Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas PT Vale Indonesia Tbk ,(FOTO: Vale)


 

dteksinews,Jakarta- PT Vale Indonesia Tbk menjadwalkan operasional atau startup proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) raksasa di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada bulan Agustus 2026 ini.

Proyek itu targetnya akan menjadi tulang punggung bagi pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah memaparkan kesiapan proyek yang berlokasi di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) tersebut.

Ia menegaskan rencana operasional smelter HPAL ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.

“Nah jika tidak ada halang melintang bulan Agustus ini siap untuk di-startup. Ini adalah cikal bakal integrated ecosystem baterai salah satu ekosistem baterai yang ada di Indonesia,” katanya dalam acara Grand Seminar HIPMI, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Proyek di Pomalaa ini memiliki kapasitas produksi mencapai 120 kiloton, atau hampir dua kali lipat dari kapasitas operasional Vale saat ini. Produk antara yang dihasilkan berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku utama untuk industri baterai listrik masa depan.

“Jadi di kawasan industri IPIP, Indonesia Pomalaa Industrial Park, which is industrial itu hadir karena adanya angkor plan yaitu kerjasama antara Vale, Huayou sebagai technological providers dan juga Ford Motor,” katanya.

Baca Juga:  Kisah Peserta Pelatihan Vokasional: Latih Kemampuan untuk Raih Harapan

Budiawansyah menjelaskan bahwa kolaborasi strategis dengan Ford dan Huayou ini didesain sebagai industri jangkar yang akan menarik investasi lanjutan di sektor hilir. Kawasan ini disiapkan untuk menampung investor yang akan mengolah produk antara tersebut menjadi prekursor hingga katoda.

“Jadi di sini memang sudah didesain sebagai angkor industrinya dan juga sebagai sampai kepada prekursor dan katoda nanti banyak beberapa investor-investor yang akan datang,” tambahnya.

Melalui proyek HPAL ini, perusahaan berkomitmen memperkuat industri nikel Indonesia agar tidak hanya berhenti pada pengolahan hulu. Perusahaan fokus memastikan seluruh rantai pasok dari tambang hingga material baterai dapat berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Asal tahu saja, HPAL merupakan smelter yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik. Proyek HPAL yang digarap Vale Indonesia sejatinya terletak di tiga provinsi, yakni Pomalaa Sulawesi Tenggara, Morowali Sulawesi Tengah, dan Sorowako Sulawesi Selatan.

Khusus proyek smelter teknologi HPAL di Pomalaa memiliki nilai investasi hingga US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,6 triliun (asumsi kurs Rp 17.911 per US$). Smelter ini akan memproduksikan 120 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Proyek ini juga melibatkan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) yakni Ford Motor Co. dan perusahaan asal China yakni Zhejiang Huayou Cobalt.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy
BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan
FORBES  Morowali Soroti Aktivitas Hauling  PT GMU , Desak Pemda dan APH Segera Bertindak 
PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi
Asisten I Tekankan Kesiapan Panitia dalam Rapat Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Disparbudpora Morowali dan CSR PT IMIP Perkuat Daya Saing UMKM Melalui Pelatihan Branding, Pemasaran, dan HKI
Seminar Akhir Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Iptek Daerah, Asisten III Afridin Sampaikan Iptek Jadi Fondasi Utama Pembangunan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:03 WIB

FORBES  Morowali Soroti Aktivitas Hauling  PT GMU , Desak Pemda dan APH Segera Bertindak 

Berita Terbaru