dteksinews,Maluku – Maraknya aksi pengibaran bendera separatis Republik Maluku Selatan (RMS) belakangan ini mendapat perhatian serius dari aparat keamanan. Menyikapi hal tersebut, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto menegaskan komitmen tegas dalam menjaga keutuhan wilayah.
“Provinsi Maluku adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada toleransi bagi simbol-simbol separatis di tanah ini,” ujar Dodi dalam keterangannya di Ambon.Senin(27/4/2026)
Ia mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan dengan menonjolkan identitas separatis. Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga ketertiban serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dodi menyampaikan bahwa kondisi saat ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan. Ia mengapresiasi warga Maluku yang dinilai tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu lama yang berpotensi memecah belah.
Menurutnya, gerakan separatisme justru menjadi hambatan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain mengganggu stabilitas, isu tersebut juga dinilai dapat berdampak negatif terhadap citra daerah serta iklim investasi.
Dodi pun mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga juga diminta untuk proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Fokus pada pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Jangan sampai ideologi yang bertentangan dengan Pancasila merusak persaudaraan yang sudah terjaga,” ujarnya.
Penegasan sikap tegas dari Pangdam XV/Pattimura tersebut menunjukkan bahwa stabilitas keamanan di Maluku menjadi prioritas utama dalam mendukung pembangunan daerah. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga persatuan serta mencegah munculnya kembali konflik yang dapat menghambat kemajuan wilayah. Dengan komitmen bersama, Maluku diharapkan tetap kondusif dan mampu berkembang secara berkelanjutan dalam bingkai NKRI.(***)














