GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa,(foto:ist)

 

dteksinews, Jakarta – Masih banyak pihak di dalam negeri yang mengecam keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Di antara para pengkritik bahkan ada yang mendesak agar Presiden Prabowo Subianto angkat kaki dari BoP.

Para pengkritik biasanya menyebut bahwa BoP merupakan institusi yang bekerja di luar sistem internasional atau dengan kata lain tanpa mandat dari PBB.

Padahal, sebaliknya, Board of Peace adalah instrumen yang dilahirkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang ditandatangani pada November 2025 lalu.

“Bila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi jelas bagi kita bahwa BoP dijiwai oleh proposal perdamaian yang disampaikan berbagai negara untuk tidak hanya menciptakan perdamaian di Gaza tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Teguh mengatakan, di dalam Resolusi DK PBB 2803 itu disebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza akan menjadi jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, juga akan dibangun dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati cakrawala politik untuk hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

Baca Juga:  Hadiri Peresmian 2.664 Titik Air Seluruh Indonesia Melalui Vicon, Brigjen TNI Dody : TNI Manunggal Air Untuk Mengatasi Kesulitan Masyarakat

“Point ini sejalan dengan salah satu prinsip emas Dasasila Bandung, peaceful coexistance, atau hidup berdampingan secara damai,” ujar Teguh lagi.

Dasasila Bandung yang disebutnya adalah hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga mengatakan, pihak Palestina sendiri menyadari dan menghormati berbagai upaya yang dilakukan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan negara itu dalam berbagai forum internasional, termasuk di BoP.

“Dukungan Indonesia untuk Palestina tidak perlu diragukan. Pihak Palestina pun tahu dan sangat menghormati posisi dan strategi perjuangan Indonesia,” kata dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Teguh mencontohkan, pertemuan pejabat baru Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dengan sejumlah tokoh dan pejabat Indonesia belakangan ini memperlihatkan kepercayaan Palestina pada langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengimbau teman-teman yang masih mencurigai BoP dan posisi Indonesia di dalamnya agar membaca lagi dengan teliti Resolusi DK PBB 2803. Kritik adalah hal yang kita perlukan untuk mengingatkan. Tetapi agar tidak melebar dan mengganggu objektivitas, sebaiknya kritik disampaikan dalam kerangka yang pasti. Kita sama-sama baca lagi Resolusi itu dengan teliti,” demikian Teguh Santosa. (*/dteksinews)

Sumber: Direktur BoP

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertemuan Kababinkum Dan HAM TNI Dengan Kepala Delegasi ICRC, Bahas Penguatan Kerja Sama 2026
Kemendagri Dorong Penyusunan Indikator Bersama, untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi serta Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran
Industri Surya RI Ditekan AS, Bamsoet Dorong Penguatan Strategi Ekspor dan Insentif Fiskal
Seskab Teddy: Bantah MBG kurangi Program & Anggaran Pendidikan, bahkan ditambah.
Membumikan Cinta Quran, KORPRI di Pimpin Prof Zudan Gelar 7 Kali MTQ Nasional untuk ASN 
Di Pimpin Prof Zudan, KORPRI Istiqomah Gelar 6 Kali MTQ Nasional berturut-turut Wujud Cinta Al Quran
Prof. Djohermansyah Djohan: Pemerintah Memfasilitasi Bukan Mendireksi Koperasi
Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama, Indonesia–Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pertemuan Kababinkum Dan HAM TNI Dengan Kepala Delegasi ICRC, Bahas Penguatan Kerja Sama 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:14 WIB

Kemendagri Dorong Penyusunan Indikator Bersama, untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi serta Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:35 WIB

Industri Surya RI Ditekan AS, Bamsoet Dorong Penguatan Strategi Ekspor dan Insentif Fiskal

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:25 WIB

Seskab Teddy: Bantah MBG kurangi Program & Anggaran Pendidikan, bahkan ditambah.

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:10 WIB

Membumikan Cinta Quran, KORPRI di Pimpin Prof Zudan Gelar 7 Kali MTQ Nasional untuk ASN 

Berita Terbaru