Prof.Slamat Riadi Cante: Tegaskan Sistem Pilkada di Indonesia  Perlu Perbaikan Secara Menyeluruh  

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, M.Si,(foto:ist)

 

dteksinews, Palu– Guru Besar Bidang Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, M.Si, menegaskan bahwa sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh, baik melalui mekanisme Pilkada langsung maupun tidak langsung.

Menurutnya, akhir-akhir ini diskursus mengenai penyelenggaraan Pilkada kembali mengemuka, khususnya wacana Pilkada yang akan dilakukan melalui DPRD.

Hal ini didorong oleh realitas Pilkada langsung yang dinilai membutuhkan biaya politik sangat tinggi serta cenderung menimbulkan polarisasi politik di tingkat masyarakat.

“Persoalannya bukan semata-mata langsung atau tidak langsung, tetapi bagaimana sistem itu mampu melahirkan kepala daerah yang visioner dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menyoroti salah satu tradisi politik yang harus segera dihilangkan untuk menekan biaya Pilkada, yakni mahar politik. Berdasarkan data yang ada, calon bupati dan walikota rata-rata harus mengeluarkan dana sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, hanya untuk membayar mahar kepada partai pengusung, yang besarannya ditentukan oleh jumlah kursi partai di DPRD.

“Ini menjadi beban awal yang sangat berat bagi kandidat, bahkan sebelum mereka terpilih,” jelasnya.

Baca Juga:  Pelda Hardianto  Anjangsana dan Komsos di wilayah Binaan Desa Korobonde Kabupaten Morowali Utara

Di sisi lain, Prof. Slamet juga mengingatkan bahwa jika Pilkada dilaksanakan melalui DPRD, potensi politik uang terhadap anggota dewan harus menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dari lembaga terkait mutlak diperlukan agar kandidat tidak semakin terbebani oleh biaya politik yang tinggi.

Sementara itu, apabila Pilkada langsung tetap dipertahankan, ia menilai perlu ada evaluasi terhadap masa kerja penyelenggara Pemilu, khususnya Komisi Pemilihan Umum di tingkat Daerah.

Menurutnya, masa kerja komisioner KPU di tingkat daerah, sebaiknya ditinjau kembali atau bersifat ad hoc saja, agar dapat mengurangi beban pembiayaan.

“Begitu juga dengan Bawaslu, diperlukan komitmen dan integritas yang kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan,” tambahnya.

Sebagai kesimpulan, Prof. Slamet menegaskan bahwa dalam kerangka proses pemilihan kepala daerah, negara perlu mendesain sebuah sistem yang benar-benar mampu menghasilkan pemimpin daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Hasil berbagai studi menunjukkan banyak kepala daerah terjerat kasus korupsi karena adanya dorongan untuk mengembalikan biaya Pilkada yang telah mereka keluarkan. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” pungkasnya.(*/dteksinews)

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

60 Persen Pekerja IMIP Gen Z, Ruang bagi Angkatan Produktif
Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tersedia Babinsa 1311-09 Bahodopi Rutin Pantau Di Wilayah Binaan 
Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan
Bamsoet: Konsolidasi Kekuasaan Presiden Prabowo Perlu Diperkuat untuk Percepat Penyelesaian Persoalan Bangsa
Mensesneg: Presiden Prabowo Berhentikan Listyo Sigit Prabowo  dari Jabatan KSP
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

60 Persen Pekerja IMIP Gen Z, Ruang bagi Angkatan Produktif

Kamis, 5 November 2026 - 01:28 WIB

Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tersedia Babinsa 1311-09 Bahodopi Rutin Pantau Di Wilayah Binaan 

Rabu, 4 November 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Rabu, 4 November 2026 - 13:08 WIB

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

Berita Terbaru