Suasana rapat Paripurna Persetujun Hasil Pembahasan Realisasi Semester Pertama APBD T.A 2025 Aula Kantor DPRD Morowali,(3/7/2026)
dteksinews, Morowal- Bupati Bupati Morowali Ihsan menyampaikan laporan semester pertama anggaran pendapatan dan belanja daerah dan prognosis 6(enam) bulan berikutnya Tahun Anggaran 2026.
Laporan penyampaian semester pertama anggaran pendapatan dan belanja daerah dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Yusman Mahbub pada saat rapat Paripurna Persetujun Hasil Pembahasan Realisasi Semester Pertama APBD T.A 2025 di Kantor DPRD di Kabupaten Morowali, Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah,Jumat (3/7/2026)
Sekda Morowal Yusman,dalam Penyampaian laporan realisasi semester pertama APBD beserta prognasis 6(enam) bulan berikutnya merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan keuangan daerah titik laporan ini tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sampai dengan semester pertama tetapi juga merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pembangunan, tingkat pencapaian target pendapatan efisiensi penggunaan anggaran, serta sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pada semester kedua agar target pembangunan daerah dapat tercapai secara maksimal.
Sebagaimana yang tertuang dalam peraturan daerah Kabupaten Morowali Nomor 34 tahun 2025 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun Anggaran 2026 dan peraturan Bupati Morowali nomor 15 tahun 2012 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 61 tahun 2025 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun Anggaran 2026 yang dalam realisasi pelaksanaannya seperti yang telah tertuang dan laporan realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja daerah dan prognosis untuk 6(enam) bulan berikutnya Tahun Anggaran 2026.kata Yusman.
Lanjut Yusman,Anggaran pendapatan daerah dianggarkan sebesar 2 triliun lebih dan Realisasi sebesar 569 miliar lebih atau mencapai 21,58%. Anggaran belanja daerah dianggarkan sebesar 3 triliun lebih dengan realisasi sebesar 734 juta lebih dan atau
mencapai 23,45%. Anggaran pembiayaan daerah, pada penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar 500 miliar dengan realisasi sebesar 848 miliar lebih dan atau mencapai 169,75%.
Realisasi sebesar 169,75% tersebut merupakan penggunaan sisa lebih pembiayaan Tahun Anggaran sebelumnya. Sedangkan pada pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar 6 miliar lebih dan terealisasi 635 juta lebih atau mencapai 9,68%.Ucap Yusman.
Ditambakan Yusman, laporan realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja daerah dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya merupakan bentuk tanggung jawab baik moral maupun teknis oleh penyelenggara keuangan daerah yang telah mendapatkan amanat untuk melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan sebaik-baiknya yang menyajikan ikhtisar sumber alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh Kabupaten Morowali yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan.
Melalui laporan ini, Pemerintah Daerah memberikan gambaran secara komprehensif mengenai kondisi keuangan daerah perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan serta proyeksi pelaksanaan APBD hingga akhir tahun anggaran. Pemerintah Kabupaten Morowali terus berupaya menjaga stabilitas fiskal daerah melalui pengelolaan pendapatan yang optimal, belanja yang berkualitas, serta pembiayaan yang dikelola secara hati-hati dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas rumah transparasi, dan akuntabilitas.
Memasuki semester kedua atau anggaran, masih terdapat beberapa tantangan yang harus kita hadapi bersama antara lain pencapaian penyerapan anggaran, optimalisasi pendapatan daerah penyelesaian kegiatan fisi, peningkatan kualitas belanja, pengendalian inflasi daerah, penguatan ketahanan pangan serta peningkatan pelayanan publik.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Morowali menetapkan beberapa langkah strategis yaitu;
Pertama, meningkatkan optimalisasi pendapatan asli daerah melalui inovasi pelayanan perpajakan dan Retribusi Daerah, pemanfaatan teknologi informasi serta pengawasan yang lebih efektif.
Kedua, mempercepat pelaksanaan pengadaan barang dan jasa agar seluruh program pembangunan dapat selesai tepat waktu.
Ketiga,meningkatkan kualitas belanja daerah agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Keempat; memperkuat pengendalian, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh perangkat daerah sehingga pelaksanaan program berjalan sesuai target.
Kelima , memperkuat Sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPRD, dunia usaha perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.kata Yusman.
Masih kata Yusman, bahwaa Prognosis 6 (enam) bulan berikutnya disusun dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan ekonomi, Realisasi Pendapatan, kemampuan belanja daerah, serta berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi hingga akhir tahun anggaran pemerintah daerah optimis bahwa melalui kinerja keras seluruh perangkat daerah serta dukungan DPRD target pembangunan yang telah direncanakan dapat diwujudkan secara optimal.
“Namun demikian, kami juga menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi lebih jauh dari sejauh mana anggaran tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan daya saing Kabupaten Morowali,”pungkas Yusman.(pri)














