Lulusan Doktoral, Dr Fery eL Shirinja bersama Dr Saharuddin Lurang, keduanya meraih predikat cumlaude dengan IPK sempurna 4.00.(Foto: dok pribadi)
dteksinews, Palu– Angkatan 2023 Program Studi Ilmu Sosial Program Doktor Pascasarjana Universitas Tadulako mencatat prestasi membanggakan. Untuk pertama kalinya, program studi ini berhasil meluluskan 17 doktor dari total 34 mahasiswa yang terdaftar pada tahun 2023. Seluruh lulusan tersebut mampu menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat, yakni lima semester atau sekitar dua tahun dua bulan hingga dua tahun empat bulan.
Juru bicara Angkatan 2023, Dr. H. Saharuddin Lurang, mengatakan keberhasilan ini lahir dari kebiasaan saling memberi semangat antar mahasiswa S3. Menurutnya, dukungan tersebut membuat setiap mahasiswa terus berusaha maksimal agar dapat menyelesaikan studi doktoralnya dengan cepat dan tepat waktu.
Ia menjelaskan, proses perkuliahan hingga penyusunan disertasi yang penuh tantangan dapat dijalani dengan baik karena adanya kekompakan dan komitmen kuat di antara mahasiswa. Budaya diskusi yang aktif dan kebiasaan saling berbagi pengalaman menjadi kunci penting dalam menjaga semangat dan konsistensi belajar.
“Sejak awal kami sepakat untuk saling mendukung. Setiap perkembangan, hambatan, maupun pencapaian selalu dibicarakan bersama, sehingga tidak ada yang merasa berjuang sendirian,” ujar Saharuddin.
Keberhasilan meluluskan 17 doktor dalam waktu yang relatif singkat ini, lanjutnya, menjadi pencapaian yang patut dibanggakan sekaligus mencerminkan kualitas pengelolaan akademik Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Tadulako, yang berada di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ir. Adam Malik.
Secara akademik, para lulusan Angkatan 2023 menunjukkan prestasi yang sangat baik. Mereka mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi serta menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional bereputasi.
Saharuddin menjadi lulusan tercepat dengan masa studi 2 tahun 2 bulan 8 hari, meraih IPK 4,00 dengan predikat cumlaude serta publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus Q3. Prestasi serupa juga diraih oleh Dr. Fitri Sulistiyani dan Dr. Fery el Shirinja, yang sama-sama memperoleh IPK 4,00, predikat cumlaude, dan publikasi Scopus Q3.
Selain itu, beberapa lulusan lain juga meraih predikat cumlaude dengan IPK tinggi, antara lain Dr. Nur Afni (IPK 3,99), Dr. Hj. Nursiah Moh. Yunus (IPK 3,99), Dr. Maria Lea Frensy Bakarbessy (IPK 3,96), serta Dr. dr. Herdhana Suwartono (IPK 3,90), dengan publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus Q3 dan Q4.
Sementara itu, lulusan lainnya mencatatkan IPK di atas 3,90 dengan predikat sangat memuaskan serta publikasi pada jurnal terindeks Sinta 1 dan Sinta 2. Mereka di antaranya Dr. Robi Utomo, Dr. Sintiadewi Mateka, Dr. Ramadan, Dr. Achmad Junaidi, Dr. H. Albar, Dr. Hj. Asmirah Djamal, Dr. M. Iqbal Andi Magga, dan Dr. Rosdian.
Adapun dua mahasiswa lainnya, yakni Dr. dr. Putu Melaya dan Dr. Hasanuddin Wahid, juga termasuk dalam 17 doktor Angkatan 2023 dan dijadwalkan mengikuti sidang promosi terbuka serta yudisium pada 15 dan 19 Desember 2025.
Sementara itu, Dr. Fery eL Shirinja yang juga wartawan senior, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih oleh dirinya bersama rekan-rekan Angkatan 2023. Ia menilai keberhasilan menyelesaikan studi doktoral dalam waktu relatif singkat merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan kuat antar sesama mahasiswa.
Menurutnya, suasana akademik yang kondusif dan budaya saling berbagi pengetahuan menjadi faktor penting yang membantu kelancaran proses perkuliahan hingga penyelesaian disertasi. Selain itu, bimbingan intensif dari para dosen promotor dan ko-promotor turut memberikan arah yang jelas bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kami saling menyemangati, saling mengingatkan, dan terus menjaga komitmen agar fokus menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya,” ujar Fery, yang juga Ketua PWI Kabupaten Morowali ini.
Dia berharap, keberhasilan Angkatan 2023 dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa doktoral angkatan berikutnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, produktivitas riset, serta kontribusi keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(*/dteksinews)














