Vale Indonesia Siapkan Capex US$1,1 Miliar untuk Kembangkan IGP pada 2027

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas operasional tambang nikel Vale Indonesia. Perseroan menyiapkan capex sekitar US$1,1 miliar pada 2027 untuk mendukung pengembangan Indonesia Growth Project. (FOTO:Istimewa)


 

dteksinews, Morowali- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai sekitar US$1,1 miliar pada 2027. Alokasi tersebut akan menjadi bagian terbesar dari rangkaian investasi perseroan untuk mengembangkan Indonesia Growth Project (IGP).

IGP merupakan proyek pertumbuhan Vale Indonesia yang mencakup sejumlah wilayah operasi di Sulawesi, yakni IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan Blok Sorowako. Pengembangan proyek ini menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kapasitas produksi nikel.

Direktur Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra, mengatakan perseroan masih akan mengarahkan investasi ke proyek-proyek yang berkontribusi terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Untuk 2026, Vale Indonesia memperkirakan realisasi capex mencapai US$700 juta. Belanja modal tersebut antara lain dialokasikan untuk pengembangan tambang, pembangunan fasilitas high pressure acid leach (HPAL), serta berbagai inisiatif yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan.

“Peak di 2027, yang akan paling besar dalam masa ekspansi, itu akan mencapai hingga US$1,1 miliar,” ujar Rizky dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9).

Menurut Rizky, tingginya kebutuhan investasi pada 2027 tidak terlepas dari rencana perseroan membangun sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter baru.

Baca Juga:  Danramil 1311-05 Mori Atas, Bersama Babinsa Panen Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Koramil di Kabupaten Morowali Utara

Setelah mencapai puncak investasi pada 2027, Vale Indonesia masih akan melanjutkan ekspansi pada 2028. Perseroan memperkirakan membutuhkan capex sekitar US$800 juta, terutama untuk mendukung pembangunan fasilitas HPAL.

Dari sisi pendanaan, Vale Indonesia telah memperoleh sustainability-linked loan sebesar US$750 juta. Fasilitas tersebut berasal dari sindikasi yang melibatkan 14 bank internasional.

Rizky menyebut kebutuhan pendanaan Vale Indonesia berpotensi meningkat seiring berlanjutnya realisasi proyek. Perseroan pun membuka peluang memperoleh sumber pendanaan tambahan ketika pelaksanaan proyek telah mencapai tahapan atau milestone berikutnya.

“US$750 juta yang tadi kami sampaikan tentu akan membutuhkan pendanaan tambahan,” katanya.

Di tengah ekspansi tersebut, kinerja operasional Vale Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Hingga semester I/2026, perseroan membukukan produksi 29.773 ton nikel dalam matte.

Khusus pada kuartal II/2026, produksi nikel dalam matte tercatat 16.153 ton, naik sekitar 19% dibandingkan produksi kuartal I/2026 sebesar 13.620 ton.

Peningkatan produksi tersebut didukung oleh penguatan kinerja operasional setelah proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 rampung pada Juni 2026. Perseroan tetap menempatkan keselamatan kerja dan keandalan operasional sebagai bagian penting dalam menjaga kinerja produksi. (*/pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bamsoet: Munas FKPPI Akan Mengesahkan GBHP dan Tetapkan Secara Aklamasi Titiek Soeharto Ketua Umum FKPPI 2026-2031 di Jakarta
Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026
Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku
Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat
Pasar Murah Diluncurkan di Bungku Selatan, Pemkab Morowali Distribusikan 10.000 Paket Sembako
Margarito Perkirakan Januari 2027 Wapres Baru, Begini Skenarionya!
Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan
Presiden Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Pengembangan Kereta Api di Bali
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:15 WIB

Bamsoet: Munas FKPPI Akan Mengesahkan GBHP dan Tetapkan Secara Aklamasi Titiek Soeharto Ketua Umum FKPPI 2026-2031 di Jakarta

Sabtu, 7 November 2026 - 08:38 WIB

Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 05:06 WIB

Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku

Sabtu, 7 November 2026 - 04:59 WIB

Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 7 November 2026 - 04:36 WIB

Pasar Murah Diluncurkan di Bungku Selatan, Pemkab Morowali Distribusikan 10.000 Paket Sembako

Berita Terbaru