Satwa Endemik Sulawesi Berhasil Dilepasliarkan di TWA Tokobae

- Penulis

Selasa, 30 April 2024 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,Morowali– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah berhasil melepasliarkan puluhan satwa liar ke alam bebas. Fauna yang dilepasliarkan adalah kera hitam Sulawesi (Macaca tonkeana) dan elang bondol (Haliastur indus).

Pelepasliaran satwa ini diadakan pada Senin (29/04/2024), di Taman Wisata Alam (TWA) Tokobae, di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali. Dalam program itu, BKSDA Sulteng menggandeng PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dimana perusahaan itu juga fokus pada program perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Hadir dalam pelepasliaran itu, Kepala BKSDA Sulteng, Mulyadi, dan Camat Bahodopi, Tahir.

Total sebanyak 21 ekor macaca berhasil dilepasliarkan atau translokasi, terdiri atas 4 jantan dewasa, 4 jantan remaja, 7 betina dewasa, dan 6 anakan. Translokasi ini dilakukan beberapa tahap. Setelah beberapa bulan lalu berhasil melepasliarkan sebanyak 9 ekor, pada Senin lalu (29/04/2024), dilanjutkan dengan 12 ekor macaca.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Poso BKSDA Sulteng, Yusry M, dalam acara ini menyampaikan, proses pelepasliaran satwa dipersiapkan selama dua minggu melibatkan 25 orang tim BKSDA Sulteng. Translokasi macaca juga dilaksanakan berkonsultasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Semula kawanan kera hitam macaca atau yang dikenal juga monyet boti menghuni area hutan di Dusun Tabo, Desa Labota, Bahodopi, Morowali. Yusry menjelaskan, interaksi macaca dengan manusia yang tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut dinilai dapat menimbulkan konflik, sehingga akan menyebabkan gangguan bagi permukiman, utamanya bagi ekosistem macaca.

BKSDA Sulteng kemudian melakukan langkah penanganan bekerja sama dengan Departemen Environmental PT IMIP, mencakup tiga hal, yaitu penangkapan satwa (handeling), penyelamatan (resque), dan pelepasliaran (release).

“Dalam masa persiapan operasi pelepasliaran, kami mengecek dan observasi empat calon lokasi. Lalu dipilih TWA Tokobae sebagai lokasi pelepasliaran,” kata Yusry.

Baca Juga:  Panglima TNI Tiba Di Sulteng, Danrem 132/Tdl : Selamat Datang Kembali di Negeri Seribu Megalit

TWA Tokobae merupakan sebuah pulau dengan hutan seluas 891,18 hektare. Lokasinya berjarak sekitar 170 kilometer dari Desa Labota dan menyeberangi Teluk Tomori. Dibuka sejak tahun 1989, TWA Tokobae jauh lebih ideal sebagai habitat bagi macaca.

Satwa Endemik

Kepala BKSDA Sulteng Mulyadi mengatakan, populasi hewan macaca di seluruh dunia berjumlah 3.000-an ekor. Sebanyak 23 spesies di antaranya terdapat di Indonesia. Sementara itu, kata dia, “Ada 7 jenis spesies di antaranya menyebar di Pulau Sulawesi bagian utara, selatan, dan tenggara.” Dalam area TWA Tokobae sendiri juga dihuni oleh kawanan Macaca tonkeana dan Macaca ochreata.

Sebelumnya, tim BKSDA menangkap puluhan macaca yang berkeliaran di sekitar permukiman warga sejak tahun 2023 menggunakan kandang jebak tradisional dan modifikasi. Khusus alat perangkap boti di hutan Tabo, tim BKSDA membuat kandang jebak dari besi berukuran panjang sekitar 8 meter dan tinggi 1,5 meter dengan empat ruang untuk ditempati beberapa ekor boti. Umpan makanan bagi boti juga ditebar di sekitar area perangkap, misalnya berupa buah pisang.

Dalam kesempatan yang sama, tim BKSDA juga melepasliarkan tiga ekor burung elang bondol (Haliastur indus). Mulyadi mengatakan keberhasilan pelepasliaran ini berkat peran serta PT IMIP dan komunitas pecinta lingkungan Morowali, dan warga sekitar Kolonodale dan TWA Tokobae.

Setelah dievakuasi di TWA Tokobae, tim BKSDA Sulteng akan terus memantau perkembangan keberlangsungan hidup kera hitam sulawesi ini. Selain itu, empat ekor kera lain yang masih menghuni Hutan Tabo akan dipindahkan pula di lain waktu. [RRS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seskab bersama Menhub, Meninjau Puncak Arus Balik di Terminal Bus Pulo Gadung 
Libur Usai, Pelayanan Imigrasi Morowali Kembali Normal!
Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Halalbihalal dengan Jemaah Masjid Darussalam Aceh Tamiang
Semangat Kemenangan Menggema! Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H dan Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Rujab Bupati Morowali Dipenuhi Warga, Open House Berlangsung Hangat
Bupati Morowali Sambut Hangat Warga di Open House Hari Kedua Lebaran
Semangat Idulfitri Tak Pernah Padam, Bupati Morowali Apresiasi Antusias Warga
Pemerintah Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan Harga Energi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:48 WIB

Seskab bersama Menhub, Meninjau Puncak Arus Balik di Terminal Bus Pulo Gadung 

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:01 WIB

Libur Usai, Pelayanan Imigrasi Morowali Kembali Normal!

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:47 WIB

Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Halalbihalal dengan Jemaah Masjid Darussalam Aceh Tamiang

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:41 WIB

Semangat Kemenangan Menggema! Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H dan Halal Bihalal Penuh Kebersamaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:14 WIB

Rujab Bupati Morowali Dipenuhi Warga, Open House Berlangsung Hangat

Berita Terbaru

Daerah

Libur Usai, Pelayanan Imigrasi Morowali Kembali Normal!

Rabu, 25 Mar 2026 - 11:01 WIB

Kriminal

Polres Morowali Tangani Kasus Penganiayaan di Bahoruru

Selasa, 24 Mar 2026 - 08:16 WIB