Pengelolaan DAS Perbatasan Terpadu Kunci Menjaga Stabilitas Negara

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam RI, Dubes Mohammad K. Koba,(FOTO: DOK  Polkam)

 

dteksinews,Bogor — Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah perbatasan perlu dilakukan secara terpadu karena berkaitan erat dengan aspek lingkungan, keamanan, dan diplomasi antarnegara.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam RI, Dubes Mohammad K. Koba, menegaskan bahwa DAS di wilayah perbatasan memiliki karakter strategis karena melintasi batas negara dan berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak dikelola secara terkoordinasi.

“Pengelolaan DAS yang terpadu, adil, dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas, keharmonisan, serta kedaulatan wilayah,” ujar Koba dalam Focus Group Discussion (FGD) Penataan Daerah Aliran Sungai di Perbatasan Republik Indonesia, di Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) dalam siaran Pers  NO. 114/SP/HM.01.02/POLKAM/4/2026

Ia mencontohkan berbagai konflik terkait sungai lintas negara, termasuk di kawasan Sungai Nil yang melibatkan beberapa negara. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan DAS perbatasan tidak dapat dipandang semata sebagai isu teknis, tetapi juga sebagai isu strategis yang memerlukan kerja sama dan tanggung jawab bersama.

“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa pengelolaan DAS di wilayah perbatasan dapat berjalan secara efektif, adil, dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kepentingan nasional serta stabilitas hubungan antarnegara,” kata Koba.

Dalam forum yang sama, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia Kemenko Polkam, Nur Rokhmah Hidayah, menyampaikan bahwa sejumlah DAS di wilayah perbatasan RI berada dalam kondisi cenderung kritis, rawan aktivitas ilegal lintas batas, serta berpotensi memicu konflik sosial dan sengketa lahan.

Baca Juga:  BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara

“Perlu mengedepankan mekanisme diplomasi dan pendekatan sosial dalam mengatasi potensi konflik yang muncul. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas lintas batas perlu diperketat melalui pendekatan keamanan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nur Rokhmah.

Narasumber dari Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri, Arrie Poluzzi, mendorong agar pengelolaan DAS lintas negara dibahas melalui forum-forum dialog bilateral yang telah tersedia. Sementara itu, Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional, Yunita Chandra, menekankan perlunya dukungan lintas kementerian/lembaga untuk mewujudkan perencanaan DAS yang komprehensif dengan prinsip one river, one plan, one integrated management.

Penguatan kolaborasi lintas kementerian/lembaga juga menjadi perhatian Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS, Ditjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Nurul Iftitah, serta Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat BNPP, Henry Erafat. Keduanya menekankan pentingnya pembentukan platform koordinasi pemangku kepentingan lintas negara dan penguatan mekanisme bilateral yang sudah ada agar pengelolaan DAS dapat dilakukan secara utuh dari hulu ke hilir.

Kemenko Polkam berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata, baik dalam bentuk penyusunan kebijakan, penguatan regulasi, maupun implementasi program di lapangan.(red/dteksinews)

Sumber: Humas  Kemenko Polkam

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel
TNI Hadir Membawa Manfaat Ekonomi, Bazar Murah Semarakkan HUT ke-81
Menerima Kunjungan Persahatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Maroko
Dimulai Serentak Hari Ini, Prof. Zudan Pastikan Sistem CAT BKN Jamin Transparansi SKD Sekolah Kedinasan
Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
Hutang obligasi BLBI, Diselesaikan dalam 2 Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo
Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:37 WIB

Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel

Selasa, 22 September 2026 - 12:18 WIB

TNI Hadir Membawa Manfaat Ekonomi, Bazar Murah Semarakkan HUT ke-81

Selasa, 22 September 2026 - 10:42 WIB

Menerima Kunjungan Persahatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Maroko

Selasa, 22 September 2026 - 10:35 WIB

Dimulai Serentak Hari Ini, Prof. Zudan Pastikan Sistem CAT BKN Jamin Transparansi SKD Sekolah Kedinasan

Selasa, 22 September 2026 - 10:12 WIB

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

Berita Terbaru

Berita

Kecanduan Beli Sabu, Pelaku Curanmor Curi Motor Tetangga

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:53 WIB