Ramdana Tuntut Pertanggungjawaban Rumah Sakit  Bungku dan Puskesmas Bahomotefe atas Kematian Bayinya

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali-Seorang ibu muda berusia 24 tahun, Ramdana R. N, menyampaikan tuntutan pertanggungjawaban kepada pihak Rumah Sakit Bungku dan Puskesmas Bahomotefe atas kematian bayinya serta kondisi kesehatan fisik dan mental yang ia alami pascapersalinan.

Ramdana menjelaskan bahwa sejak memasuki masa akhir kehamilan, ia telah berkonsultasi dengan dua dokter berbeda—Dr. Hendra (Spesialis Kandungan) dan Dr. Ani (Dokter Umum). Keduanya memberikan hasil USG yang sama dan menyarankan agar ia menjalani persalinan melalui operasi sesar (SC) karena ukuran bayinya dinilai besar dan berisiko.

Dengan membawa hasil pemeriksaan tersebut, Ramdana mengurus rujukan di Puskesmas Bahomotefe untuk kemudian melanjutkan pemeriksaan di RSUD Bungku. Namun, menurut penuturannya, dokter spesialis di RS Bungku, Dr. Farhat, justru menyatakan bahwa bayinya hanya berukuran 2,8 kg dan dapat dilahirkan secara normal. Ia diminta kembali ke Puskesmas Bahomotefe untuk persalinan normal.

Dua minggu kemudian, ketika memasuki masa pembukaan dan ketuban telah pecah pada pukul 02.00 dini hari, Ramdana kembali meminta tindakan SC karena merasa kondisi janin tidak memungkinkan untuk lahir normal. Namun ia mengaku harus menunggu hingga berjam-jam agar rujukan dapat disetujui.

Baca Juga:  Kapten Inf Puryadi, Hadiri Loka Karya Mini UPT Puskesmas Tambayoli

“Saya menunggu sampai jam 11 siang. Saat itu kepala bayi sudah di pintu. Saya berjuang hampir tiga jam dengan kondisi lemah,” ungkap Ramdana.

Proses persalinan dilakukan dengan bantuan sekitar lima tenaga medis. Bayi Ramdana akhirnya lahir, namun dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, ia sendiri mengalami sobekan parah dan trauma fisik maupun batin.

Hingga saat ini, Ramdana menyatakan belum ada penyelesaian ataupun tanggapan resmi dari pihak RS Bungku maupun Puskesmas Bahomotefe mengenai dugaan kelalaian yang terjadi.

“Sampai detik ini belum ada titik terang dari kedua belah pihak. Saya menuntut pertanggungjawaban dokter dan tenaga medis atas kematian bayi saya,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Pihak keluarga berharap kejadian ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang dan dapat menjadi evaluasi atas standar pelayanan kesehatan di Morowali.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bamsoet: Munas FKPPI Akan Mengesahkan GBHP dan Tetapkan Secara Aklamasi Titiek Soeharto Ketua Umum FKPPI 2026-2031 di Jakarta
Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026
Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku
Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat
Pasar Murah Diluncurkan di Bungku Selatan, Pemkab Morowali Distribusikan 10.000 Paket Sembako
Margarito Perkirakan Januari 2027 Wapres Baru, Begini Skenarionya!
Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan
Presiden Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Pengembangan Kereta Api di Bali
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:15 WIB

Bamsoet: Munas FKPPI Akan Mengesahkan GBHP dan Tetapkan Secara Aklamasi Titiek Soeharto Ketua Umum FKPPI 2026-2031 di Jakarta

Sabtu, 7 November 2026 - 08:38 WIB

Farhad Af Fariziq Lulusan SMKN 1 Bungku Selatan, Dinyatakan Lulus Calon Bintara TNI AL Tahun 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 05:06 WIB

Bupati Iksan Siapkan Rp30 Miliar untuk Aspal Jalan Lingkar Wilayah Utara Pulau Paku

Sabtu, 7 November 2026 - 04:59 WIB

Bupati Iksan: Hari Libur Tetap Kerja, Pemkab Morowali Fokus Tuntaskan Program Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 7 November 2026 - 04:36 WIB

Pasar Murah Diluncurkan di Bungku Selatan, Pemkab Morowali Distribusikan 10.000 Paket Sembako

Berita Terbaru