PT BDM Target Reklamasi 1.337 Hektare Lahan Pascatambang

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali– Implementasi reklamasi lahan pascatambang, memang bukan sekadar menjadi kewajiban, tetapi panggilan nurani. Sebagai salah satu perusahaan ekstraktif penyuplai bahan baku mineral bagi smelter di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT BintangDelapan Mineral (BDM) begitu memerhatikan kebijakan penghijauan kembali pada konsesinya, melalui upaya pengembalian fungsi ekologi tanah, setelah aktivitas penambangan maupun menata kondisi lahan kritis.Jumat(29/8/2025)

Langkah hijau reklamasi dan revegetasi kawasan sudah dilaksanakan PT BDM sejak tahun 2010, beriring dengan aktivitas penambangan berlangsung. Kepala Divisi Environmental, Social and Government Relations PT BDM, Forsen, mengurai, ada dua format reklamasi yang terapkan perusahaannya. Pertama, di area operasional lahan tambang PT BDM dalam wilayah izin usaha pertambangan (IUP) Morowali, Sulawesi Tengah dan reklamasi rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) pada area-area lahan kritis yang telah ditentukan Kementerian Kehutanan.

Pelaksanaannya diawali dengan menyusun dokumen rencana reklamasi per lima tahun, dan untuk periode 2010–2025 direncanakan dalam tiga tahap. Forsen menyebut, dokumen ini terbagi dalam tiga periode serta target luas lahan yang ditanami kembali. Periode 2010–2015 seluas 430 hektare (ha), 2016–2020 (460,66 ha) dan 2021–2025 (447 ha).

“Reklamasi dilaksanakan seiring dengan rencana penambangan. Sekitar enam bulan sesudah penambangan, mulailah dilakukan reklamasi. Total luasan lahan pascatambang yang sudah kami reklamasi selama 15 tahun ini sekitar 1.337 ha,” ujar Alumnus Universitas Hasanuddin Makassar itu, Selasa (26/08/2025).

Dari luasan area tersebut, Tim Divisi ESG melaksanakan praktik penanaman bibit atau revegetasi dengan melibatkan karyawan-karyawan kontraktor. Forsen mengatakan, realisasi revegetasi yang mereka lakukan hingga akhir 2025 telah mencapai 950 ha.

“Angka capaian tersebut sudah melebihi target minimal keseimbangan bukaan lahan dan revegetasi yang ditetapkan Kementerian ESDM. Jenis tumbuhan yang dibudidayakan merupakan tanaman pionir, seperti sengon dan primer tumbuhan asli atau lokal seperti kayu lara, bintangor, jambu-jambu, bete-bete dan damar. Ada sebanyak 625 bibit ditanam pada setiap satu hektare lahan reklamasi,” rinci Forsen.

Untuk diketahui, sesuai regulasi, reklamasi merupakan wujud kepatuhan terhadap Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020, Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 1827 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, PP 78 Tahun 2010, dan klausul Kementerian Kehutanan terkait reklamasi hutan.

Baca Juga:  Babinsa Petasia Imbau Warga Jaga Kamtibmas 

Libatkan Partisipasi Warga Lokal Menata Oase Hijau

Sementara untuk reklamasi rehabilitasi DAS, PT BDM melakukan penanaman kembali pada lahan-lahan kritis di luar area pertambangan. Langkah ini merupakan kewajiban khusus dari Kementerian Kehutanan kepada PT BDM sebagai perusahaan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). Sejumlah area di Sulteng yang telah direvegetasi PT BDM diantaranya di Desa Hanga Hanga, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai (140 ha) dan Desa Bomba, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso (405 ha). Gerak hijau juga digelar pada tiga desa di Kabupaten Morowali Utara, yaitu Ensa, Kolaka dan Gililana (2.174,45 ha).

“Kami menggandeng warga setempat untuk berpartisipasi, termasuk menentukan jenis pohon. Tanaman utama adalah pinus, tapi ada warga yang meminta ditanami durian, kemiri, dan alpukat di lahan tersebut,” katanya.

Untuk kegiatan tersebut, pembibitan dilakukan tiga bulan sebelum reklamasi di area nursery seluas satu hektare yang berlokasi dalam area operasional Blok 8 PT BDM. Sementara rehabilitasi DAS pembibitan dilakukan di tapak project. Aktivitas revegetasi menjadi peluang bagi warga setempat untuk menjadi pekerja harian di kontraktor dan kemudian mendapat honor dari anggaran yang dialokasikan PT BDM.

Forsen mengakui, tingkat survival rate tanaman dalam proses revegetasi mencapai 75 hingga 80 persen. Demi memastikan kesuburan tumbuhan revegetasi, tim Divisi ESG melakukan sejumlah inovasi. Misalnya menerapkan metode penggunaan alkosof pada saat musim kemarau untuk menjaga kelembaban tanah dan ketersediaan air. Selain itu, dibuat mulsa organik dengan memanfaatkan tanaman rumput gajah besar (Pennisetum purpureum) untuk menyerap unsur hara dari tanah gersang bekas penambangan. “Terutama, kami menggunakan pupuk kandang dalam penanaman bibit tanaman cover crop, pionir, dan tanaman primer,” ujar Forsen.

PT BDM menegaskan, secara rutin menyampaikan hasil reklamasi dalam pelaporan sesuai regulasi dan saat proses audit dari pemerintah, baik lembaga perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, maupun ESDM. Dengan konsistensi menerapkan reklamasi, di usianya yang menginjak 19 tahun, PT BDM turut menjaga keberlangsungan ekosistem di sekitar kawasan industri IMIP. (*/PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 
Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra
Dukung Pengembangan Pariwisata Desa, IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete
Hadiri HUT ke-70, Bamsoet Apresiasi Peluncuran Delapan Buku Yusril Ihza Mahendra sebagai Warisan Intelektual Bangsa
Kecelakaan Kerja di Bungku Tengah, Polisi Imbau Penerapan K3
Pemeriksaan LKPD Morowali TA 2025 Dimulai, BPK Fokus pada SPI dan Tindak Lanjut Opini WDP
Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah di Morowali  
Pemkab Morowali Gelar Entry Meeting Bersama BPK  
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:55 WIB

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:03 WIB

Truk Muat Ekskavator Terperosok di Jalur Perbatasan Sulteng–Sultra

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:00 WIB

Hadiri HUT ke-70, Bamsoet Apresiasi Peluncuran Delapan Buku Yusril Ihza Mahendra sebagai Warisan Intelektual Bangsa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 02:26 WIB

Kecelakaan Kerja di Bungku Tengah, Polisi Imbau Penerapan K3

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:47 WIB

Pemeriksaan LKPD Morowali TA 2025 Dimulai, BPK Fokus pada SPI dan Tindak Lanjut Opini WDP

Berita Terbaru

Jakarta

KPK Berhasil, OTT Ketua dan Wakil Ketua  PN Depok 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 15:46 WIB

Berita

JMSI Gelar Rakornas Tahun 2026 di Banten 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 13:55 WIB