Ketika Ruang Alam Menyempit, Banjir Menjadi Ancaman Baru Di Desa Sambalagi

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikhtiar  Ketua Umum IP2MM Kota Palu,(FOTO:IST)

 

dteksinews, Morowali- Banjir yang melanda Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali pada Jumat, 08 Mei 2026, bukan sekadar peristiwa musiman yang dapat dipandang sebagai bencana alam biasa. Peristiwa ini menjadi alarm serius atas kondisi lingkungan yang semakin rentan di tengah masifnya aktivitas industri dan eksploitasi sumber daya alam di wilayah Morowali.Minggu(10/5/2026)

Ikhtiar, selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali (IP2MM ) kota Palu memandang bahwa banjir yang terjadi harus menjadi perhatian bersama, terutama karena masyarakat setempat menilai kejadian seperti ini sebelumnya jarang bahkan tidak pernah terjadi dalam skala yang begitu besar. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar “Apakah perubahan bentang alam akibat aktivitas perusahaan turut berkontribusi terhadap menurunnya daya dukung lingkungan?”

Perlu diingat, pada 04 Agustus 2025 Pemerintah Provinsi mendukung pihak perusahaan dalam merealisasikan pembangunan kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), yang disebut-sebut akan ditransformasi menjadi kawasan industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Narasi pembangunan hijau tersebut tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat bahwa kehadiran industri tidak akan merusak ekosistem dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Namun, banjir yang kini terjadi justru menimbulkan keresahan dan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai sejauh mana komitmen terhadap konsep “industri hijau” benar-benar dijalankan di lapangan.katanya.

Baca Juga:  GRD-KK Morowali, Desak Kejari Usut Tutas Dugaan Korupsi 46 Milyar Dinas Perikanan

Ikhtiar menegaskan, bahwa bencana banjir tidak boleh hanya disikapi sebagai akibat curah hujan semata. Pemerintah daerah bersama perusahaan terkait perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas industri yang berada di sekitar kawasan terdampak. Transparansi terhadap dokumen lingkungan, pengawasan tata kelola lahan, serta pemulihan ekosistem harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Selain itu, keberadaan perusahaan di Morowali seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat sekitar. Jangan sampai pembangunan yang dibanggakan sebagai simbol kemajuan justru menghadirkan ancaman baru bagi kehidupan warga.

Melalui peristiwa ini, Ikhtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di Morowali. Pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekologi. Sebab ketika alam mulai kehilangan keseimbangannya, masyarakat kecil akan menjadi pihak yang paling merasakan akibatnya.pungkas Ikhtiar.

Ditempat lain, Kabid Badan Penggulangan Bencana Daerah Kabupaten Morowali  H Gunawan saat di konfirmasi  terkait banjir di Sambalai , belum ada jawaban hingga berita naik tayang. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Iksan Launching Pekan Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan serta Perikanan di Bungku Selatan
Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026
Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku
Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat
Pasar Murah Diluncurkan di Bungku Selatan, Pemkab Morowali Distribusikan 10.000 Paket Sembako
Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan
Bupati Konut Apresiasi Bupati Iksan Fasilitasi Kunjungan Studi di Morowali
Bupati Kolaka Sebut Morowali Jadi Acuan Pengembangan Sektor Industri
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 01:37 WIB

Bupati Iksan Launching Pekan Pasar Murah dan Salurkan Bantuan Pendidikan serta Perikanan di Bungku Selatan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:38 WIB

Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 05:06 WIB

Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku

Sabtu, 7 November 2026 - 04:59 WIB

Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 13:21 WIB

Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan

Berita Terbaru