Pemkab Morowali dan UGM Sepakati Kerja Sama Pendidikan hingga Kajian Potensi Investasi

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Morowali, Afridin, (kiri), dan pihak UGM hadir tim akademisi dan peneliti, di antaranya Novi Paramita Dewi,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Yogyakarta – Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Perjanjian Kerja Sama penyusunan Kajian Analisis Potensi Investasi PT Nusantara Morowali (Perseroda) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Gedung Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, Kamis (24/9/2026).

Penandatanganan tersebut dihadiri Bupati Morowali yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Morowali, Afridin, bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Morowali, Emil Monto, Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setdakab Morowali, Anwar Saimu, Kabag Tata Pemerintahan Muhammad Ridwan, serta sejumlah staf tim teknis. Dari pihak UGM hadir tim akademisi dan peneliti, di antaranya Novi Paramita Dewi yang memiliki keahlian di bidang Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan, Manajemen Pembangunan, serta Kesejahteraan Subjektif, ahli Ekonomi dan Manajemen Strategis Dr. Nunuk Dwi Retnandari, Rizky Dwi Lestari, Lutfi Untung A., dan Gian Anggraeni.

Mewakili Bupati Morowali, Afridin mengatakan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan penandatanganan dokumen, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan UGM. Menurutnya, UGM tidak hanya dipandang sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat keilmuan yang telah melahirkan sumber daya manusia dengan berbagai kompetensi. Karena itu, Pemkab Morowali memandang kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Afridin menjelaskan, Pemkab Morowali selama ini telah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program bantuan pendidikan. Pemerintah daerah memberikan bantuan sebesar 12 juta Rupiah per mahasiswa setiap tahun, dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai sekitar 4.044 mahasiswa. Namun, menurutnya, penguatan kapasitas tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya aparatur pemerintah agar mampu memberikan pelayanan publik yang sejalan dengan meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat.

“Intinya, sumber daya aparatur di Kabupaten Morowali harus ditingkatkan. Membangun sumber daya manusia membutuhkan waktu, sementara perkembangan hilirisasi pertambangan di Morowali saat ini cukup besar dan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya manusia,” ujar Afridin. Ia berharap kerja sama dengan UGM dapat diperluas, termasuk membuka peluang pengembangan kapasitas aparatur melalui pendidikan dan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

 

Menggali Potensi Kerjasama

Di sela kegiatan penandatanganan, tim Pemerintah Kabupaten Morowali bersama tim UGM juga melaksanakan pertemuan dan diskusi terkait potensi kerja sama pembangun Fondasi SDM ASN untuk Morowali yang Maju, Mandiri dan Berkeadilan dimana Komitmen Bupati Morowali dalam mendorong perubahan mendasar terhadap tata kelola pemerintahan merupakan bagian penting dari ikhtiar mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif, efisien, bersih, adaptif dan akuntabel.

Semangat perubahan tersebut membutuhkan bukan hanya pembenahan sistem dan tata kelola, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan seluruh proses pembangunan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan gaya kepemimpinan yang dinamis, adaptif dan egaliter, Bupati Morowali berupaya membangun kultur pemerintahan yang tidak berhenti pada rutinitas administratif, tetapi terus bergerak membaca perubahan, menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Arah tersebut tentu membutuhkan keterlibatan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah beserta jajaran ASN. Sebab, visi besar kepala daerah hanya akan menjadi kekuatan perubahan apabila diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh seluruh perangkat pemerintahan.

Ditengah upaya memaksimalkan pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan serta urusan konkuren lainnya, terdapat satu fondasi yang tidak boleh diabaikan yakni pembangunan kualitas manusia, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN yang berkualitas adalah penggerak utama birokrasi. Sistem yang baik membutuhkan manusia yang mampu mengelolanya, teknologi yang maju membutuhkan aparatur yang mampu beradaptasi, dan anggaran yang besar membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi, integritas serta tanggung jawab untuk mengelolanya secara tepat.

Atas arahan Bupati Morowali, Asisten Administrasi Umum beserta perangkat daerah terkait mulai membangun komunikasi dan menjajaki potensi kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM). Komunikasi awal tersebut diarahkan untuk menyusun roadmap kerja sama, khususnya dalam penguatan dan peningkatan kapasitas SDM ASN Pemerintah Kabupaten Morowali.

Kerja sama ini diharapkan tidak sekadar menjadi sebuah dokumen formal, tetapi menjadi instrumen pembelajaran dan transformasi birokrasi. Pengembangan kompetensi ASN perlu diarahkan pada kebutuhan nyata daerah, penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan kemampuan teknis dan manajerial, inovasi pelayanan publik, penguatan tata kelola serta kemampuan aparatur dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Baca Juga:  Ketua Forbes Soroti Pelabuhan Bungku: Polusi Tak Terkendali, Pekerja Lokal dan Budaya Daerah Terpinggirkan

Membangun kualitas SDM bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kesabaran dan komitmen lintas generasi kepemimpinan. Namun, setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian meletakkan pondasi. Karena itu, ikhtiar membangun kerja sama dengan perguruan tinggi bukan semata-mata tentang peningkatan kompetensi ASN hari ini, tetapi tentang menyiapkan birokrasi Morowali untuk mampu menjawab tantangan masa depan.

Lokomotif Morowali Maju, Mandiri dan Berkeadilan membutuhkan gerbong yang kuat. Dan salah satu gerbong terpentingnya adalah ASN yang kompeten, berintegritas, adaptif, inovatif dan memiliki orientasi pelayanan kepada masyarakat. Ikhtiar yang sedang dibangun ini menjadi bagian dari sejarah perubahan mendasar di Kabupaten Morowali. Sebuah perubahan yang tidak hanya terlihat pada pembangunan fisik, tetapi juga tumbuh dalam kualitas manusia, kualitas birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena pada akhirnya, pembangunan yang besar membutuhkan SDM yang besar pula. Dan investasi terbaik untuk masa depan Morowali adalah investasi pada manusianya.

