global terhadap kelestarian lingkungan, penerapan _Good Mining Practices_ (GMP) yang mencakup pengelolaan sumber daya, perlindungan lingkungan, keselamatan kerja, dan kontribusi sosial menjadi sangat penting. Sebagai salah satu perusahaan yang telah menerapkan GMP di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan *bagian dari grup MIND.ID* menerima kunjungan Forum Kepala Teknik Tambang (F-KTT) Sulawesi Tengah (Sulteng) di PTVI Blok Sorowako, Rabu dan Kamis (23-24/10/2024).

Sebanyak 25 orang Forum KTT hadir ke Blok Sorowako untuk mempelajari GMP dengan fokus pada pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.Kunjungan ini menjadi bukti transparansi dan komitmen PT Vale dalam memberi edukasi kepada perusahaan tambang lain di Indonesia. Kehadiran Forum KTT dari berbagai perusahaan pertambangan di Sulteng didampingi langsung Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan diterima oleh Head of External Relations Pomalaa dan Bahodopi Project PT Vale, Yusuf Suharso serta jajaran Manajemen PT Vale Blok Sorowako, Head of Sorowako Process Operations Iqbal Alfarobi dan Head of Sorowako Mine Operations Rizal Baslang.

Ketua Forum KTT Sulteng, Syamsuddin Badudu mengungkapkan kekagumannya terhadap upaya PT Vale dalam menerapkan GMP. “Meskipun kegiatan tambang menyebabkan perubahan bentang alam, PT Vale berhasil meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pendekatan yang dijalankan PT Vale ini menjadi modal penting bagi perusahaan pertambangan lain, yang umumnya memiliki usia operasional lebih pendek rata-rata di bawah 10 tahun untuk mencontoh dan menerapkan standar serupa.

Selama kunjungan, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung prosedur keselamatan kerja yang diterapkan, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan transparansi.

“Pengalaman kami di lapangan menegaskan pentingnya integritas dalam setiap aspek operasional,” tambah Samsudin, yang menunjukkan bahwa praktik nyata dapat menjadi pembelajaran berharga bagi industri.

Dampak Positif Penerapan GMP dan Rencana Tindak Lanjut

Penerapan GMP di PT Vale telah menghasilkan dampak positif yang signifikan. Selain menjaga kualitas lingkungan, perusahaan juga aktif dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui berbagai program sosial dan ekonomi.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1311-02/Bungku Selatan Komsos Bersama Warga Panimbawang 

Head of External Relations Pomalaa dan Bahodopi Project PT Vale, Yusuf Suharso, menjelaskan, kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi dan edukasi antar-perusahaan tambang. Perseroan berkomitmen untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan agar lebih banyak perusahaan dapat menerapkan GMP.

“Kolaborasi adalah kunci menuju pertumbuhan berkelanjutan. Kami berharap dapat mendorong lebih banyak perusahaan di Sulteng untuk mengadopsi prinsip-prinsip ini,” jelas Yusuf.

Sebagai langkah lanjutan, Forum KTT Sulteng merencanakan kunjungan lebih mendalam yang akan berfokus pada keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan. Dengan menggali lebih dalam pengalaman PT Vale, mereka berharap dapat memulai penerapan GMP secara bertahap di perusahaan-perusahaan lokal.

Inspektur Tambang Ahli Muda Provinsi Sulteng, Hamka Jaya, menyampaikan jika saat ini upaya perbaikan kondisi pertambangan di Sulteng sedang dilakukan. Meskipun menemui berbagai tantangan dan hambatan, penerapan GMP pada perusahaan yang masih merintis bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

“Ini momentum bagi kami, PT Vale dapat dijadikan contoh yang baik dalam menjaga keseimbangan antara operational pertambangan, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan,” ucap Hamka.

Kunjungan ini mencakup eksplorasi lokasi-lokasi penting, seperti Solia Hill dan Hutan Himalaya, serta fasilitas Lamella Gravity Settler (LGS) yang merupakan bagian upaya PT Vale dalam mengelola air limpasan tambang secara efisien. Ini memberikan wawasan praktis tentang penerapan teknologi canggih untuk menjaga kualitas lingkungan.

Anggota Forum KTT juga menjelajahi Danau Matano dan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Balambano, yang memamerkan komitmen PT Vale terhadap sumber energi terbarukan. Kunjungan ini menggambarkan bagaimana inovasi dalam energi dapat berkontribusi pada keberlanjutan operasional.

Penerapan GMP lebih dari sekadar memenuhi regulasi; ini adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Kunjungan F-KTT ke Sorowako menjadi momentum penting dalam membangun budaya pertambangan yang lebih baik di Indonesia, terutama bagi perusahaan yang baru merintis di sektor ini. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPI Morowali, Dorong Pengembangan Durian Rakyat untuk Dukung Merdeka Ekspor Sulteng
Arsitektur Anomali: Ketika Dapur Hilirisasi Disingkirkan dari Meja Makan  
Mengurai Jaring Regulasi: Mengapa Kepmen ESDM 157/2026 Bukan Bentuk Pengabaian Morowali  
Bupati Morowali, Apresiasi Kolaborasi TNI dalam Pembangunan Jembatan Perintis Garuda  
Danrem 132 /Tdl: Jembatan  Perintis Garuda Ipi, Perkuat Akses dan Aktivitas Ekonomi Warga  
Dinas Kominfo Morowali, Perkuat Pemahaman ASN melalui Bimbingan e-Kinerja
Bupati Morowali Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Masyarakat Desa Ipi   
Imigrasi Morowali Tegas dalam Penegakan Hukum, 55 WNA Telah Dideportasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:58 WIB

SPI Morowali, Dorong Pengembangan Durian Rakyat untuk Dukung Merdeka Ekspor Sulteng

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Arsitektur Anomali: Ketika Dapur Hilirisasi Disingkirkan dari Meja Makan  

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Mengurai Jaring Regulasi: Mengapa Kepmen ESDM 157/2026 Bukan Bentuk Pengabaian Morowali  

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Bupati Morowali, Apresiasi Kolaborasi TNI dalam Pembangunan Jembatan Perintis Garuda  

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Danrem 132 /Tdl: Jembatan  Perintis Garuda Ipi, Perkuat Akses dan Aktivitas Ekonomi Warga  

Berita Terbaru