Gelar Aksi Aksi Unjuk Rasa:GRD KK-Morowali Desak Dirut RSUD Di Copot dan Dokter Spesialis Yang Menagani korban Dikeluarkan Dari RSUD

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali-Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-Morowali). Gelar aksi unjuk rasa di depan Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali (DINKES), mendesak Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (DIRUT) Morowali, untuk segera dicopot dan Dokter Spesialis yang menangani korban di RSUD Segera dihentikan dan dikeluarkan dari RSUD.Senin/1/12/25.

Imbas kematian Bayi yang di duga akibat kelalaian dari pihak RSUD Kabupaten Morowali mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, salah satunya GRD KK-Morowali mengambil sikap tegas atas kasus tersebut.

Amrin selaku koordinator lapangan (KORLAP) menegaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali harus bisa berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan, evaluasi seluruh instansi kesehatan yang ada. mulai dari RSUD hingga puskesmas tiap kecamatan harus dilakukan, sehingga dinas kesehatan dapat mengetahui situasi pelayanan dan kondisi fasilitas ditiap puskesmas apakah maksimal atau tidak sama sekali.

“meninggalnya seorang bayi di sebabkan kelalaian dari pihak RSUD yang tidak memgutamakan keselamatan pelayanan pasien”

Amrin juga menegaskan Kejadian seperti ini tidak boleh kita diamkan, sehingga apa yang dilakukan rekan-rekan dari GRD KK-MOROWALI sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pelayanan kepada pasien khusunya yang masuk ke RSUD Morowali harus diutamakan. jagan lebih utamakan masalah administrasi dan lain-lain sampai mengabaikan keselamatan pasien.

Baca Juga:  Panglima TNI Mutasi, 15 Perwira Jadi Danrindam

“Harusnya Bupati Morowali sudah saatnya merealisasikan program jemput sakit pulang sehat tetapi harus diawasi dengan baik sehingga tidak hanya sekedar menjalankan visi misi saja”

Amrin juga menyoroti sikap tidak kooperatif yang di tunjukan oleh Dokter yang menagani pasien di RSUD Morowali sampai memberikan hasil pemeriksaan yang berakibat fatal kepada korban ini harus segera dikeluarkan dan diberhentikan dari RSUD Morowali.

“Dokter yang menangani korban tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) saat dilakukan di DPRD, bahkan direktur RSUD Morowali tidak menunjukan sikap tanggung jawab atas kejadian ini”

Oleh karena itu kami dsri GRD KK-Morowali meminta tegas kepada Bupati Morowali untuk segera Copot Direktur RSUD Morowali, Keluarkan dan hentikan Dokter yang mengani pasien di RSUD dan segera lakukam evaluasi sistem pelayanan di RSUD Morowali serta penuhi hak korban. Jika dalam waktu dekat tiga point tuntutan tidak segera ditindak lanjuti oleh pemerinta daerah maka kami akan kembali melakukan aksi dan pendudukan di dinas kesehatan. Ungkap Amrin.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 
Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM
Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik
Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Harapan Pelaku Sektor Riel Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal
Satresnarkoba Morowali Amankan Dua Pengedar Sabu 
Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:17 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 September 2026 - 11:57 WIB

Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Rabu, 23 September 2026 - 10:39 WIB

Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

Berita

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:17 WIB