Warga Desa Togaro Demo PT.BTIIG dan PT.IHIP, Kecamatan Bungku Barat,(FOTO:IST)
dteksinews, Morowali — Kepercayaan masyarakat lingkar tambang terhadap perusahaan disebut terus menurun. Warga menilai sejumlah komitmen yang sebelumnya telah lama dan berulang kali disepakati bersama belum direalisasikan secara serius. Akibatnya, berbagai tuntutan masyarakat semakin menumpuk tanpa adanya tindakan dari pihak perusahaan.
Kekecewaan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Topogaro tersebut mendorong masyarakat menggelar aksi unjuk rasa pada Minggu (27/9/2026) dengan membawa tiga tuntutan utama, yakni meminta relokasi Dusun Folili segera direalisasikan, menuntut dana kompensasi dampak debu dari aktivitas perusahaan serta meminta perusahaan memprioritaskan anak lokal untuk bekerja dalam kawasan perusahaan.
Koordinator lapangan,Sulham, dalam pernyataannya menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada janji.
“Kami meminta pihak perusahaan segera memberikan kepastian dan merealisasikan kesepakatan yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya terkait relokasi Dusun Folili,” ujarnya.
Sementara,Moh Amin, yang juga korlap menyoroti tuntutan kompensasi dampak debu.
“Masyarakat merasakan langsung dampak aktivitas perusahaan. Karena itu, kompensasi yang menjadi tuntutan warga selama ini harus segera mendapatkan kejelasan dan tidak terus dibiarkan oleh pihak perusahaan tanpa kepastian,” tegasnya.
Sedangkan korlap berikutnya,Sahbudin, dalam orasinya menekankan pentingnya keberpihakan perusahaan terhadap tenaga kerja lokal.
“Kami meminta perusahaan memberikan prioritas yang nyata kepada anak-anak lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja. Masyarakat di sekitar wilayah operasi harus ikut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” katanya.
Para Korlap menegaskan, tuntutan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kepastian dan realisasi dari PT.BTIIG & PT.IHIP atas komitmen yang telah dibangun bersama masyarakat. Kini, warga menunggu respons dan langkah konkret pihak perusahaan dalam menanggapi tuntutan dari massa aksi yang mewakili masyarakat tersebut.((/pri)














