Prajurit Menjahit Luka Negeri, Satgas TNI Selamatkan Pemuda Luka Parah di Kampung Geligi

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Papua – Di balik kabut pegunungan yang membalut Kampung Geligi, kisah kemanusiaan kembali ditulis dengan tinta keberanian dan pengabdian. Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti, melalui Pos Pintu Jawa, menunjukkan bahwa senjata paling ampuh seorang prajurit bukan hanya senapan, melainkan hati yang siap menolong siapa pun yang membutuhkan. (4/6/2025).

Seorang pemuda kampung bernama Yotam, mengalami luka parah akibat sabetan parang di bagian kakinya. Darah mengalir, nyeri menusuk, dan harapan nyaris pupus—hingga langkah kaki membawanya ke Pos Pintu Jawa. Ia tidak memilih ke puskesmas, karena tempat itu kini sunyi, tak lagi berfungsi. Intimidasi dari kelompok TPNPB telah membuat para tenaga kesehatan angkat kaki, dan pelayanan medis di Mageabume terhenti sejak lama.

Namun, di pos jaga yang didirikan untuk menjaga kedaulatan negeri, kehidupan justru dipertahankan.

Tanpa ragu, Serda Lijan, seorang prajurit kesehatan dari Bakes Pos Pintu Jawa, sigap memberi pertolongan. Di bawah tenda sederhana dan pencahayaan alami, tangan-tangan bersarung putih bergerak lincah menjahit luka—bukan hanya di kulit, tetapi juga luka di batin warga yang rindu akan rasa aman dan kepedulian.

Baca Juga:  Satgas TNI Peduli Melalui Papua Pintar Bagi Anak-Anak Yigi

“Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap anak bangsa—menolong tanpa melihat siapa dan dari mana,” ujar Letda Inf Risal, Danpos Pintu Jawa, dengan mata yang menyiratkan rasa tanggung jawab mendalam.

Yotam pun mendapatkan tujuh jahitan di bagian kakinya. Luka itu mungkin akan membekas, tapi yang lebih dalam tertanam di hatinya adalah kenangan: tentang seragam loreng yang tak hanya berani di medan laga, tapi juga lembut saat menyeka luka.

Di tengah ketegangan dan gejolak, prajurit Yonif 700/WYC membuktikan bahwa keberadaan mereka bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tapi juga pelindung rakyat, harapan di tengah sunyi, dan penyambung nyawa di saat tak ada siapa-siapa.

Satu luka telah dijahit. Tapi lebih dari itu, satu ikatan kepercayaan kembali terjalin di pelosok negeri ini.

Autentikasi : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik
Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026
Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Berita Terbaru