Terkait Meninggalnya Bayi , Ini Klarifikasi Pihak RSUD Morowali 

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali-Atas beredarnya informasi meninggalnya bayi milik Ramdana (24) akibat dugaan malpraktik belum lama ini membuat pihak RSUD Morowali melalui TIM Ponek mengeluarkan klarifikasi melalui akun media sosial.

Dalam klarifikasi yang dikeluarkan Tim Ponek tersebut, RSUD Morowali mengaku telah menerima konsultasi dari Puskesmas Bahomotefe via telpon WhatsApp pada pukul 08.44 WITA.

Dilakukan konsul telemedik mengenai seorang ibu yang sedang dalam proses persalinan dengan kondisi ibu dan janin yang dilaporkan stabil pada saat itu berdasarkan data klinis yang diberikan.

Menurut RSUD Morowali, persalinan masih berada pada fase aktif awal dan belum terdapat tanda bahaya yang memerlukan rujukan segera.

“Seperti BJF masih dalam batas normal, Estimasi TBJ 3,4 kg dengan Riwayat persalinan sebelumnya bayi 3,2 kg lahir dengan proses normal tanpa komplikasi, tidak ada tanda infeksi dan tidak ada tanda bahaya maternal(ibu) maupun fetal (Janin) dari konsultasi tersebut,” tulis tim Ponek melalui akun Facebook Tim Akreditasi RSUD Morowali yang dikutip pada Senin 24 November 2025.

Sesuai standar pelayanan obstetri dan pedoman rujukan maternal-neonatal, tim PONEK memberikan saran observasi 2 jam sambil memantau kondisi ibu dan janin secara berkala.

Jika tidak ada perkembangan diminta untuk dikabari lebih lanjut setelah observasi 2 jam tersebut.

“Beberapa jam kemudian, kami menerima informasi bahwa persalinan berakhir dengan komplikasi dystocia bahu dan bayi lahir dalam keadaan meninggal di puskesmas Bahomatefe. Komplikasi tersebut merupakan kondisi obstetri akut yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak selalu dapat diprediksi dari pemeriksaan awal bahkan pada kasus tanpa faktor resiko,” jelas akun Tim Ponek.

Pihak Tim Ponek RSUD Morowali menegaskan bahwa telpon saat itu adalah konsultasi telemedik bukan telpon untuk persiapan atau meminta rujukan, konsultasi telemedik bukan pengambil keputusan tunggal, puskesmas tetap memiliki kewenangan untuk merujuk kapan saja jika kondisi berubah atau menurut evaluasi dipuskesmas tidak dapat ditangani di FKTP Tingkat pertama tanpa menunggu instruksi/advice tambahan dari Rumah Sakit.

Baca Juga:  Bupati Iksan: Stop Polusi Plastik Mulai dari Desa

Diberitakan bahwa terjadi perbedaan informasi dan variasi nilai TBJ (Taksiran Berat Janin) baik dari hasil USG beberapa dokter, dan estimasi TBJ di puskesmas.

“ Kami informasikan bahwa data tersebut tidak dilaporkan saat konsultasi telemedik dan variasi perbedaan TBJ oleh dokter merupakan variasi normal karena pengukuran TBJ dipengaruhi beberapa kombinasi,” jelasnya lagi.

Berikut ini adalah kombinasi yang dimaksud:

1.Faktor teknis (Lingkar perut (AC), lingkar

kepala(HC), panjang femur (FL), posisi janin, dan perbedaan alat).

2.Operator pemeriksa dan Janin  pertumbuhan janin cepat diakhir kehamilan, jaringan dinding perut ibu (semakin tebal semakin sulit menangkap gambar AC, cairan ketuban).

3.Berdasarkan literatur dikatakan bahwa USG trimester akhir dikenal memiliki keterbatasan terutama dalam memprediksi makrosomia.

Dimana makrosomia tidak selalu tampak pada pemeriksaan awal, serta distosia bahu tetap dapat terjadi meski TBJ <4,1 kg. kami tambahkan juga bahwa perbedaan hasil USG terakhir dengan hari persalinan karena jarak pemeriksaan 2 minggu Dimana bisa terjadi pertambahan pesat berat badan di trimester 3 kehamilan.

“Kami telah melakukan evaluasi internal dan memastikan bahwa komunikasi serta advis medis pada saat konsultasi telah diberikan sesuai standar profesional yang berlaku dan sesuai dengan data yang diberikan,” tulisnya lagi.

RSUD Morowali juga membantah atas tuduhan yang mendiskreditkan rumah sakit dengan narasi bahwa talah menolak rujukan pasien dari puskesmas yang kami anggap sebagai berita yang tidak benar yang perlu dikoreksi agar tidak terjadi missinformasi yang merusak proses layanan Kesehatan yang telah berjalan selama ini di Kabupaten Morowali.

Rumah Sakit Umum Daerah Morowali menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien terutama orang tua bayi dan dengan tulus kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang terjadi, semoga diberikan kesabaran dan kekuatan.

“Kami memohon maaf kepada keluarga atas adanya kesalahpahaman atas proses pelayanan Kesehatan yang terjadi yang menyebabkan meningkatnya angka kematian bayi didaerah kita,” tutup narasi pihak RSUD Morowali.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Angka pelanggaran dan Lakalantas, Polres Morowali gelar Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Bahodopi.
Bentuk Kepedulian, Polres Morowali Utara  Berikan Bantuan kepada Wartawan yang Mengalami Kecelakaan
HPN 2026 di Banten Beri Dampak Langsung ke Pariwisata, UMKM, dan Citra Daerah
JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 
Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra
Dukung Pengembangan Pariwisata Desa, IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete
Hadiri HUT ke-70, Bamsoet Apresiasi Peluncuran Delapan Buku Yusril Ihza Mahendra sebagai Warisan Intelektual Bangsa
Kepala BKN: Vaksinasi HPV Bukti Konkrit BKN Peduli Kesehatan dan Produktivitas ASN Perempuan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:12 WIB

Tekan Angka pelanggaran dan Lakalantas, Polres Morowali gelar Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Bahodopi.

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:48 WIB

Bentuk Kepedulian, Polres Morowali Utara  Berikan Bantuan kepada Wartawan yang Mengalami Kecelakaan

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:07 WIB

HPN 2026 di Banten Beri Dampak Langsung ke Pariwisata, UMKM, dan Citra Daerah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:55 WIB

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:03 WIB

Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra

Berita Terbaru

Jakarta

KPK Berhasil, OTT Ketua dan Wakil Ketua  PN Depok 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 15:46 WIB