Ketua IMA Sulteng- Makassar:BPK- RI, Mulai dari WDP Hingga Temuan 2,13 Miliar IKM di Morowali 

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Afdal Saputra  Ketua Ikatan Mahasiswa Sulteng- Makassar (IMA Sulteng- Makassar),(FOTO:IST)


 

dteksinews,Makassar — Pemerintah Kabupaten Morowali dalam upaya pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lewat program Sentra IKM kini menyisakan nestapa. Harapan besar yang dibiayai dari pundi-pundi APBD tersebut justru tersandung benteng pemeriksaan keuangan.Kata Afdal Saputra? Ketua  Ikatan Mahasiswa Sulteng- Makassar (IMA Sulteng- Makassar),Jumat (31/7/2026)

​Menurutnya, bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membongkar adanya kelebihan pembayaran yang fantastis pada proyek Belanja Modal Peralatan dan Mesin di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Tahun Anggaran 2025. Proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV. PAKARESO JAYA ini mencatatkan nilai kerugian negara awal mencapai Rp2,23 miliar.

​Meski penyedia jasa sempat menyetorkan pengembalian sebesar Rp100 juta sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terbit, sisa pengembalian sebesar Rp2,13 miliar masih menggantung.ucapnya.

​Tamparan Opini WDP

​Petaka keuangan ini tertuang jelas dalam LHP BPK Nomor 28.A/T/LHP/DJPKN-VL.PLU/PPD 01/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026. BPK menegaskan secara lugas: “Realisasi tidak sesuai ketentuan.”

​Dampaknya tidak main-main. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang didambakan Pemkab Morowali akhirnya melayang. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Morowali TA 2025 terpaksa harus puas berpredikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

​Selain angka kerugian yang membengkak, BPK memberikan catatan merah atas lemahnya Sistem Pengendalian Intern (SPI) serta rendahnya kepatuhan terhadap regulasi di tubuh dinas terkait. Bupati Morowali pun diinstruksikan bergerak cepat: segera menagih dan menyetor sisa Rp2,13 miliar tersebut ke Kas Daerah. Ungkapnya.

Baca Juga:  Forkopimcam  Bersama  TNI-POLRI  Tertibkan Pedagang Kaki lima di Bahodopi 

​Dalih “Warisan” Jabatan

​Saat dimintai konfirmasi pada Kamis (30/07/2026), Kepala Disdagperin Morowali, Amir Aminudin, tidak menampik temuan BPK tersebut. Namun, ia menggarisbawahi posisinya yang baru dilantik pada Oktober 2025, saat proyek bernilai miliaran itu sudah berjalan.

​”Tugas saya sebagai PPK hanya memerintahkan bayar setelah pengurus barang menyatakan lengkap. Pengadaan sudah sesuai Perpres, survei toko. Rp100 juta sudah disetor CV. PAKARESO JAYA sebelum LHP. Untuk kerusakan itu tanggung jawab rekanan,” ujar Amir membela diri.

​Pembelaan tersebut menyisakan tanda tanya besar di benak publik: Siapa yang sebenarnya paling bertanggung jawab atas kelalaian sejak proses perencanaan dan verifikasi awal? Dan kapan uang negara itu benar-benar kembali utuh?.Katanya.

​Nilai yang Setara 3 Kecamatan

​Di tengah keterbatasan APBD Morowali, angka Rp2,13 miliar bukanlah nominal yang kecil. Jika dikonversi, dana sebesar itu setara dengan penyediaan infrastruktur pendukung IKM untuk tiga wilayah kecamatan. Anggaran yang seharusnya bisa menggerakkan roda ekonomi ratusan pengusaha kecil kini justru mengendap di kantong pihak ketiga.

​Kini,”bola panas berada di tangan Pemkab Morowali. Publik menanti langkah nyata dan ketegasan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK—bukan sekadar formalitas jawaban di atas kertas, melainkan kepastian kembalinya setiap rupiah uang rakyat ke kas daerah?” Tandasnya.(pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolres Morowali; Polres Morowali Tetapkan Tiga Orang Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut di Bahodopi
Huabao Tingkatkan Kompetensi 568 Karyawan Lewat Program Alih Keahlian Operator: Siapkan SDM Unggul Dukung Pertumbuhan Perusahaan
Kecelakaan Kerja di PT BTIIG, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Morowali
Memenui Kebutuhan Air Bersih, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Bangun Manunggal Air Bersih di Masjid 
Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Edukasi MPASI dan Pemicuan STBM di Kelurahan Ganti Donggala
Sinergi TNI- Rakyat,Percepat Pembangunan Rabat Beton TMMD Ke-129 di Desa Polewali
Syarifudin Hafid Minta, PT BTIIG  Bertanggung atas Kecelakaan Kerja 
Kejagung Mutasi Kejari Morowali,Dari Naungan Kepada Nurdin 
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:39 WIB

Ketua IMA Sulteng- Makassar:BPK- RI, Mulai dari WDP Hingga Temuan 2,13 Miliar IKM di Morowali 

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:40 WIB

Wakapolres Morowali; Polres Morowali Tetapkan Tiga Orang Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut di Bahodopi

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:15 WIB

Huabao Tingkatkan Kompetensi 568 Karyawan Lewat Program Alih Keahlian Operator: Siapkan SDM Unggul Dukung Pertumbuhan Perusahaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:34 WIB

Memenui Kebutuhan Air Bersih, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Bangun Manunggal Air Bersih di Masjid 

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:40 WIB

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Edukasi MPASI dan Pemicuan STBM di Kelurahan Ganti Donggala

Berita Terbaru