Hari Tani Nasional 2026: Petani Morowali di Tengah Ekspansi Industri, Albar Soroti Penyempitan Lahan

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum IP2MM Kota Palu 2025, Albar.(FOTO:IST)


dteksinews, Palu-Hari Tani Nasional 2026 tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial yang hanya dipenuhi pidato tentang swasembada pangan. Di tengah pesatnya industrialisasi, persoalan penyusutan lahan pertanian, ketimpangan penguasaan tanah, kenaikan biaya produksi, serta ketidakpastian pendapatan petani perlu menjadi perhatian serius pemerintah.Kamis(24/9/2026)

Momentum Hari Tani Nasional semestinya menjadi ruang untuk mengevaluasi kembali seluruh kebijakan pertanian dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani.

Demisioner Ketua Umum IP2MM Kota Palu 2025, Albar, menyoroti kondisi petani di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang saat ini berada di tengah perkembangan industri yang semakin pesat.

Albar mengingatkan bahwa Kabupaten Morowali telah memiliki regulasi yang berkaitan dengan perlindungan dan pengembangan kawasan pangan. Salah satunya melalui Peraturan Daerah Kabupaten Morowali Nomor 7 Tahun 2019, yang menetapkan sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Witaponda dan Kecamatan Bumi Raya, sebagai kawasan lumbung pangan.

Menurut Albar, keberadaan regulasi tersebut seharusnya menjadi pijakan bagi pemerintah untuk memberikan ruang dan perlindungan kepada masyarakat yang masih menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan industri, persoalan petani justru semakin kompleks. Perubahan penggunaan lahan dan ekspansi kawasan industri menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika berhadapan dengan keberlangsungan lahan pertanian masyarakat.

“Perkembangan industri yang semakin pesat di Kabupaten Morowali harus menjadi perhatian serius, karena di sisi lain penguasaan lahan petani semakin menyempit. Jangan sampai pembangunan justru membuat petani kehilangan ruang untuk bertani,” ujar Albar.

Ia menilai pembangunan daerah tidak seharusnya hanya diukur dari pertumbuhan investasi dan aktivitas industri. Keberlanjutan kehidupan masyarakat petani juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan.

Baca Juga:  Diskominfo Morowali Gelar Rapat Persiapan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital 2026

Menurutnya, industrialisasi dan pertanian seharusnya dapat berjalan beriringan dengan kebijakan yang memberikan kepastian terhadap keberadaan lahan pertanian serta melindungi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya dari sektor tersebut.

Albar juga menekankan bahwa persoalan petani tidak sebatas pada kemampuan meningkatkan produksi pangan. Petani membutuhkan kepastian lahan, akses terhadap sarana produksi, perlindungan terhadap harga hasil pertanian, serta kebijakan yang mampu memberikan kepastian pendapatan.

“Kalau negara berbicara tentang swasembada pangan, maka petaninya juga harus mendapatkan perlindungan. Tidak cukup hanya mendorong produksi, sementara ruang hidup dan lahan pertanian mereka semakin terdesak,” katanya.

Ia berharap Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di daerah yang mengalami perkembangan industri secara cepat seperti Kabupaten Morowali.

Regulasi mengenai kawasan lumbung pangan, kata Albar, harus diikuti dengan langkah konkret. Pemerintah perlu memastikan bahwa kawasan yang telah ditetapkan sebagai wilayah pangan benar-benar mendapatkan perlindungan dan tidak kehilangan fungsi akibat perubahan tata ruang maupun tekanan pembangunan.

Pada akhirnya, Hari Tani Nasional bukan sekadar tentang seremoni dan slogan swasembada pangan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan pangan terdapat kehidupan petani yang membutuhkan kepastian atas tanah, akses produksi, pasar yang adil, dan perlindungan negara.

Bagi Albar, pembangunan Morowali harus mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus: mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi dan tetap menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat petani.

Sebab, ketika lahan pertanian semakin menyempit, pertanyaan tentang masa depan petani bukan lagi sekadar persoalan produksi pangan, tetapi juga menyangkut arah pembangunan dan keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat yang selama ini menjadi penopang pangan.(*/pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPI Morowali Dorong Transparansi dan Keterlibatan Petani dalam Pabrik Beras Premium di Bumi Raya
Ratusan Buruh FSPIM Demo PT Hengjaya Mineralindo
Black Stone Airline Tambah Dua Armada, Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Industri
Hadiri Munas PERIKLINDO, Bamsoet Apresiasi Terpilihnya Kembali Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sebagai Ketua Umum
Akibat Debu, FORBES Morowali Soroti Aktivitas PT RUJ dan PT MBN
Bupati Morowali Iksan, Teken Kerja Sama Replikasi Aplikasi SISGITA di Tangsel  
Komitmen IMIP Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Pendidikan Warga Bahodopi
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:35 WIB

SPI Morowali Dorong Transparansi dan Keterlibatan Petani dalam Pabrik Beras Premium di Bumi Raya

Kamis, 24 September 2026 - 12:28 WIB

Ratusan Buruh FSPIM Demo PT Hengjaya Mineralindo

Kamis, 24 September 2026 - 12:09 WIB

Black Stone Airline Tambah Dua Armada, Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Industri

Kamis, 24 September 2026 - 11:50 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Petani Morowali di Tengah Ekspansi Industri, Albar Soroti Penyempitan Lahan

Kamis, 24 September 2026 - 05:47 WIB

Hadiri Munas PERIKLINDO, Bamsoet Apresiasi Terpilihnya Kembali Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sebagai Ketua Umum

Berita Terbaru

Berita

Ratusan Buruh FSPIM Demo PT Hengjaya Mineralindo

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:28 WIB