Bagi Bupati Morowali, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak jalan, gedung, fasilitas pelayanan dan infrastruktur yang dibangun. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh sumber daya yang dimiliki daerah mampu dikelola secara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Perubahan tata kelola pemerintahan menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Morowali menuju daerah yang maju, mandiri dan berkeadilan. Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf mendorong agar birokrasi tidak terjebak pada pola kerja yang hanya menjalankan rutinitas. Pemerintahan harus mampu bergerak lebih cepat, membaca perubahan, terbuka terhadap gagasan baru, serta berani melakukan pembenahan ketika sebuah sistem belum memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

Namun perubahan sistem tidak akan berjalan tanpa perubahan manusianya. Di sinilah pembangunan sumber daya manusia ASN menjadi sangat strategis. Birokrasi yang bersih dan akuntabel membutuhkan aparatur yang berintegritas. Pemerintahan yang efektif membutuhkan aparatur yang kompeten. Pelayanan publik yang berkualitas membutuhkan ASN yang memahami kebutuhan Masyarakat dan pemerintahan yang adaptif membutuhkan aparatur yang tidak berhenti belajar.

Atas komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali mulai menggali potensi kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, khususnya dalam penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas SDM ASN. Langkah ini sedang diarahkan untuk membangun sebuah roadmap kerja sama yang tidak sekadar berhenti pada pelatihan atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun human capital birokrasi Morowali.

Bupati menginginkan agar ASN Morowali memiliki kemampuan yang sejalan dengan tantangan daerah yang terus berkembang. ASN harus mampu memahami persoalan secara lebih komprehensif, mengambil keputusan berbasis data, mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi dan memberikan pelayanan yang semakin profesional.

Morowali sedang berada dalam fase perubahan yang besar. Pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, investasi, pembangunan infrastruktur dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah menuntut kualitas birokrasi yang juga semakin tinggi. Daerah yang berubah cepat membutuhkan aparatur yang mampu bergerak lebih cepat.

Tentu, membangun kualitas SDM bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Hasilnya mungkin tidak selalu langsung terlihat. Tetapi justru di situlah nilai strategisnya. Apa yang dibangun hari ini adalah pondasi bagi kualitas pemerintahan pada masa yang akan datang.Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi sesaat.

Bupati Morowali menyadari bahwa sebuah visi besar tidak mungkin dikerjakan seorang diri. Visi Morowali Maju, Mandiri dan Berkeadilan membutuhkan seluruh perangkat daerah untuk bergerak dalam arah yang sama, dengan kapasitas yang semakin baik dan semangat pelayanan yang semakin kuat.

Lokomotif perubahan membutuhkan gerbong birokrasi yang berkualitas. Dan gerbong itu harus diisi oleh ASN yang mau belajar, mau berubah, mau beradaptasi dan memiliki keberanian untuk meninggalkan cara-cara lama yang sudah tidak relevan. Inilah yang sedang diletakkan, sebuah pondasi perubahan. Bukan sekadar membangun pemerintahan yang bekerja lebih cepat, tetapi pemerintahan yang lebih cerdas, lebih profesional, lebih berintegritas dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Jika kelak perubahan itu benar-benar menjadi budaya dalam birokrasi Morowali, maka ikhtiar peningkatan SDM ASN yang dimulai hari ini akan menjadi sala satu bagian penting dari sejarah perjalanan Kabupaten Morowali. Sebab pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya tentang meninggalkan warisan berupa infrastruktur, tetapi juga meninggalkan manusia-manusia berkualitas yang mampu melanjutkan pembangunan itu. Morowali tidak hanya sedang membangun hari ini, Morowali sedang menyiapkan manusia untuk masa depannya.( ikp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Morowali Sosialisasikan Peran Sekaligus Bentuk FKDM di Kecamatan Wita Ponda
Cekcok Sesama Pedagang di Pasar Bahodopi Berujung Penusukan, Polisi Amankan Pelaku
TNI AL Terima Penghargaan Ganda dari Pemprov Kepri, Apresiasi atas Pengabdian Merah Putih Kodaeral IV
Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
Bupati Morowali Apresiasi PT Vale Bangun Fire Shelter di Bungku Timur
Babinsa Bahodopi Sigap,  Padamkan Kebakaran Lahan Warga 
Akibat Debu, FORBES Morowali Soroti  Aktivitas  PT RUJ dan MBN 
PT RUJ Dinilai Kebal Hukum, FORBES Minta APH Jangan Tutup Mata
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 14:59 WIB

Kesbangpol Morowali Sosialisasikan Peran Sekaligus Bentuk FKDM di Kecamatan Wita Ponda

Jumat, 25 September 2026 - 14:52 WIB

Pemkab Morowali dan UGM Sepakati Kerja Sama Pendidikan hingga Kajian Potensi Investasi

Jumat, 25 September 2026 - 12:29 WIB

Cekcok Sesama Pedagang di Pasar Bahodopi Berujung Penusukan, Polisi Amankan Pelaku

Jumat, 25 September 2026 - 08:38 WIB

TNI AL Terima Penghargaan Ganda dari Pemprov Kepri, Apresiasi atas Pengabdian Merah Putih Kodaeral IV

Jumat, 25 September 2026 - 08:33 WIB

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Berita Terbaru

Berita

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 Sep 2026 - 08:33 WIB