Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Banten– PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerjasama (_Memorandum of Understanding/MoU_) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Kedua lembaga tersebut sepakat untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang media melalui pelatihan media, diskusi (_workshop_, seminar, dan FGD), dan _media monitoring, minggu(8/2/2026)

Penandatanganan kerjasama dilakukan di sela-sela peringatan 6 tahun kelahiran JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Momen ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6-9 Februari 2026. Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman.

Komitmen untuk meningkatkan SDM media antara Merdeka Institute dan JMSI itu disaksikan oleh Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JSMI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, para kepala daerah, dan pewakilan dari berbagai institusi.

Merdeka Institute adalah lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian _Merdeka_ dan _Rakyat Merdeka_. Berkantor pusat di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Merdeka Institute berfokus pada masalah sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.

Sementara, JMSI adalah jaringan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. JMSI yang merupakan salah satu konstituen Dewan Pers dan berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu saat ini memiliki sekitar 990 anggota yang terdiri dari perusahaan penerbit media online di Indonesia.

Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar menekankan perlunya meningkatkan kualitas SDM media di tengah disrupsi media massa sebagai imbas dari perkembangan teknologi digital, khususnya dengan hadirnya media sosial. “Awak media harus terus meningkatkan _skill_, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terkena dampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU.

Baca Juga:  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Para Babinsa Koramil 1311-04 Lembo Melaksanakan Pengolahan Sawah di Desa Beteleme 

Merdeka Institute yang diawaki pada jurnalis senior, kata Mulia, memiliki posisi strategis dan berkepentingan untuk turut meningkatkan kualitas SDM media. “Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah “banjir” media sosial. Teguh menyitir statemen Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan kondisi media saat ini sedang “banjir bandang”, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

“Di saat banjir, semua air keruh dan kotor. Dan, di saat seperti itu, setiap orang tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan bisa menjadi “air bersih” di saat publik sedang dibanjiri media sosial,” ujar Teguh yang juga alumni Harian _Rakyat Merdeka_ dan pendiri kantor berita politik RMOL.ID itu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kesempatan yang sama mengungkapkan pentingnya memperbanyak jurnalis intelek, yakni jurnalis terdidik yang mendasarkan kerja profesionalnya pada kerangka berpikir intelektual.

“Para pendiri negeri ini sebagian besar memiliki tradisi menulis dan jurnalis. Dengan tulisannya, mereka mampu memberikan pencerahan bagi bangsanya. Itulah mengapa kita perlu memperbanyak jurnalis intelek yang memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual dan memberi ruang lebih kepada para narasumber dari kalangan intelektual sehingga ruang publik dipenuhi kerangka berpikir yang jernih dan positif,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak. (*/dteksinews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamentan Sudaryono Lepas Bantuan HKTI Rp1 Miliar untuk Pemalang dan Bandung Barat
Bupati Iksan Tegaskan Pembangunan Tak Boleh Tanpa Arah
Jadi Co-Promotor Disertasi Doktor Hukum, Bamsoet Dorong Penguatan Regulasi Dana Desa agar Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Sinergi Ulama dan Negara
Bersama Rakyat, TNI Gotong Royong Bangun Koperasi  Merah Putih 
Ketua Tim IBR Ucapkan Selamat HPN 2026, Apresiasi Peran Pers Morowali dalam Pembangunan Daerah
Hut JMSI ke 6 dan HPN , JMSI Pusat Usulkan Perlindungan HAM Terhadap Pers
Bentuk Kepedulian, Polres Morowali Utara  Berikan Bantuan kepada Wartawan yang Mengalami Kecelakaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:24 WIB

Wamentan Sudaryono Lepas Bantuan HKTI Rp1 Miliar untuk Pemalang dan Bandung Barat

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:12 WIB

Bupati Iksan Tegaskan Pembangunan Tak Boleh Tanpa Arah

Selasa, 10 Februari 2026 - 04:25 WIB

Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media

Senin, 9 Februari 2026 - 10:08 WIB

Jadi Co-Promotor Disertasi Doktor Hukum, Bamsoet Dorong Penguatan Regulasi Dana Desa agar Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Senin, 9 Februari 2026 - 07:39 WIB

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Sinergi Ulama dan Negara

Berita Terbaru