Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP),(FOTO:DOK Humas IMIP)

 

dteksinews,Morowali- Kehadiran kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tak hanya sebagai pusat aktivitas hilirisasi nikel nasional, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal dan regional. Hal ini tercermin dari tingginya aktivitas konsumsi harian yang didominasi oleh tenaga kerja usia produktif di kawasan yang terletak di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Karakteristik mayoritas karyawan produktif di kawasan IMIP berada pada rentang usia 26–35 tahun. Dari survei perputaran ekonomi di Kecamatan Bahodopi diketahui, proporsi mereka mencapai 56,4 persen dari total responden. Komposisi demografis ini menunjukkan bahwa kawasan IMIP didukung kelompok usia produktif yang aktif secara ekonomi, dengan kecenderungan tingkat belanja kebutuhan harian yang tinggi dan stabil.jumat(8/5/2026)

Karakteristik usia produktif berimplikasi langsung pada pola pengeluaran. Survei yang dilakukan tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT IMIP mencatat, 98,4 persen responden mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan konsumsi makanan dan minuman setiap hari. Rerata belanja konsumsi tercatat mencapai sekitar Rp2,19 juta per orang setiap bulan. Ini menjadikan sektor kuliner sebagai salah satu tulang punggung utama ekonomi lokal di lingkar industri IMIP.

Dalam riset itu disebutkan, secara agregat, aktivitas konsumsi para karyawan ini membentuk perputaran ekonomi yang signifikan. Total pengeluaran bulanan karyawan di kawasan IMIP diperkirakan mencapai Rp492 miliar, atau setara Rp5,9 triliun dalam setahun. Angka ini tidak hanya mencerminkan daya beli yang kuat, tapi juga menunjukkan besarnya kontribusi tenaga kerja industri terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Tingginya konsumsi harian tersebut turut mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Bahodopi dan sekitarnya. Saat ini, tercatat sebanyak 7.643 unit UMKM beroperasi di kawasan tersebut, dengan komposisi usaha mikro sekitar 78 persen, dan usaha kecil 22 persen. Kehadiran UMKM ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan harian para pekerja, terutama untuk alokasi kebutuhan makan-minum, kontrakan, transportasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Di samping konsumsi makanan, pola hidup karyawan usia produktif juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya, seperti transportasi dan indekos. (Lihat Tabel). Sebagian besar pekerja (82,6%) tinggal di rumah kos atau kontrakan dengan sewa rata-rata Rp1,26 juta per bulan. Sekitar 79,3 persen responden juga mengeluarkan biaya rutin untuk transportasi yang turut menggerakkan sektor jasa transportasi lokal.

Baca Juga:  Anggota Koramil 1311-07 Menui Kepulauan,  Galakan Kegiatan Komunikasi Sosial di Wilayah Pesisir Pulau di Desa Terebino

Menariknya, preferensi belanja karyawan cenderung kuat pada pelaku usaha lokal. Sebanyak 57% karyawan menyatakan lebih sering berbelanja di warung atau kios lokal dibandingkan ke toko modern. Faktor kedekatan lokasi menjadi alasan utama, selain pertimbangan harga yang lebih terjangkau dan kedekatan sosial dengan penjual. Dengan struktur demografi didominasi usia produktif serta daya beli kuat, kawasan IMIP diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis. Kondisi ini berpeluang terus menghidupkan ruang pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Bahodopi.

Situasi ini menjadi sinyal pentingnya dukungan pengembangan kegiatan ekonomi padat karya di sekitar industri padat modal di kawasan IMIP. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, memandang, perlu penguatan untuk sektor perdagangan, jasa logistik, konstruksi, dan UMKM pendukung lain. “Langkah ini bertujuan membantu memperluas distribusi manfaat ekonomi dari aktivitas industri. Selain itu, dapat membantu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” BI Sulteng dalam keterangan tertulisnya.

Dalam jangka panjang, penting pula diversifikasi struktur ekonomi daerah demi menjaga agar perekonomian tidak terlalu rentan terhadap dinamika satu sektor utama saja. Beberapa sektor potensi ekonomi lokal lain yang perlu dikembangkan adalah pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan skala menengah. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah dapat lebih aktif dan responsif menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulteng, Andi Irman, S.STP, MM, menuturkan upaya strategis yang akan ditempuh dengan meningkatkan iklim investasi kondusif bagi perkembangan industri serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. “Selain pengelolaan potensi fiskal daerah, pemerintah mendukung kebijakan hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah komoditas daerah,” kata Andi Imran. Dengan struktur demografi yang didominasi oleh usia produktif serta kuatnya daya beli, kawasan IMIP diproyeksi terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis, sekaligus mengerek pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Kecamatan Bahodopi dan Kabupaten Morowali. Dengan begitu, akan tercipta keseimbangan pertumbuhan industri yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (*)

 

Narahubung: Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 
Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 
UKW di Morut, Tri Putra Tekankan Profesionalisme Wartawan
Ikhtiar dan Nira Riani, Terpilih Ketua Serta  Wakil Ketua Umum IP2MM periode 2026‑2027
Pastikan Harga Sembako Stabil, Serka Sanuddin Cek Bahan Pokok di Pasar Tradisional 
Sosialisasi dan Kurasi, Alfamidi Dorong UMKM Morowali Naik Kelas
Langkah Danrem 132/Tadulako di Kodim 1308 Luwuk Banggai, Bawa Semangat Kebersamaan
Dandim 1311/Morowali Apresiasi, Babinsa Kelola Sampah Plastik Menjadi Solar B-40 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB

Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:17 WIB

UKW di Morut, Tri Putra Tekankan Profesionalisme Wartawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:53 WIB

Pastikan Harga Sembako Stabil, Serka Sanuddin Cek Bahan Pokok di Pasar Tradisional 

Berita Terbaru

Daerah

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

Daerah

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Daerah

Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB

Daerah

UKW di Morut, Tri Putra Tekankan Profesionalisme Wartawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:17 WIB