Kabid Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Morowali Awaludin Nunu,(foto dok:dteksinews.co.id)
dteksinews, Morowali- Rabies adalah penyakit virus akut yang fatal pada sistem saraf pusat, menular lewat air liur hewan terinfeksi (seperti anjing, kucing, kera) melalui gigitan atau cakaran, menyebabkan gejala neurologis seperti takut air (hidrofobia), kejang, dan kelumpuhan hingga kematian jika tidak ditangani segera.
Berdasarkan data kasus penyakit rabies yang disebabkan ajin gila sebanyak 438 kasus se Kabupaten Morowali, dan dari kasus tersebut yang paling tinggi Desa Bahomakmur,Kecamatan Bahodopi sebanyak 269 kasus rabies.kata Kabid Pertenakan dan Kesehatan Hewan Morowali Awaludin Nunu diruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).
Menurut Awal, dalam kasus penyakit rabies, pencegahan utama adalah vaksinasi hewan peliharaan dan segera membersihkan luka gigitan dengan sabun serta mencari pertolongan medis untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Kemudian penyebab penyakit rabies , Virus rabies (genus Lyssavirus) dari keluarga Rhabdoviridae.
Dan cara penularanya, ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi ke luka terbuka atau selaput lendir.
Gejala- gejala yang ditimbulkan pada Manusia, mulai dari awal: Demam, sakit kepala, lemas, sakit tenggorokan, kesemutan di area gigitan.kata Awal.
Lanjut Awal,gejala takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia), takut angin, kejang, agresif, hipersalivasi (air liur berlebihan), kelumpuhan, hingga kematian.
Langkah setelah gigitan hewan dengan cara , segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.
Antiseptik: Keringkan dan oleskan antiseptik seperti alkohol atau povidone-iodine.
Segera ke Fasilitas Kesehatan: Datang ke puskesmas, klinik, atau RS terdekat untuk evaluasi dan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR).
Observasi Hewan: Jangan bunuh hewan yang menggigit; isolasi untuk observasi selama 3-7 hari (jika memungkinkan).
Sedangkan untuk pencegahan Vaksinasi rutin hewan peliharaan (anjing, kucing).
Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang tidak dikenal. Vaksinasi Pra-Pajanan (PrEP) untuk orang berisiko tinggi (dokter hewan, dll.) Ungkap Awal.
Kemudian, terkait penanganan penyakit hewan, selain ada petugas lapangan kami yang sudah di SK , di beberapa Kecamatan yang ada, ada dan standar yang ingin konsultasi terkait masalah ini.
“Penanganan ajing rabies, tinggi penyakitnya, lokasi yang populasi Desa Bahomakmur, Witaponda dan Bumi Raya,”ujar Awal.
Ditambahkan Awal, terkait penanganan rabies, karena belum ada obat kita belum bisa tangani langsung, namun tahun ini kami anggaran pengobatan rabies.
“Anjing yang terkena penyakit kita obat, dan kita krangtina di puskesmas Ipi. Jika ada ajing liar dan anjing peliharaan, Populasi hampir sekitar 2500 di Morowali,”
Kalau ada laporan kita tangani, dan tahun ini sudah anggaran maka kita turun kelapangan.
” Di himbau kepada masyarakat, yang memelihara hewan pembawa rabies(HPR) anjing kucing dan kera wajib melakukan vaksinasi rabies. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di kabupaten Morowali.” Ujar Awal
Sementara itu data kasus gigitan hewan penyebab rabies tahun 2025 Morowali yang tersebar di 10 Kecamatan:
1.Puskesmas Menui Kepulauan:0
2.Puskesmas Sombori Kepulauan:0
3.Puskesmas Bungku Selatan: 1
4.Puskesmas Bungku Pesisir: 2
5.Puskesmas Bahodopi :269
6.Puskesmas Bungku Timur : 12
7.Puskesmas Bungku Tengah : 29
8.Puskesmas Bungku Barat: 36
9.Puskesmas Bumiraya :23
10.Puskesmas Witaponda : 66
Jadi jumlah kasus penyakit rabies tahun 2025 di Kabupaten Morowali sebanyak 438 kasus .Pungkas Awal.














