Puluhan Petani Tambak Udang Palang Jalan Hauling PT.Mitra Sulawesi Bersama (MSB) ,(FOTO:dteksinews)
dteksinews, Morowali- Puluhan Petani Tambak Udang, Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali melakukan pemalangan Jalan Hauling menuju Jetty PT Mitra Sulawesi Bersama (MSB) , karena adanya aktivitas perusahaan dan diduga mengakibatkan pencemaran di areal tambak udang.
Puluhan petani tambak udang melakukan pemalangan, dengan menggunakan batang kayu, bambu dan spanduk, sehingga aktivitas PT MBS dan PT ADP terhenti.Jumat(3/7/2026)
Sementara itu, puluhan petani tambak udang ( pemilik lahan ) di persilahkan untuk mediasi di ruang Kantor PT. Alaska Dwipa Perdana (ADP).
Hadir dalam mediasi tersebut Assisten I Pemerintah Tahir, Camat Witaponda Nasrun, Danramil Bungku Tengah Kapten Alwi , Kapolsek Witaponda IPTU Armawansyah,Perwakilan PT. Alaska Dwipa Perdana (ADP),Perwakilan PT. Mitra Sulawesi Bersama (MSB) dan Perwakilan kelompok tani tambak udang.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi pemalangan Jalan Hauling menuju Jetty PT. ADP dan PT. MSB yang telah berlangsung sejak tanggal 23 Juni 2026 sebagai bentuk protes masyarakat atas dugaan pencemaran air yang mengakibatkan penurunan hasil budidaya tambak udang.
Ditempat sama, Muh ilyas Perwakilan masyarakat menegaskan,”pemalangan tidak akan dibuka sebelum ada kepastian mengenai ganti rugi maupun hasil pemeriksaan yang dapat diterima seluruh pihak,” ujarnya
Ia menambahkan, masyarakat mengalami kerugian ekonomi akibat menurunnya produksi tambak, dugaan pencemaran mulai dirasakan sejak aktivitas perusahaan meningkat, meminta perusahaan bertanggung jawab atas kerugian masyarakat dan meminta dilakukan uji laboratorium ulang oleh lembaga independen serta menolak membuka pemalangan sebelum terdapat kepastian penyelesaian.Tandasnya.
Perwakilan PT. Mitra Sulawesi Bersama (MSB) menyampaikan, mengusulkan agar pengambilan sampel dilakukan mulai dari hulu, area perusahaan hingga hilir dan siap menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan secara independen serta berkomitmen menjaga hubungan baik dengan masyarakat.Katanya.
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Morowali Tahir menyampaikan, bahwa pertemuan bertujuan mencari solusi terbaik melalui musyawarah, PT. MSB telah memperoleh RKAB sesuai mekanisme yang berlaku, pemerintah akan memfasilitasi penyelesaian secara objektif.
Seluruh pihak diminta menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif dan setelah mediasi akan dilakukan peninjauan langsung ke lokasi .Pungkasnya (pri)














